Senin, 25 Mei 2026

Meruntuhkan Sekat, Menghapus Jarak

Tak ada yang lebih mengerikan di dunia ini selain jauh dari Allah. Sedih dan terluka namun bersamaNya, masih lebih baik daripada hidup nyaman namun hampa karena tak ada Allah didalamnya.

Perlu kejujuran hati untuk mengakui bahwa saat kita merasa jauh dari Allah, tentu bukan Allah yang menjauh, karena sebetulnya Dia selalu dekat. Pastilah kita yang menjauh. Kita yang membuat sekat sehingga berjarak dengan Allah.

Dan Dzulhijjah, mengajak kita untuk meruntuhkan sekat itu. Syariat qurban dihadirkan Allah sebagai jalan agar kita kembali dekat kepada-Nya. Sebagaimana arti kata qurban yang berasal dari qoroba yang berarti dekat. Allah tidak ingin ada yang menghalangi kedekatan antara kita dengan-Nya. How sweet Allah, isnt't it? 🥹

Begitu pula dengan haji. Semua atribut, status, dan dunia yang sering kita banggakan dilepas, hingga yang tersisa hanyalah seorang hamba dengan Tuhannya.

Namun, melepas sekat itu tidak selalu mudah. Ada ego yang ingin terus dituruti. Ada rasa memiliki yang terlalu erat digenggam. Ada maksiat yang diam-diam membuat hati mengeras.

Karena itu, qurban bukan sekadar menyembelih hewan. Haji bukan sekadar pergi ke tanah suci. Keduanya adalah latihan melepaskan segala hal yang membuat kita jauh dari Allah sebagai bukti cinta kita kepada-Nya.

Maka Dzulhijjah hadir bukan hanya mengajak kita untuk beramal, tapi juga kembali pulang kepada Allah.
Dengan jiwa yang lebih tunduk.
Dengan hati yang lebih dekat.
Dengan sekat yang perlahan runtuh.

❤️‍🩹

Sabtu, 16 Mei 2026

Menjaga Iman

Sebaik-baik peninggalan adalah ilmu yang menumbuhkan iman. Dan hal paling berharga yang harus dijaga adalah keimanan itu sendiri, beserta seluruh wasilah yang membuatnya tetap hidup dan terus bertumbuh.

Al-Quran sebagai petunjuknya,

Orang-orang shalih sebagai penyampainya,

Majelis-majelis ilmu sebagai ruang tumbuhnya,

Ukhuwah sebagai penguatnya,

Ketaatan sebagai penjaganya,

Sejarah sebagai pengingat dan inspirasinya,

Serta keintiman dengan-Nya yang perlu terus dipelihara.

Semua perlu digenggam dekat dan erat. Sebab tanpanya, iman mudah goyah dan jiwa menjadi rapuh.

Hari ini, kita menjaga iman. Kelak, iman yang akan menjaga kita. Dan menghantarkan kita pada surga dan keridhoan-Nya.

#JurnalRamadhan1447H #RefleksiRamadhan

Jumat, 15 Mei 2026

15 Mei Kesepuluh

15 Mei Kesepuluh🫰

Udah di titik banyak banget cerita kalau diceritain, tapi masih pengen bikin lebih banyak cerita juga sama kamu, suamik🤏 #eaa hehehe

Alhamdulillah, bersyukur masih Allah kasih waktu bersama, masih saling memberi dan menerima cinta, masing saling belajar memahami, masih saling memaafkan, masih menuju dan menapaki arah yang sama, masih saling memilih, lagi dan lagi.

Semoga penjagaan Allah tak pernah lepas padamu dan padaku, dan bangunan cinta kita kepada-Nya semakin tinggi, semakin diridhai-Nya. Semoga hati kita tetap dijaga untuk terus pulang pada tujuan yang sama, dalam suka maupun lelahnya perjalanan.

Pokoknya, menikah denganmu, aku lebih dari bersyukur. 🥹🤍

Sinetron

aku: Bukan sulaap bukan sihir, tak disangka ku ada yang naksir~ (nyanyi)

suami: Siapa yang naksir?

aku: Kamuu~ (sambil nunjuk ke doi)

suami: Emang iya gitu naksir?

aku: Ya terus selama ini bilang love you love you ke aku itu apaa? (pake nada sinetron + wajah judes nia ramadhani waktu jadi bawang merah)

suami: Itu semua bohoongg (bales pake nada & ekspresi sinetron)

aku: apaaa?? (sok kaget ala sinetron)

Lalu kita ngakak berdua🤣


*Nemu percakapan ini di notes hp, tapi ternyata belum ditulis disini. Emang obrolan pasutri tuh kadang ada aja ya. Bisa-bisanya dari nyanyi tiba-tiba jadi maen sinetron-sinetronan WKWKWK