Minggu, 06 Oktober 2013

bersama Tuhan

Ditengah kesibukan orang-orang, aku menyendiri dalam ruangan. Menumpahkan emosi dan pikiran ke dalam untaian kata yang kurangkai dalam tulisan. Hatiku berkata, ada ‘sesuatu’ hari ini. Tapi entah apa. Ada pembelajaran berarti hari ini. Tapi aku belum menyadari itu apa.

Ya Allah, sampai kapan akan begini, gelisah dalam belenggu yang kubuat sendiri..
Sampai kapan akan begini, pura-pura sedang dalam masa pencarian jati diri, namun di waktu yang sama menutup pintu hati saat Kau ketuk..
Sampai kapan akan begini, berbangga akan mimpi-mimpi, tapi membuat alasan-alasan dalam hati..
Sampai kapan?

Ada perasaan marah, pada diri yang tak mau diajak berkompromi.
Ada perasaan iba, pada diri yang terkungkung dengan alasan-alasan yang dibuatnya sendiri.
Ada perasaan kecewa, ketika semangat menggebu meraih mimpi namun tubuh menolak diajak beraksi.
Ada perasaan sedih, ketika pada suatu waktu semangat itu datang, kemudian esoknya berselimut lagi.
Dan perasaan lelah yang tak ada habisnya karena semua ini tak juga berakhir.

Hingga muncul pertanyaan teruntuk hati yang meringkuk, buta, menolak melihat kenyataan, “sebenarnya apa yang kau cari?”
Untuk sekian lama aku termenung meresapi pertanyaan itu. Mencoba mentransferkannya pada pikiranku, tapi pikiran itu diam. Kemudian mencari-cari jawabannya seperti mencari dokumen yang hilang namun tak juga tertemukan. Aku pernah menjawabnya, dan aku bisa menjawab itu, tapi seakan jawaban itu terkubur tanpa bisa kutemukan lagi.

Seketika hatiku menangis. Sudah berapa dalam aku jatuh?  Hingga rasanya segelap ini.. sehampa ini.. sesendiri ini..
Dan sudah berapa lama aku berada dalam lubang yang gelap ini? Tak mencobakah aku untuk keluar? Atau jangan-jangan merasa nyaman dalam kegelapan ini? Dalam keadaan dimana tak ada setitikpun cahaya sehingga kau tak lagi tahu dirimu siapa. Yakin merasa nyaman dengan kondisi seperti itu?

Hati ini lalu menangis lagi. Lalu aku harus kemana? Disini gelap sehingga aku tak temukan jalan keluar. Setitik cahaya itu, ada dimana?
Hatiku tiba-tiba bertanya, “Tunggu dulu. Memang siapa aku ini? Dan mengapa aku ada di tempat ini? Untuk apa aku disini?” Tak ada jawaban. Hening..
Entah sudah berapa lama aku melalui keheningan ini. Mataku terasa buta karena tak ada yang dapat kulihat. Telingaku terasa tuli karena tak ada sedikitpun suara yang dapat kudengar. Mulutku rasanya bisu, tak tahu harus bicara apa, tak tahu harus bicara pada siapa.
Ingin menangispun tak bisa. Rasanya air mataku tak dapat keluar sekalipun aku memaksanya untuk keluar. Hanya bisa merintih dalam hati, “keluarkan aku dari kegelapan ini..”

Dalam kelelahan hati yang sangat, aku melamun lagi dalam pikiranku yang kosong. Bahkan dalam pikiranku pun rasanya gelap, sama dengan sekelilingku yang gelap ini.
Dalam lamunan itu, tiba-tiba aku terperanjat. Ada sebuah suara. Suara yang lembut dan menenangkan..

Seketika hatiku merasakan ada harapan. Kutajamkan telingaku, mencoba mendengarnya lagi. Suara itu muncul lagi, kali ini terdengar lebih jelas. Sebuah kalimat yang membuatku merasa tenang luar biasa, “ada Aku disini..”
Tiga kata itu, rasanya membuat sensor kulitku menjadi peka karena merasa dipeluk, direngkuh, dijaga.. Perasaan apa ini? Ini adalah perasaan ternyaman semenjak aku berada dalam kegelapan ini..
Dengan hati-hati kuberanikan hatiku bertanya, “siapa...?” 
“Aku? Aku Tuhanmu..” begitu jawabnya. Keningku mengernyit. Tuhan?

Bersamaan dengan pertanyaanku, muncul setitik cahaya di kejauhan. Aku kemudian berdiri, berjalan mendekati cahaya itu.
Ternyata saat kudekati, cahaya itu makin besar, makin terang. Mataku bersinar memantulkan cahaya yang indah itu. Semakin aku mendekati cahaya itu, semakin tubuhku bermandikan cahaya. Hatiku serasa disiram air yang sangat segar. Aku tak pernah merasakan sensasi seperti ini sebelumnya..

Aku terus berjalan, meninggalkan kegelapan yang mengurungku sekian lama.
Ketika gelap itu lenyap, bibirku refleks menyunggingkan senyum. Menyadari sesuatu.
Ternyata Tuhan jawabannya..
Senyumku semakin lebar, lalu aku berlari. Meninggalkan kegelapan itu sejauh mungkin. Tak berniat untuk kembali ke sana.
Kini.. aku hanya ingin tinggal dalam cahaya ini.. bersama Tuhan..


*sebuah luapan perasaan ketika suatu waktu diri ini menghilang 
hingga sang hati berbisik, "ada Allah.." lalu aku menemukannya lagi :)

Rabu, 11 September 2013

pertemuan yang membawa hikmah

pertemuan siang itu dengan seorang penjual bakso benar-benar masih terngiang dalam ingatanku hingga sekarang. pertemuan yang sama sekali tidak masuk dalam rencanaku, tapi sang sutradara kehidupan pasti telah menakdirkan aku bertemu dengannya.

ibu yang wajahnya teduh itu tersenyum padaku, mempersilakanku duduk dan kita mengobrol.. dia terlihat sangat baik-baik saja walau badannya sedikit gemuk.. aku tak melihat tanda-tanda bahwa kesehatannya bermasalah..

hingga dia bercerita bahwa dia punya penyakit yang bahkan dokterpun tak tahu apa namanya.. dokter-dokter yang pernah didatanginya dari rumah sakit yang berbeda, bahkan kebingungan mendiagnosa penyakit apa itu. semacam kelainan tulang, dan ternyata itu bawaan lahir.. penyakit ini termasuk langka. ibu itu sudah mencoba berbagai macam ikhtiar dari mulai melakukan terapi pengobatan ini itu, mencoba berbagai obat, sampai terapi sugesti sudah dilakukannya.

