Husna Hanifah's Life Journal
mewujudkan harapan, mimpi, dan doa yang selama ini kupanjatkan
Selasa, 18 Agustus 2026
Merdeka
Sabtu, 25 Juli 2026
Mimpi Random
Senin, 25 Mei 2026
Meruntuhkan Sekat, Menghapus Jarak
Sabtu, 16 Mei 2026
Menjaga Iman
Sebaik-baik peninggalan adalah ilmu yang menumbuhkan iman. Dan hal paling berharga yang harus dijaga adalah keimanan itu sendiri, beserta seluruh wasilah yang membuatnya tetap hidup dan terus bertumbuh.
Al-Quran sebagai petunjuknya,
Orang-orang shalih sebagai penyampainya,
Majelis-majelis ilmu sebagai ruang tumbuhnya,
Ukhuwah sebagai penguatnya,
Ketaatan sebagai penjaganya,
Sejarah sebagai pengingat dan inspirasinya,
Serta keintiman dengan-Nya yang perlu terus dipelihara.
Semua perlu digenggam dekat dan erat. Sebab tanpanya, iman mudah goyah dan jiwa menjadi rapuh.
Hari ini, kita menjaga iman. Kelak, iman yang akan menjaga kita. Dan menghantarkan kita pada surga dan keridhoan-Nya.
#JurnalRamadhan1447H #RefleksiRamadhan
Jumat, 15 Mei 2026
15 Mei Kesepuluh
15 Mei Kesepuluh🫰
Udah di titik banyak banget cerita kalau diceritain, tapi masih pengen bikin lebih banyak cerita juga sama kamu, suamik🤏 #eaa hehehe
Alhamdulillah, bersyukur masih Allah kasih waktu bersama, masih saling memberi dan menerima cinta, masing saling belajar memahami, masih saling memaafkan, masih menuju dan menapaki arah yang sama, masih saling memilih, lagi dan lagi.
Semoga penjagaan Allah tak pernah lepas padamu dan padaku, dan bangunan cinta kita kepada-Nya semakin tinggi, semakin diridhai-Nya. Semoga hati kita tetap dijaga untuk terus pulang pada tujuan yang sama, dalam suka maupun lelahnya perjalanan.
Pokoknya, menikah denganmu, aku lebih dari bersyukur. 🥹🤍
Sinetron
aku: Bukan sulaap bukan sihir, tak disangka ku ada yang naksir~ (nyanyi)
suami: Siapa yang naksir?
aku: Kamuu~ (sambil nunjuk ke doi)
suami: Emang iya gitu naksir?
aku: Ya terus selama ini bilang love you love you ke aku itu apaa? (pake nada sinetron + wajah judes nia ramadhani waktu jadi bawang merah)
suami: Itu semua bohoongg (bales pake nada & ekspresi sinetron)
aku: apaaa?? (sok kaget ala sinetron)
Lalu kita ngakak berdua🤣
*Nemu percakapan ini di notes hp, tapi ternyata belum ditulis disini. Emang obrolan pasutri tuh kadang ada aja ya. Bisa-bisanya dari nyanyi tiba-tiba jadi maen sinetron-sinetronan WKWKWK
Rabu, 23 April 2025
Anak
Suatu hari, aku lupa topik awalnya apa, tapi kami lagi ngobrol santai, dan tiba-tiba suami nanya:
"Kamu kesayangan Aa bukan?"
"Iya lah! Aa sayang sama aku kan?"
"Sayang."
Sumpah, ini obrolan nggak penting banget, tapi kayaknya hampir semua pasutri pernah deh punya momen-momen nggak penting gini. Ya kalau nggak sayang ngapain juga masih dinikahin, ya kan? Wkwk.
Terus aku iseng nanya:
"Oh, sayang ya? Emang aku kesayangan Aa yang ke berapa?"
"Hmm… kedua."
Denger jawaban itu, aku dan suami langsung cekikikan. Sudah kuduga jawabannya bukan nomer satu, wkwk.
"Emang yang pertamanya siapa?"
"Dede El."
FYI, El adalah keponakan kami yang baru umur dua bulan. Anak dari adiknya suami yang masya Allah, lucu dan gemesin banget!
"Ih, naon tiba-tiba Dede El? Biasanya kan nomor satunya komputer," soalnya doi tuh sering banget nongkrong depan komputer. Dan setiap kali ditanya lebih sayang aku atau komputer, pastinya jawabannya komputer. *emote memutar bola mata
"Nggak, sekarang mah Dede El," jawabnya mantap.
"Ih! Berarti kalau kita punya anak, Aa lebih sayang sama anak kita dong?!"
"Ya iyalah!"
"Ih, nggak boleh gitu tau! Katanya walaupun udah punya anak, tetep nomor satunya harus istri."
"Hmm, gitu ya? Harus istri dulu ya?"
"Iya dong!"
Terus doi diem sebentar, terus nanya balik:
"Bentar... terus kalau gitu, kamu, siapa?" Maksudnya, kalau suami harus mengutamakan istri, istri lalu harus mengutamakan siapa dong?
"Ya anak lah!" Hahaha! Pas ngomong itu aku ketawa ngakak sampai susah berhenti. Baru nyadar ternyata kalau ditanya gitu, jawabanku juga anak wkwkwk.
"Tuh kan! Licik ih!" kata suami, terus dia juga ikutan ngakak. Dan akhirnya kita ketawa bareng-bareng. Hahaha.
*jangan dianggap serius, ini hanya obrolan iseng dan bercandaan kami XD
Sabtu, 01 Maret 2025
Kenangan Ramadhan dan Pesan yang Ayah Tinggalkan
Sejak malam pertama Ramadhan tadi, aku teringat sebuah momen bersama keluarga, saat kami menginap di sebuah villa di Bandung. Tepat setahun yang lalu, aku dan keluarga suami berkumpul 2 hari 1 malam, yang mana malam itu adalah malam pertama bulan Ramadhan. Ayah, bunda, semua anak-anak dan menantu, lengkap hadir. Bahkan saat itu anggota keluarga kami baru bertambah satu personil karena adik iparku baru saja menikah.


