Jumat, 08 Januari 2021
Pertama Kali Pegang Dummy "Dear, Sister of Deen"
Senin, 04 Januari 2021
Dear, Sister of Deen: Apa kata mereka tentang buku ini? (2)
"Hhh, nyesek. Itu kesan pertama ketika menyudahi buku ini. Diawali dan diakhiri dengan tangisan, cukup menggambarkan jika tulisan di buku ini disajikan dengan deretan aksara menyentuh hati dan insyaallah sampai ke hati. Rasanya bukan hanya perempuan, tapi siapa pun bisa dan boleh banget baca buku ini. Proud!" -Syaputri Febrina Sari, Karyawan Swasta/Digital Campaign Fundraising Specialist, Sister of Deen asal Tangerang Selatan
"Membaca buku ini, saya merasa setiap kalimatnya mampu kembali menyegarkan jiwa. Beberapa bagian membuat saya berpikir, terdiam, dan menangis sebab tersadar akan banyaknya hal yang seringkali kita lupakan selama ini, khususnya tentang bagaimana Muslim menjalani hidup. Buku ini cocok sekali untuk teman-teman yang ingin kembali memperbaiki diri atau sedang dalam pencarian terhadap makna dan hikmah kehidupan ini. Bahasa yang digunakan dalam buku ini ringan sehingga sangat mudah dipahami. Baarakallahu fiik, Teh Una dan Teh Novie! Ditunggu karya Sister of Deen berikutnya." -Widya Rizkiana Putri, Mahasiswa , Sister of Deen asal Bandung
***
Dear, Sister of Deen: Apa kata mereka tentang buku ini? (1)
"Sebagai pembaca setia Monday Love Letter dari hari pertama, saya selalu jatuh cinta dengan setiap untaian kata yang mengirim banyak sekali pesan di dalamnya. Ketika tahu Sister of Deen akan ada bukunya, saya merasa senang sekali. Saat akhirnya berkesempatan untuk membaca buku ini, saya bahkan merasa seperti sedang ngobrol berdua atau bertiga dengan Teh Novie dan Teh Una, setiap kalimat langsung sampai ke hati dengan penyampaian yang lembuuuut sekali. Iya, seperti sedang dinasehati dengan cinta. Selalu sukses dalam menyampaikan pesan dan membawa ketenangan. Bersyukur bisa membaca buku ini." -Ulva Yuni, Ilustrator, Sister of Deen asal Batam
***
Terima kasih tak terhingga dari kami, untuk semua sister of deen yang telah menjadi bagian dari perjalanan Sister of Deen Project hingga hari ini. Kami bersyukur bisa menemukan saudara-saudara baru dari seluruh Indonesia. Mudah-mudahan tulisan-tulisan di dalam buku ini bisa membuatmu merasa sedang duduk bersama kami, bercerita, dan mendiskusikan apa saja tentang menjadi perempuan kebanggaan-Nya. Semoga persaudaraan karena Allah ini bisa terus terjaga. Yuk, bersama menjadi hamba Allah yang berdaya!
Jumat, 01 Januari 2021
Dear, Sister of Deen: Isi bukunya apa aja, sih?
Kurang lebih seperti itulah daftar isi bukunya. Seperti tagline-nya, buku Dear, Sister of Deen adalah sebuah catatan dan pesan cinta tentang menjadi perempuan yang memaknai perjalanan menuju-Nya. Sebuah hadiah dari kami, terkhusus untuk para perempuan, untuk menemani fase-fase perjalanan hidup sampai kepada persiapan pulang menuju Allah. Lengkap dengan pesan-pesan cinta di setiap permulaan bab, sebab kami ingin membersamai para pembaca dalam memaknai perjalanan itu.
Apapun peran dan fase hidup yang sedang kamu jalani hari ini, selama kamu adalah perempuan, maka buku ini untukmu. Yuk, jadikan buku ini sebagai teman perjalananmu dalam menelusuri pesan-pesan cinta Allah tentang keistimewaanmu sebagai seorang perempuan. Sampai bertemu dalam lembar-lembar aksara! :)
Pre-order buku ini masih dibuka. Segera lakukan pemesanan melalui bit.ly/pre-orderdsod untuk langsung terhubung dengan admin buku ini, ya!