badannya memang besar, tapi dia tidak bisa mengangkat barang-barang berat lebih dari 3 kg. untuk menggendong bayipun dia tak kuat. pernah ada satu kejadian yang mengharuskan dia memindahkan bayinya karena dirumah sedang tidak ada orang, dan akibatnya pergelangan tangannya terkilir dan baru sembuh setelah 4 tahun. "setiap hari saya pasti diurut," tuturnya, karena tulang-tulangnya sering pegal. perawatan rumah sakit tidak banyak membantu. dokter seringkali tidak memberikan obat karena jika obat yang diberikan salah, dadanya langsung terasa sesak dan dia merasa kesakitan. obat-obat dan terapi yang dijalanankan hanya memberikan dampak sesaat, setelah itu kembali lagi seperti biasa. akhirnya sang ibu sampai pada titik pasrah, beliau menghentikan segala macam pengobatan. yang dilakukannya sekarang hanya menjaga pola makannya dan pola istirahatnya. alhamdulillah masih terlihat sehat.. aku speechless ketika mendengar cerita-ceritanya. dia pasti banyak merasa kesakitan karena penyakitnya, tapi dia menceritakannya kepadaku dengan begitu tenang. ibu ini hebat sekali, sangat strugggle, pikirku saat itu.

beliau melanjutkan ceritanya, "ketika saya lahir dalam keadaan tidak normal, dokter memvonis hidup saya tidak akan bertahan lama. tapi ternyata saya bisa hidup sampai sekarang usia 40 tahun, sebentar lagi 41.." aku merinding mendengarnya. manusia memang tidak bisa mendahului takdir Allah..

vonis dokter yang kedua datang, "ketika saya menikah, dokter bilang saya tidak mungkin punya anak. tapi nyatanya, saya punya 2 orang anak sekarang. anak pertama saya umurnya 13 tahun, dan yang kedua baru 4 bulan..walaupun memang untuk memiliki anak saya harus terapi dulu selama setahun,tapi buktinya saya bisa punya anak," subhanallah.. saya sungguh ga bisa berkata-kata saat itu. ibu ini keren.. ibu ini keren.. saya terus bergumam dalam hati.

banyak sekali yang ibu itu ceritakan, tak terasa kami mengobrol hampir satu jam. banyak sekali pelajaran berharga yang kudapatkan. betapa bersyukurnya aku, aku terlahir dalam keadaan normal dan masih diberi kesehatan sampai sekarang.. 

dan benar ya, jika Allah sudah berkehendak, maka tak ada yang tak mungkin.. sepanjang perjalanan pulang dari sana, saya berdoa untuknya, semoga Allah berikan jalan untuk kesembuhannya dan semoga ia selalu diberi kesehatan.. 

ah ya, namanya bu rita. aku bertemu dengannya di warung bakso sekitar geger kalong..

Rabu, 04 September 2013

recharging

perasaan macam apa ini.. bahagia gimanaaaa gitu.. he.. :D
aah, nyesel banget ninggalin buku harian di rumah nenek, padahal biasanya  selalu aku bawa kemana-mana.. pengen nulis tapi ga ada bukunya ya gimana yaaa..haha
mungkin ini sudah skenario-Nya biar aku nulis di blog lagi?hehe.. udah lama banget ya ga muncul di blog? :p

kemarin-kemarin banyak banget berkelana dengan hati, dengan diri.. sekedar mempertanyakan lagi tentang hidup, apa yang kucari, apa yang kutuju.. mengevaluasi apa yang telah dicapai, bekal apa yang sudah dikumpulkan.. dan merancang lagi peta hidup, kemudian melanjutkan perjalanan.

ya, terkadang kita perlu meluangkan waktu untuk 'beristirahat' sejenak dari kesibukan-kesibukan kita, recharging istilahnya.. mengobrol dengan diri sendiri untuk sekedar melihat sudah seperti apa diri kita sekarang, apakah lebih baik dari sebelumnya? dan aku bersyukur Allah memberikan keadaan yang membuatku bisa berada dalam kondisi seperti itu dan membuat prosesnya terasa mudah sekali. perpanjangan tangan-Nya tak henti-hentinya membantuku untuk melewati proses yang mungkin akan terasa berat jika aku menghadapinya sendiri.. 

dan setelah proses itu terlewati rasanya legaaaa sekali. dampak chargingnya terasa sekali. aku mulai menata lagi hal-hal yang selama ini terabaikan, memperbaiki hal-hal yang berjalan tak semestinya, belajar lagi untuk lebih banyak bersyukur dan bersabar. 

Ya Rabb, nikmat-Mu sungguh tak terhingga.. ajari aku selalu arti bersyukur itu, nikmatnya bersabar, dan cara untuk senantiasa mencintai-Mu.. :)

Senin, 24 Juni 2013

Hingga akhirnya kusadari, ini ternyata tentang iman..

Setiap orang pernah mengalami masa terpuruk, jatuh, kecewa, itu wajar.. Karena hal itu merupakan sunatullah yang selalu Allah pergilirkan. Terkadang, jika sudah merasa kecewa seperti itu (yang seringnya kecewa terhadap diri sendiri), aku biasanya mengasingkan diri. Diam di rumah. HP dibiarkan tergeletak, SMS dan telepon tidak kugubris, bahkan jika sampai di titik ekstrim janjipun kubatalkan. Rasanya ingin sendiri saja, tidak mau diganggu.

Apa yang kulakukan? Merenung. Pikiran kembali ke masa lalu, ke masa dimana aku begitu bersemangat. Menganalisanya, mengapa dulu aku bisa sekeren itu, tapi sekarang aku begitu menyedihkan dengan semua belenggu yang mengikat diriku.

Aku kemudian melakukan selftalk, berdebat dengan diriku sendiri, berusaha menyemangati diri sendiri, namun tak berhasil. 
Aku membaca buku, berharap mendapat inspirasi.. inspirasinya sih dapat, tapi tidak menggerakkan, hanya sebatas quote bagus yang kemudian kusimpan di draft HP.
Banyak cara kulakukan, berusaha membuat diriku "hidup" kembali, tapi tak juga berhasil.

Akhrinya, yang ada hanyalah mengeluh. Mempertanyakan keadaan. Mengapa aku tak bisa mengalahkan egoku, mengapa begitu sulit memimpin diri sendiri, mengapa impian-impianku tak mampu menggerakkan, mengapa sulit sekali mendobrak belenggu dalam diri, dan sederet pertanyaan mengapa lainnya.

Biasanya bila sudah begini, aku mengakui bahwa aku dependen, dan aku butuh orang lain untuk maju. Aku ingin ada seseorang yang menarik tanganku, membawaku berlari bersamanya menuju garis finish. Hal itu kujadikan alibi, bahwa selama ini aku tidak maju-maju karena tidak ada yang mau menjadi partnerku, tidak ada yang membantuku, aku merasa aku berjuang sendiri.

Tapi memang tidak ada orang yang tidak butuh orang lain kan? Tidak ada orang yang bisa berjuang sendiri kan? Aku terus saja membela diri. Aku menjadi lupa bahwa menyalahkan keadaan dan membela diri adalah sikap mental seorang pecundang.


Hingga akhirnya kusadari, ini ternyata tentang iman. 
Keyakinan terhadap Allah yang Maha Kuasa. Keyakinan bahwa Dia selalu dekat, selalu membersamai, dan pertolongan-Nya datang secepat kilat bahkan sebelum kita minta.
Keyakinan bahwa Dia memberi masalah untuk membuat kapasitas diri kita semakin besar.
Keyakinan bahwa tak ada yang tak mungkin di dunia ini selama Dia berkehendak. 
Keyakinan bahwa bersama-Nya semua akan baik-baik saja. 
Satu-satunya Dzat yang tidak pernah membuat kecewa karena takdirnya selalu baik.

Jika kita merasakan kehadiran-Nya, tentunya setiap rintangan dan masalah akan terasa kecil dan ringan, karena kita bersama Dia yang Maha Besar dan Maha Kuat.
Jika kita merasakan kehadiran-Nya, kita tidak akan bergantung kepada orang lain, karena Dia satu-satunya tempat bergantung yang takkan pernah membuat kita kecewa..
Jika kita merasakan kehadiran-Nya, tak butuh mencari-cari orang lain untuk berkeluh kesah, ada Dia yang Maha Mengetahui dan Maha Mendengar segala isi hati..
Jika kita merasakan kehadiran-Nya, tak perlu menunggu momentum, tak perlu menunggu uluran tangan orang lain, Dia bersamamu setiap waktu, dan pertolongan-Nya akan datang saat kau butuhkan..

Sesederhana itu jawabannya. Selalu merasakan kehadiran-Nya. Ini ternyata tentang iman. Karena tidak mungkin seseorang yang tidak beriman dapat merasakan kehadiran-Nya, bahkan mungkin meyakini keberadaan-Nya pun tidak.

Jadi pertanyaan besarnya adalah : "Apa kabar imanku saat ini?"

Aku tahu, pahit rasanya mempertanyakan kepada diri sendiri apakah kita masih memiliki iman atau tidak. Karena selama ini ternyata kita hanya mengaku-ngaku tapi mungkin Allah tak mengakui. Ya, pahit.

Tapi kabar baiknya adalah : Dia selalu dekat, dan pintu-Nya selalu terbuka bagi hamba-Nya yang ingin mendekat kembali kepada-Nya..

Sadarilah, ada yang sedang rindu padamu.. ada yang sangat menyayangimu..

Bukankah merupakan bentuk kasih sayang-Nya Dia membuatmu membaca tulisan ini? Dia ingin menyelamatkanmu dan mengeluarkanmu dari kegelapan itu..

Sambutlah uluran tangan-Nya dan berjalanlah bersama-Nya menuju cahaya...

Jumat, 21 Juni 2013

catatan rindu PPL

menyapa dan ngobrol dengan salah satu murid PPL di twitter, langsung terkenang masa-masa PPL selama 4 bulan kemarin..

sebetulnya SMA Angkasa bukan pilihanku, dan memang aku memutuskan untuk tidak memilih, pasrah, dimana saja aku ditempatkan, pasti itu yang terbaik dari Allah. (mengisi 3 pilihan SMA itu kertas itu cuma formalitas aja, dan memang ujung2nya aku ga ditempatin di salah satu SMA yang aku pilih,haha) aku selalu percaya bahwa "seorang guru akan Allah tempatkan dimana muridnya membutuhkannya." so, dimanapun ditempatkan, murid2 yang membutuhkanku sedang menanti :)

ada perasaan cemas sekaligus excited saat itu. cemas karena ada sekelebat perasaan bahwa aku belum pantas menjadi seorang guru dan excited bagaimana proses PPLnya akan berjalan, because i had one step closer to achieve my dream :)

waktu penerimaan mahasiswa PPL, masih inget banget dan terngiang2 sampai sekarang perkataan Bu Kokom waktu itu, "sebelum menanamkan karakter pada anak, tanamkan dulu pada diri kalian." menunjukkan bahwa guru merupakan teladan yang prilakunya dicontoh siswa, maka jadilah contoh yang baik.. :)

tapi jujur, yang membuat diri ini terasa berat adalah jam masuk sekolah yang bahkan lebih pagi dari jam kuliah paling pagi di kampus. ternyata masuk sekolahnya jam 6.45 mas brooo... aku kuliah jam 7 aja masih suka (sering malah) kesiangan, ini jam 6.45, dan perjalanan ke SMA  Angkasa sama jauhnya dengan perjalanan dari rumah ke UPI. duh.. 
tapi semangat pantang mundur! berpikir positif aja, mungkin Allah ingin melatih aku supaya disiplin bangun dan berangkat pagi :D 
awalnya berhasil, sehari, dua hari pertama aku berhasil datang tepat waktu. tapi semakin kesini, jam nyampe di sekolahnya semakin siang.. hahaha.. inilah alasan kenapa aku jarang ikut upacara, lemah banget urusan bangun pagi dan siap2nya lelet :P 

oke, lupakan urusan telat. ketemu guru pamong, dibilangin, "murid2 disini mah luar biasa kreatifnya." haah?? makna kalimat itu sebenarnya ambigu.haha.. yaa ngerti lah, ngajar anak IPS di sekolah swasta itu biasanya butuh tenaga ekstra. hehe.. tapi entah kenapa, dibilangin kaya gitu, bukannya mundur, aku malah pengen maju dan semakin penasaran pengen ngeliat murid2 yang nanti bakal aku ajar. ada perasaan puas, ketika menaklukan kelas yang katanya paling bandel, tapi aku bisa membuat mereka mau belajar :D

pertama masuk kelas XI IPS C, asik, tapi berisik. haha..
entah kenapa, kalau masuk kelas ini, kadang berisik sampe ga bisa diatur, tapi kadang hening dan bikin gurunya salah tingkah.. sepertinya kelas ini moody-an.. haha..
tapi setelah dijalani dan membangun hubungan yang lebih intens dengan para murid, langsung keluar potensi anak2nya yang luar biasa :D

kelas XI IPS D lain lagi, anak2 cowonya pada diem, cewe2nya ribut minta ampun. dan waktu pertama kali ketemu, wajah mereka keliatan sangar2..hahaha.. ^^v
tapi makin kesini, setelah makin kenal sama mereka, mereka semua luar biasa, semangat belajarnya keren, dan kebersamaan dan kekompakannya patut diacungi jempol (termasuk waktu UTS, ulangan harian, dan UAS.haha)

dan kelas yang ga kalah oke, kelas X-H. kelas paling aktif diantara kelas2 yang aku ajar. setiap ngajar, suara aku yang kecil ini selalu kalah sama suara mereka yang terus bersahutan tanpa henti sampai bel tiba.haha.. kelas paling banyak nawar kalau dikasih tugas, dan anak2nya luar biasa unik2.. :D

yang paling ngangenin selama PPL disana adalah pemandangan lapangan udara husein yang tiap pagi dan siang aku lewatin.. :D subhanallah kalau pagi pemandangannya indah luar biasaaaa.. kalau bawa kamera, pengen rasanya puas2in foto pemandangan2 keren disana.. banyak pesawat yang gede2 berjejer.. pemandangan pesawat take off dan landing merupakan hal biasa disana. pernah ngerasain berada 2-3 meter di bawah pesawat yang mau landing? itu rasanya thrilling banget tapi seru :D