Kamis, 31 Desember 2020
Dear, Sister of Deen: Pre-Order Sudah Dibuka!
Senin, 28 Desember 2020
Buku Perdana dan Rasa Takut
Ini pukul 1:08 pagi, dan aku masih terjaga.
Entahlah, ada yang aneh malam ini. Biasanya jam segini aku sudah terlelap, atau
setidaknya sudah mengantuk. Tapi kali ini, walaupun mataku terasa lelah, tapi
badanku sepertinya masih belum mau diajak beristirahat.
Sejak jam 10 malam tadi, aku mengirim undangan soft
launching buku Dear, Sister of Deen, buku pertamaku yang malam ini insya Allah
akan dilakukan peluncurannya. Aku mengirim undangan ke grup keluarga, kepada teman-teman dekat, serta beberapa orang yang kuanggap penting dalam hidup. Sambil meminta doa, betul-betul meminta doa dari mereka agar karya ini menjadi karya yang berkah. Perasaanku saat ini tidak karuan, excited tentu
saja, tapi ada satu perasaan yang sangat dominan, yaitu rasa takut.
Bukan, bukan takut bukunya tidak laku atau
hanya sedikit yang membeli, bukan itu. Tapi rasa takut diri ini akan menjadi
seseorang yang lain, yang terbang terlalu tinggi sehingga lupa di mana dia harus
berpijak. Takut apresiasi membuat diri ini menjadi sombong padahal segala puji
hanyalah bagi Allah. Takut aku yang menulis buku tidaklah sebaik apa yang
orang-orang kira, takut dicap Allah jadi orang yang mengatakan apa-apa yang
tidak dia kerjakan. Dan aku takut, tenggelam dalam kekecewaan atas diriku
sendiri karena tak cukup baik dalam mengamalkan apa-apa yang kutulis di dalam
buku. Malam ini rasanya gelisah, walaupun mungkin kegelisahan itu tak nampak
dari raut wajahku. Tapi rasa takut itu benar adanya.
Allah, di saat seperti ini, aku sangat butuh tuntunan-Mu agar apa yang kulakukan tetap berada dalam jalur yang benar.
Allah,
di saat seperti ini, aku sepertinya perlu lebih banyak merapal syukur agar
selalu ingat bahwa segala pencapaian dan keberhasilan adalah karena kuasa-Mu.
Allah, di saat seperti ini, aku sangat butuh
untuk dikuatkan dalam memegang niatku hanya untuk-Mu. Sungguh aku sangat takut
ada tujuan lain yang menumpang dalam perjalananku mengukir karya yang ingin
kupersembahkan hanya untuk-Mu.
Allah, karya ini merupakan karya yang tak
seberapa, tapi jika pesan-pesan di dalamnya membuat banyak orang untuk semakin
dekat kepada-Mu, lancarkanlah dan jadikanlah karya ini karya yang meluas.
Allah, semoga karya ini bisa mengalirkan
pahala jariyah untukku yang kelak akan terbujur kaku di dalam tanah. Semoga ada
banyak kebaikan berantai-rantai yang dihasilkan dari karya ini untuk
menggantikan dosa-dosa yang aku sesali dan ingin aku tobati. Semoga karya ini
bisa menjadi inspirasi agar semakin banyak hamba-hamba-Mu yang bersyukur dengan menghasilkan karya-karya besarnya, menampilkan citra muslim yang baik dan mengharumkan Islam
dengan berjamurnya muslim-muslim berkualitas.
Allah, kuatkan aku, bimbing dan tuntun aku,
istiqomahkan aku, agar ini tidak menjadi karya yang terakhir. Semoga tak ada
kata berhenti untukku mewujudkan syukur sampai Engkau berhentikan jantung ini
pada degup yang terakhir.
Allah, aku rindu. Tapi bekalku belum cukup untuk pulang. Semoga masih ada waktu.