guru2 pamongnya juga ngangenin abis, baiknya luar biasa.. walaupun ada beberapa guru yang di depan kelasnya terlihat tegas, tapi aslinya baik bangeeeettt.. ada beberapa guru juga yang gokil. asiklah pokoknya :D

dan kebersamaan sama temen2 PPLnya juga ga bisa lupa. walaupun ada beberapa orang yang ga deket, dan bahkan sampai detik2 terakhir perpisahan aku belum hafal semua nama mereka (haha parah), tapi setidaknya foto studio kemarin, dan pengalaman serupa yang kita alami bareng2 kemarin, menjadi pelajaran dan kenangan yang tidak akan pernah terlupa, bahwa ada satu episode dalam kehidupanku, dimana aku pernah bersama-sama mereka :)


yang paling bikin ga bisa lupa adalah murid2 tentunya.. dan karakter mereka yang unik2 :)
merekalah yang membuat aku mengerti, apa arti seorang guru :)
mungkin selama ini mereka menganggap aku yang mengajar, tapi justru merekalah yang mengajarkan aku banyak hal..
yang paling ingin aku ucapkan terima kasih justru mereka, murid2ku yang luar biasa..

terimakasih untuk murid2 SMA Angkasa, dan semua pihak yang terlibat.. semoga Allah balas kebaikan kalian dengan yang lebih. 

dan murid2ku.. masih ingat pesan terakhirku di saat terakhir mengajar? 
"kebahagiaan seorang guru bukan ketika murid2nya mendengarkannya di depan kelas, tapi ketika 5, 10, hingga 20 tahun ke depan kita bertemu lagi, kalian ribut menceritakan kisah sukses kalian.."

aku tunggu kisah-kisah sukses kalian.. :)

Jumat, 31 Mei 2013

Maafkan, Ya Allah..

Malam adalah waktu terbaik untuk berduaan dengan Allah.. Dan ketenangan hati hanya datang ketika diri ini terus-menerus mengingat Allah.. Tapi iman ini seringkali kalah oleh ajakan setan untuk selalu menjauh dari-Mu lagi dan lagi..

Ya Allah.. Ini aku, hamba-Mu yang kotor, yang sering meninggalkan-Mu dan dengan tak tahu malunya datang lagi kepada-Mu mengemis rahmat dan kasih sayang-Mu.. Sudikah Engkau menerimaku lagi?

Engkau memberiku kehidupan, setiap pagi Kau beri aku kesempatan baru untuk memulai hari baru, tapi aku berkali-kali menyia-nyiakannya..

Engkau memberiku waktu, tapi seringkali kuhabiskan waktuku untuk hal yang tidak berguna..

Engkau menganugerahkan aku nikmat yang banyak, tapi berkali-kali kudustakan.. Padahal semuanya adalah titipan, raga ini, semua harta yang kupunya, semuanya milik Engkau, tapi kuhabiskan untukku sendiri, tanpa ingat bahwa Kau punya hak atas diriku..

"Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa sesuatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa." (QS. 30:36)

Maafkan atas hati dan lisan yang sering berdusta, mengaku siap berkorban untuk-Mu tapi tak kulakukan..

Maafkan untuk hati yang sering mendua, mengaku hanya Engkau satu-satunya tapi 'berselingkuh' dengan yang lain..dengan harta, dengan tahta, dengan nafsu, bahkan dengan setan..

Maafkan karena tak bersegera ketika panggilan-Mu datang, jarang sekali menyentuh, membaca, dan mengamalkan 'surat cinta' dari-Mu..

Maafkan karena seringkali aku mengabaikan amanah dari-Mu dan utusan-Mu..

Maafkan karena aku sering lupa bahwa Engkaulah penyebab dari semua kesuksesan dan prestasiku sehingga aku berbangga diri karenanya, padahal itu semua terjadi karena pertolongan dari-Mu..

Maafkan atas kelancangan pikiranku yang sering berprasangka buruk mendahului takdir-Mu, padahal skenario dari-Mu adalah yang terbaik bagiku..

Maafkan karena betapa seringnya aku berputus asa dari rahmat-Mu, berhenti berdoa meminta pertolongan-Mu, bahkan mengumpat atas ketidakadilan hidupku, tapi mencampakkan Engkau ketika impian-impianku terwujud dan doa-doaku Kau kabulkan..

Maafkan karena terlalu sering aku mengeluh pada-Mu ketika masalah datang tapi melupakan-Mu ketika bahagia itu datang..

Dan jika kujabarkan penyesalan dan permintaan maafku di sini mungkin takkan pernah selesai.. Ya Rabb,, lindungi aku dari maksiat dan berbuat salah, dan semoga Engkau berkenan mengampuniku atas segala salah dan khilaf..

Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang adzab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). 
Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang adzab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya,
(QS. 39: 51-53)

Rabu, 22 Mei 2013

Jalan untuk Dapat Berteman dengan Para Nabi, Shiddiqin, Syuhada, dan Shalihin di Akhirat


oke, lagi-lagi ini tulisan lama (ditulis 20 Maret 2013) tapi baru diposting di blog sekarang.. jadi ceritanya hari itu masih pagi, beres sholat dhuha, keadaan hati lagi seneng-senengnya.. tiba-tiba mata tertuju pada sebuah buku di atas meja, buku tafsir Fi Zhilalil Qur'an jilid 4 yang ditulis oleh Sayyid Quthb. Entah kenapa ada sesuatu yang menggelitik dan membuatku ingin membacanya.. Akhirnya aku ambil buku itu, kubuka, and with God's Sign, langsung terbuka 2 halaman terakhir. Ada judul yang menarik disitu: "Jalan untuk Dapat Berteman dengan Para Nabi, Shiddiqin, Syuhada, dan Shalihin di Akhirat"

Ternyata yang sedang kubaca adalah tafsir dari QS. An-Nisaa (4) : 69-70, yaitu..

"Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui."

Paragraf selanjutnya di buku itu bilang, ini adalah sentuhan menarik setiap hati yang masih ada bibit kebaikan padanya, masih ada bibit kesalehan, masih ada sisa-sisa keinginan untuk mendapatkan kedudukan yang mulia dalam kumpulan orang-orang terhormat, di sisi Allah yang Maha Mulia. Berteman dengan golongan tinggi ini tak lain adalah karunia Allah. Maka, tidaklah seseorang dapat mencapainya hanya semata-mata dengan amalan dan ketaatannya saja. Sesungguhnya itu adalah karunia yang besar dan melimpah ruah.

Ternyata berteman dengan para Nabi, Shiddiqin, Syuhada, dan Shalihin di akhirat kelak adalah kenikmatan yang besar, dan merupakan karunia Allah.. Tulisan ini seakan menjadi jawaban dari doa yang kupanjatkan pagi itu, Ya Allah semoga aku  bisa bertemu dengan-Mu dalam kemuliaan dan dihindarkan dari segala bentuk kemaksiatan.. Adalah merupakan cita-cita untuk bisa berteman dengan golongan tinggi ini kelak di syurga-Mu..

Jadi ternyata diturunkannya ayat ini adalah karena ada seorang shahabat yang khawatir tidak bisa bertemu dengan Rasulullah walaupun kelak mereka masuk syurga, karena Rasulullah begitu mulia dan pasti Allah akan menempatkan beliau di syurga yang paling tinggi sehingga walaupun para shahabat masuk syurga, mereka tidak akan bisa bertemu Rasul.. Dan atas kekhawatiran itulah Allah menjawabnya dengan ayat ini..

Lengkapnya bisa dibaca di hadits ini:
Abu Bakar Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Aisyah r.a. bahwa dia berkata, "Seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW, lalu berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau lebih aku cintai daripada diriku, lebih aku cintai daripada keluargaku, lebih aku cintai daripada anakku. Aku tadi berada di rumah, lalu aku ingat engkau, maka aku tak sabar sehingga aku datang untuk melihatmu. Apabila aku mengingat kematianku dan kematianmu, aku tahu bahwa apabila engkau masuk surga nanti, maka engkau berada di tingkat yang tinggi bersama para Nabi. Sedangkan jika aku masuk syurga, maka aku khawatir tidak dapat berjumpa denganmu." Nabi SAW tidak menjawab sedikitpun sehingga turunlah QS. An-Nisaa : 69"

Subhanallah.. Ya Rasul, aku rindu.. Terima kasih untuk perjuanganmu dalam berjuang menegakkan Din-Nya.. Jika bukan karenamu dan para sholihin, shodiqin dan syuhada, maka cahaya Islam ini tidak akan sampai kepadaku.. Semoga aku kelak bisa bertemu denganmu, bersama-sama di syurga.. Aamiin..

Sabtu, 04 Mei 2013

saya begini karena Allah menutupi aib-aib saya..

mengintip blog salah seorang yang menginspirasi.. dan nemu satu kalimat yang dia tulis ketika menyikapi komentar pembacanya..

"jika ada kata-kata saya yang menjadi inspirasi itu karena ALLAH menutup aib-aib saya, sungguh saya hanya juru ketik ALLAH..dan saya tidak pernah mengatakan bahwa saya benar, apalagi yakin benar.."

di usia 20 tahun yang baru saja berlalu, saya merasakan banyak sekali perubahan positif dari diri saya.. dan tanpa saya sadari, ternyata keberadaan saya diapresiasi oleh banyak orang.. tidak pernah terpikirkan sama sekali bahwa saya pun bisa menjadi inspirasi bagi beberapa orang padahal prestasi yang diukir belum seberapa.. saya tumbuh dan bermetamorfosis, berproses menjadi kupu-kupu, menemukan dan mengasah berlian saya.. 

tapi satu hal yang saya sadari sekaligus saya syukuri, saya begini karena memang Allah menutupi aib-aib saya.. setiap orang punya cacat, pasti. dan saya pun begitu, saya punya cacat, saya punya banyak kekurangan, ada banyak keburukan yang orang lain ga tau, tapi Allah begitu sayang.. sehingga hanya kebaikan yang ia tampakkan di depan orang lain.. Allah melindungi aib-aib saya, subhanallah.. :'')


saya hanyalah juru ketik Allah, saya hanyalah alat yang Allah pakai untuk berbicara dengan kalian yang membaca tulisan saya,.. atau yang merasa tercerahkan setelah ngobrol dengan saya, setiap kalimat baik yang terlontar dari lisan ini pun datangnya dari Allah yang dijadikan-Nya alat untuk mengingatkan kalian yang bertemu dengan saya.. 

begitupun dengan mereka yang menginspirasi saya.. mereka adalah perpanjangan tangan Allah untuk menjadikanku semakin baik lagi, semakin mendekat kepada-Nya.. yang membuatku terus belajar, terus berkarya tanpa meninggalkan tugas fungsi dan peran yang semestinya.. pada hakikatnya Allah yang menuntun aku, lewat mereka.. :)


terima kasih Allah, karena selalu dekat dan menuntun.. 

Rabu, 01 Mei 2013

terima kasih ya Allah udah tampar aku :)

terkadang bentuk kasih sayang Allah bisa jadi dengan "tamparan"..
mungkin awalnya teguran kecil dulu, tapi seringkali kita abaikan, bahkan menganggap itu bukan suatu kesalahan besar.. hal2 kecil memang seringnya diremehkan kan?

hingga akhirnya, karena kita ga sadar2, Allah kasih sesuatu yang ga kita duga, seakan hidup dapet beban yang beraat banget dengan tiba2. kalau udah gini, siapa yang mau disalahin? Allah? akhirnya nyesel, marah2 ke diri sendiri, marah2 sama keadaan..

sadar atau ngga, itu kesalahan kita sendiri.. karena kita menganggap teguran2 kecil itu (yang bahkan berkali-kali datangnya) sebagai angin lalu..

tapi ya dasar kebanyakan manusia memang begitu ya? baru sadar kalau udah ditampar. tetep bersyukur aja dan nikmati sakitnya.. kalau ngga begitu tentunya ga akan ada diri yang berubah ke arah yang lebih baik kan?

tarik nafas dalam2, ikhlas, senyum sama Allah dan katakan, "terima kasih ya Allah udah tampar aku.." :)

Allah selalu punya cara terbaik untuk mengajari kita :)

Senin, 25 Maret 2013

untukmu yang teristimewa.. :)


lagi liat foto2 KKN tengah malem gini, di-backsound-in lagu laskar pelangi kurang bikin kangen apa coba.. betapa kangen sangat sangat dengan kebersamaan kita selama KKN..
kangen dusun lengka, warganya, anak2nya..

40 hari bersama kalian waktu itu bener2 jadi kenangan manis yang ga akan terlupakan seumur hidup..

terima kasih Allah, karena telah mempertemukan kami dengan skenario yang sungguh indah..

ga akan pernah lupa,,pertemuan pertama kita di partere, awalnya pada jaim2, ternyata setelah 40 hari ketauan semua aslinya.. hahaha
(tadinya mau ngerunut kejadian2 dan pengalaman2 berkesan disana, tapi bingung mulai darimana, saking banyaknya dan karena semuanya berkesan.. :D )

aaah,, yang pasti semua kebersamaan dengan kalian begitu berarti, terima kasih sudah menjadi bagian dari kehidupanku..kalian sudah bukan orang lain lagi bagiku, kalian sahabat-sahabatku, saudara-saudaraku, keluarga baruku.. :)

tidak pernah menyangka sebelumnya, akan menjadi sangat dekat dengan kalian, bahkan kedekatan itu masih terjalin hingga sekarang.. ternyata 40 hari kebersamaan kita bisa membuat kita menjadi sedekat ini..
masih ingat malam terakhir kita di lengka? buka puasa di rumah makan sunda, hujan2 dan mati lampu, jujur-jujuran.. yang kukatakan waktu itu adalah "semoga kebersamaan ini bisa berlanjut hingga ke syurga.." dan itu masih menjadi doaku hingga detik ini.. sungguh aku sangat menyayangi kalian..


terima kasih, untuk teh meta.. bunda kita semua yang sangat bijaksana menghadapi kita semua yang masih bocah ini, haha.. karena ada teh meta kedewasaan kita jadi berkembang.. aku belajar banyak dari teh meta tentang kesediaan mendengar, ketulusan, dan menghargai orang lain.. :)

dan untuk ima, teman segala teman, hehe.. bersyukur banget punya temen kaya kamu meh, walaupun  sampe sekarang kadang ga bisa ngerti kamu karena emosinya suka tiba2 berubah dan drastis, tapi aku selalu bisa ngerasain kepedulian dari kamu, cieee.. aah, speechless lah ngomongin kamu mah. pokoknya aku ngerasa bersyukur banget punya temen, sahabat, saudara kaya ima. titik.

buat triaaa yang supel dan selalu jadi pencair suasana sekaligus pemeriah suasana diantara kita, makasiih udah bikin posko kita penuh ceria dengan kehadiran tria.. :D si foto model yang dimana ada kamera,disitu pasti ada tria,hehe.. ga kebayang kalo ga ada tria kayaknya posko ga akan serame dan seseru itu. (tentunya ditambah oknum gila lainnya dari kamar rainbow. haha.. plus bob yang selalu jadi temen cekcoknya.haha) 

for hani yang sedikit aneh (bukan aku loh yang bilang, dia sendiri yang ngaku kalo dia aneh, haha) dan kadang suka asik sendiri karena imajinasinya yang luar biasa (yeahh that's AB type), tapi baiknya gaaaa ketulungan. terima kasih sudah menjadi teman berbagi yang menyenangkan, inget banget momen kita cerita bareng sambil cuci piring.haha. jiwamu begitu anak-anak yang sangat menikmati hidup saat ini, that's great sist :)

buat teman sekamarku tikooo yang ramah dan baik hati tapi kalo udah ngambek nyebelin. haha :P aku juga sangat menikmati saat2 curhat denganmu sebelum tidur yang kadang diselipi analisis bareng untuk nyelesain masalah2 kita di posko. haha.. si blak-blakan yang suka banget kucing. itu yang terlintas di pikiran aku kalo inget tiko. hehehe

dan untuk hira, temen sekamarku yang satu lagi, yang paling cuek, paling diem, paling ga mau ikut campur urusan orang, yang paling nyambung kalo ngobrol sama ima karena selera koreanya yang sama, hehe.. hira, mungkin aku tidak banyak mengenalmu, tapi aku tau, dibalik diammu, kamu adalah seorang pemerhati yang sangat baik. sebetulnya kepedulianmu pada orang lain begitu besar, cuma ga ditunjukkin aja.. aku yakin kalo hira ditanya apa aja kelebihan dan kekurangan kita, dia pasti bisa jawab ;)

okaay sekarang giliran cowok2nya.. 
setiadi. ya ampuun ketua kita yang satu ini sungguh luar biasa.. walaupun ga pernah mau disuruh cuci piring sendirian (haha,ga tau kenapa yang keinget ini :p ), tapi sikap tanggungjawabnya begitu besar dan kesabarannya menghadapi kita semua patut diacungi jempol. bos maaf atas kekurangajaran kita selama KKN ya bos, smoga ga dimasukin ke hati.hehe.. ohya,congrats untuk menjadi orang yang pertama lulus diantara kita semua.. hahaha *ayo yang lain geura nyusul :D

untuk bob alias taufik yang setia dengan tamtamnya.. cuek dan ga banyak ngomong tapi sangat bertanggungjawab bisa mengatur jadwal dateng ke posko dengan latihannya :) tapi ternyata walaupun jarang dateng gitu, dia tau banget sifat2 kita bahkan sampe ke detil2nya..ckck..ternyata kepekaannya luar biasa.. 

and the last, for hadi yang hampir selalu tanpa ekspresi dan jaim tapi kalo ngomong pasti bikin kita semua bereaksi yang tidak biasa.. haha. intinya diam-diam menghanyutkan :D jadi kalo tria menghibur kita dengan keaktifan dan kecerewetan dia, hadi menghibur kita dengan diamnya dia. haha. ga tau lah, pokoknya kalo liat hadi tuh bawaannya pengen ketawa. haha *pisss ^^v

ternyata asik ya, mengenang pengalaman yang menyenangkan bersama kalian..
terima kasih buat semuanya ya.. kalian orang-orang terbaik yang Allah kirimkan untuk memberi warna dalam hidupku..
Ya Allah.. semoga Engkau menjadikan kami semua orang-orang yang sukses dan bahagia di dunia dan di akhirat dan semoga Engkau berkenan mengumpulkan kami kembali di syurga-Mu.. aamiin..
love you all.. ^_^

Kamis, 14 Maret 2013

ibadah (bukan) merupakan kewajiban


tulisan ini sebetulnya tulisan lama.. ditulis april 2012, tapi entah kenapa pengen aku pindahin ke blog, sambil berbagi pemikiran.. :) 
awalnya bingung mau dijudulin apa, tapi entah kenapa judul itu yang keluar, sengaja, biar sedikit kontroversial.hahaha *jadi penasaran pengen baca kan? :P

sebelumnya, tolong jangan baca tulisan ini sebagai tulisanku, tapi bacalah seolah-olah itu dirimu.. karena kita terlahir sama, yaitu sebagai seorang manusia.. :)

***
dulu aku sering berpikir, kenapa aku diciptakan? dan kenapa aku tercipta sebagai seorang manusia?
aku melihat pohon, mengapa aku tidak diciptakan menjadi pohon?
aku mengamati burung, mengapa aku bukan burung ketika aku lahir?
aku mengamati hujan, terbersit dalam benakku, bagaimana rasanya menjadi air hujan?
lalu kudapati diriku sebagai seorang manusia.. kenapa manusia?

jadi manusia itu memusingkan! banyak urusan, banyak masalah.. bahkan dalam al-Qur'an pun malaikat mengatakan bahwa manusia adalah makhluk yang sering membuat kerusakan di muka bumi (QS. 2:30).. 
manusia itu amanahnya berat, bahkan langit, bumi, gunung pun tak sanggup menanggung amanah itu (QS. 33:72).. 
lalu kenapa aku harus menjadi seorang manusia??


aku lalu masuk ke dalam renungan yang sangat dalam..

ternyata.. setelah kupikir lagi.. aku bersyukur terlahir ke dunia sebagai seorang manusia.. manusia adalah makhluk yang Allah ciptakan paling sempurna (QS. 95:4).
bukankah itu sebuah penghargaan yang Agung? maanusia terlahir dengan berbagai macam potensi, bahkan manusia dikaruniai akal - yang tidak dimiliki makhluk Allah yang lain bahkan malaikat sekalipun. manusia diagungkan dan dimuliakan, diangkat derajatnya dari makhluk yang tadinya hina.. segala yang ada di langit dan di bumi, Allah peruntukkan untuk manusia..

di titik ini aku tersadar, ternyata menjadi manusia adalah sebuah kehormatan.. karena diciptakan dengan bentuk yang paling baik, diberi potensi dan akal. tidak semua makhluk lho diberi keistimewaan ini.. bahkan malaikat sekalipun :)


lalu untuk apa semua ini?? semua fasilitas yang Allah berikan lantas untuk apa? kehidupan ini, lahirnya diri ini, untuk apa?
Allah menjawabnya dalam firmannya "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.(QS 51:56), ternyata diriku adalah seorang abid, seorang hamba yang diciptakan dengan tujuan untuk mengabdi kepada-Nya..

awalnya aku bertanya-tanya, untuk apa aku mengabdikan diriku pada Allah? bukankah Allah sudah punya segalanya? kukira aku tak perlu melakukan apa-apa lagi untuk-Nya..
tapi kemudian aku merenung lagi.. betapa beruntungnya aku terlahir sebagai seorang manusia.. 
   begitu baiknya Allah memberikan banyak sekali nikmat-Nya kepadaku.. 
   diri ini milik Allah, harta ini milik Allah, hati dan jiwa ini milik Allah.. 
   segalanya milik Allah.. aku tanpanya bukan apa-apa.. 
   bukan kuasaku menggerakkan tangan ini.. 
   bukan kuasaku membuat jantung ini terus berdetak.. 
   bukan kuasaku untuk membuat darah di dalam tubuh ini terus mengalir..
   bahkan jika bukan atas kuasa-Nya, tak mungkin mata ini dapat berkedip.. 
betapa lemahnya aku tanpa Allah.. aku tak punya kuasa apapun bahkan atas diriku sendiri.. semuanya betul-betul terjadi karena kuasa-Nya.. manusia tidak memiliki daya upaya apapun kecuali tanpa izin-Nya..

karena itulah, aku patut berterima kasih dan bersyukur pada Allah atas hal itu.. jadi -seharusnya- ibadah itu jangan kita sikapi sebagai suruhan Allah kepada kita (nanti jadi beban), tapi sikapi ibadah sebagai wujud syukur dan terima kasih kita atas apa-apa yang telah Allah beri.. 

sangat tidak pantas ketika kita sadar atas nikmat yang Allah beri, tapi kita tidak mensyukurinya.. Allah memang tidak butuh ungkapan rasa "terima kasih" itu, tapi sebagai makhluk yang dulunya bukan apa-apa, bahkan tidak ada, lalu kita diciptakan dan dipelihara oleh-Nya hingga menjadi sebesar ini, secerdas ini, setangguh ini, karena Allah yang memelihara kita..
orang tua hanya sebagai perantara dan mereka tidak berkuasa sedikitpun untuk menjadikan fisik ini berkembang sesempurna ini..

jadi, kukira SANGAT PANTAS apabila kita mengabdi pada-Nya, sebagai wujud syukur atas semua nikmat yang telah Allah berikan hingga detik ini..

dan syukur, tidak hanya diwujudkan dengan ucapan "alhamdulillah" saja.. tapi ada bukti nyatanya, yaitu KARYA. karya yang kita dedikasikan sebagai bentuk pengabdian kita kepada-Nya.. layaknya cinta, yang tidak cukup hanya diucapkan di bibir, tapi juga menuntut bukti dan pengorbanan..

terima kasih ya Allah, telah melahirkanku ke dunia.. terima kasih telah memelihara aku hingga seperti sekarang ini.. nikmat dari-Mu takkan pernah terhitung, apalagi terbalas olehku.. 
aku hanya bisa membalas dengan syukurku, dengan ikhtiarku yang tidak seberapa..
tapi ya Rabb, betapa baiknya Engkau, bahkan bagi orang-orang yang bersyukur, yang mengabdikan dirinya dengan ikhlas kepada-Mu, Kau balas dengan syurga.. betapa luas kasih sayang-Mu ya Rabb..
abdiku seumur hidup pada-Mu bahkan tidak bisa dibandingkan dengan besarnya nikmat-Mu, tapi Engkau menjanjikan kebahagiaan dunia akhirat bagi mereka yang mengorbankan harta dan jiwanya demi Engkau. sungguh luas kemurahan hati-Mu ya Ilahi..
sujudku pada-Mu ya Rabb.. semoga diri yang hina ini kelak mendapat tempat terbaik di sisi-Mu, bersama orang-orang yang kucintai..


Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, bagi mereka surga-surga yang penuh kenikmatan,
Kekal mereka di dalamnya; sebagai janji Allah yang benar. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.

Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan (mu) selain Allah sebenarnya orang-orang yang dzalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". 
(QS. 31 : 9-12)


Sabtu, 09 Maret 2013

renungan di tahun terakhir menjadi mahasiswa


"Tetap semangat, jangan lulus tepat waktu, tapi lulus di waktu yang tepat. Tepat perencanaan, tepat kondisi dan situasi..
Semoga jadi amal shaleh kuliahnya.. Amin"

sebait nasehat dari komentar seseorang yang berkunjung ke blogku. komentarnya sudah lama sekali, tapi ketika sekarang kubaca lagi, meninggalkan sedikit renungan untukku yang sudah tingkat akhir ini. ga kerasa, udah semester 8 lagi..

jadi merenung.. di kalimat terakhir: "Semoga jadi amal shaleh kuliahnya.."

pertanyaannya: 
apakah selama ini kuliah saya sudah Allah nilai sebagai amal shaleh?

waktuku hanya tinggal beberapa bulan lagi (kalau lulus agustus 2013) dan saya tidak ingin 4 tahun saya di universitas menjadi sia-sia, tidak bernilai apapun di hadapan Allah. mungkin iya, ada sedikit penyesalan karena sering menyia-nyiakan kesempatan yang Allah berikan, tapi semoga di tahun terakhir ini semuanya bisa diperbaiki..

Ya Allah, maafkan.. hamba-Mu ini lalai lagi..
semoga kesempatan itu masih ada..

Jumat, 16 November 2012

kita ga pernah tau,, inspirasi, peluang, keyakinan, dan sesuatu yang menggerakkan itu datang di buku keberapa yang kita baca, di pertemuan keberapa yang kita hadiri, di nasihat keberapa yang kita dengarkan, di komunitas keberapa yang kita ikuti, di tempat keberapa yang kita singgahi, di orang keberapa yang kita temui, di doa yang keberapa kita baru dapet jawaban..
dan kita juga ga tahu, setelah kegagalan yang keberapa kita akan sukses. 
jadi, lanjutkan saja.. habiskan masing2 jatahnya sampai Allah kasih apa yang benar2 kita butuhkan.
ga akan ada yang sia2 selama kita mensyukurinya..

Rabu, 07 November 2012

hadiah


ini hadiah. hadiah untuk seseorang yang bertambah usianya hari ini.

aku tidak bisa memberikan banyak, tapi aku tahu, dia senang membaca, apalagi membaca tulisan seseorang yang orang lain buat untuknya.. seperti aku, yang selalu senang dan terinspirasi setiap membaca tulisannya.

dia istimewa. terlalu banyak ekspresi dalam raut mukanya. dan setiap ekpresinya menyimpan sejuta perasaan yang tak bisa kutebak apa itu. begitupun bahasa tubuhnya. rasanya seperti membaca apa yang tidak bisa dibaca. haha misterius :)

belum jika aku membaca tulisannya, banyak sekali kode di dalamnya, haha.. satu kalimat yang dia sampaikan di tumblrnya, menyimpan banyak makna yang terkadang aku harus berpikir keras untuk mengerti maksudnya.. begitupun ketika aku membaca ceritanya, selalu ada "pesan" dibalik segala hal yang dia ceritakan di sana..

dia istimewa, karena dia bisa menyampaikan rasa sayang dalam setiap kekesalannya.
dia bisa menyelipkan kepedulian dibalik kecerewetannya.
dia menunjukkan banyak harapan dalam setiap tangisnya.
dan dia tahu bagaimana caranya memuji, tapi tidak membuat yang dia puji menjadi tinggi hati.
dia istimewa, dengan segala kesederhanannya..
tak banyak yang aku tahu tentang dirinya, mungkin apa yang aku tulis sebelumnya pun tidak sepenuhnya benar, tapi aku selalu menunggu hal apa yang bisa dia bagikan kepadaku. lewat tulisannya, lewat perkataannya, bahkan lewat diamnya.

happy birthday, my dear Millah Fatimah..
terima kasih selalu menjadi teman berbagi yang menyenangkan, bersyukur Allah mempertemukan kita dalam ikatan yang diridhoi-Nya.. semoga persaudaraan ini dapat membawa kita kelak ke syurga-Nya ya..
terima kasih untuk setiap bait kalimat yang kau tulis baik di tumblr,twittet,maupun kau kirim langsung via sms,kadang menampar,kadang menyejukkan.. tapi caramu selalu tepat untukku..
semoga cintamu kepada Allah semakin besar, dan Allah semakin mencintaimu..
semoga selalu bisa menjadi cahaya bagi keluargamu, saudara-saudaramu, sahabat-sahabatmu, teman-temanmu, dan lingkunganmu..
selamat melanjutkan perjalanan hidupmu kawan, mengumpulkan sedikit demi sedikit bekal untuk tempat tujuan terakhir kelak..
barakallah..

Minggu, 04 November 2012

oh semester 7...


Semester tujuh. Ya Allah, waktu berjalan cepat sekali.. Tanpa terasa udah tingkat akhir di kuliah.. Jujur, rasanya saat ini adalah muak. Rasanya pengen cepet2 lulus!hahaha

semester 6 kemarin sempet frustasi dan bener2 udah di titik jenuh, tapi ternyata semester 7 jauh lebih menjemukan. ada kakak tingkat yang bilang, "setelah KKN mah ntar semangat lagi geura, soalnya lama di tempat KKN, jadinya kangen kuliah.." tapi ternyata itu tidak terjadi pada saya.hahaha

cukup banyak tekanan di semester ini, dan tantangan yang dihadapi lebih banyak dan lebih berat. ibarat naik gunung, makin mendekati puncak, makin berat medannya, makin curam tanjakannya, makin tipis tekanan udaranya, sementara tenaga dan perbekalan kita sudah hampir habis. malah kadang harus merangkak untuk nyampe puncak. and so does my feeling. haha

banyak banget tugas di semester ini, dan tugasnya presentasi semua, yang berarti kita harus benar2 mengerti dan belajar sendiri tentang materinya, dosen hanya mengoreksi atau menambahkan (ya iyalah, masa iya kudu disuapin terus). daaaan bonus di semester ini, hampir semua tugasnya sumbernya dari text book bahasa inggris.. huaaaaa.. *kalo novel bahasa inggris sih hayu.. hahaha *ngelus2 nover Maximum Ride :P

hampir tiap hari begadang buat ngerjain makalahnya satu demi satu, kerja kelompok, dalam kondisi jiwa udah jenuh, sumpah ini ga mudah buat dijalani.. dan sejujurnya, ini juga mengganggu aktivitas saya yang lain.. huhu.. Ya Allah, tolong beri jalan..

lelah? ya. tapi teringat perkataan seorang teman saya, lelah itu bukan berarti lemah, tapi lelah itu menandakan kita telah jauh berlalu dan dekat dengan tujuan kita. fiuh,, mendengar hal ini rasanya seperti dapet air minum dingin di tengah2 padang pasir..hehe 

hold on. bertahanlah sebentar lagi, garis finish hampir sampai.. kalau berhenti sekarang, perjuanganmu selama ini akan sia-sia.. selesaikan apa yang telah dimulai..
tetap bergantung sama Allah, karena sumber kekuatan hanya dari Allah.. cintai prosesnya, ini proses untuk mematangkanmu, Na.. bersikaplah dengan tepat dan serahkan semua pada Allah.. :)

Rabu, 17 Oktober 2012

secuplik hikmah di pagi ini


hari ini yang harusnya full kuliah dari jam 9.40 sampai jam 15.30 mendadak dapet jarkom tadi malem kalo ga ada kuliah. so this morning feels like sunday. hahaha. banyak waktu untuk menjelajahi dunia maya and i got so many inspiration. :D

kunci kebahagiaan dan ketenangan itu sebetulnya rasa syukur. sebelum mengeluh, bersyukur dulu. cari hal apapun itu, sekecil apapun itu, untuk kita syukuri. kalau perlu ditulis. it will help you a lot. :)
kalau aku sih udah membiasakan menulis "buku syukur", awalnya gara2 dikasih PR sepulang training, tapi dipikir2, jadi kebutuhan juga, soalnya kalo ngeliat deretan kalimat syukur, jadi asa ga pantes mau ngeluh juga. rasanya ga tau diri, udah dikasih nikmat segitu banyaknya sama Allah tapi yang bisa dilakukan hanya mengeluh. ditambah lagi, bersyukur itu menjadi magnet bagi rezeki agar berdatangan kepada kita. kan Allah sendiri yang bilang, barangsiapa yang bersyukur, maka akan Allah tambahkan lagi nikmat kepadanya (QS. 14:7). :)
jadi, kalau mau mengeluh, tanyakan dulu pada diri sendiri, pantaskah aku mengeluh? padahal Allah udah memberi sejuta hal yang bisa kita syukuri hari ini.

terima kasih untuk seorang teman yang memberi inspirasi di pagi ini. aku turut belajar dari masalahmu. makasih untuk curhatannya yaa.. smoga Allah cepat kasih solusi untuk masalahmu. 
jadi teringatkan kembali, bahwa dibalik semuanya pasti ada hikmah. Allah ingin kita memahami sesuatu dari masalah yang ada. karena kadang sebuah "pelajaran" itu mahal harganya. tapi Allah ga akan membebani seseorang di luar batas kemampuannya. dan Allah ngasih masalah selalu sepaket dengan solusinya. ^_^

selamat beraktivitas di hari ini, semoga keberkahan selalu mengiringi tiap langkah kaki kita. dan ridho Allah selalu mendampingi kita.
bismillah.. laa haulaa wa laa quwwata illa billah..