Husna Hanifah's Life Journal
mewujudkan harapan, mimpi, dan doa yang selama ini kupanjatkan
Senin, 25 Mei 2026
Meruntuhkan Sekat, Menghapus Jarak
Sabtu, 16 Mei 2026
Menjaga Iman
Sebaik-baik peninggalan adalah ilmu yang menumbuhkan iman. Dan hal paling berharga yang harus dijaga adalah keimanan itu sendiri, beserta seluruh wasilah yang membuatnya tetap hidup dan terus bertumbuh.
Al-Quran sebagai petunjuknya,
Orang-orang shalih sebagai penyampainya,
Majelis-majelis ilmu sebagai ruang tumbuhnya,
Ukhuwah sebagai penguatnya,
Ketaatan sebagai penjaganya,
Sejarah sebagai pengingat dan inspirasinya,
Serta keintiman dengan-Nya yang perlu terus dipelihara.
Semua perlu digenggam dekat dan erat. Sebab tanpanya, iman mudah goyah dan jiwa menjadi rapuh.
Hari ini, kita menjaga iman. Kelak, iman yang akan menjaga kita. Dan menghantarkan kita pada surga dan keridhoan-Nya.
#JurnalRamadhan1447H #RefleksiRamadhan
Jumat, 15 Mei 2026
15 Mei Kesepuluh
15 Mei Kesepuluh🫰
Udah di titik banyak banget cerita kalau diceritain, tapi masih pengen bikin lebih banyak cerita juga sama kamu, suamik🤏 #eaa hehehe
Alhamdulillah, bersyukur masih Allah kasih waktu bersama, masih saling memberi dan menerima cinta, masing saling belajar memahami, masih saling memaafkan, masih menuju dan menapaki arah yang sama, masih saling memilih, lagi dan lagi.
Semoga penjagaan Allah tak pernah lepas padamu dan padaku, dan bangunan cinta kita kepada-Nya semakin tinggi, semakin diridhai-Nya. Semoga hati kita tetap dijaga untuk terus pulang pada tujuan yang sama, dalam suka maupun lelahnya perjalanan.
Pokoknya, menikah denganmu, aku lebih dari bersyukur. 🥹🤍
Sinetron
aku: Bukan sulaap bukan sihir, tak disangka ku ada yang naksir~ (nyanyi)
suami: Siapa yang naksir?
aku: Kamuu~ (sambil nunjuk ke doi)
suami: Emang iya gitu naksir?
aku: Ya terus selama ini bilang love you love you ke aku itu apaa? (pake nada sinetron + wajah judes nia ramadhani waktu jadi bawang merah)
suami: Itu semua bohoongg (bales pake nada & ekspresi sinetron)
aku: apaaa?? (sok kaget ala sinetron)
Lalu kita ngakak berdua🤣
*Nemu percakapan ini di notes hp, tapi ternyata belum ditulis disini. Emang obrolan pasutri tuh kadang ada aja ya. Bisa-bisanya dari nyanyi tiba-tiba jadi maen sinetron-sinetronan WKWKWK
Rabu, 23 April 2025
Anak
Suatu hari, aku lupa topik awalnya apa, tapi kami lagi ngobrol santai, dan tiba-tiba suami nanya:
"Kamu kesayangan Aa bukan?"
"Iya lah! Aa sayang sama aku kan?"
"Sayang."
Sumpah, ini obrolan nggak penting banget, tapi kayaknya hampir semua pasutri pernah deh punya momen-momen nggak penting gini. Ya kalau nggak sayang ngapain juga masih dinikahin, ya kan? Wkwk.
Terus aku iseng nanya:
"Oh, sayang ya? Emang aku kesayangan Aa yang ke berapa?"
"Hmm… kedua."
Denger jawaban itu, aku dan suami langsung cekikikan. Sudah kuduga jawabannya bukan nomer satu, wkwk.
"Emang yang pertamanya siapa?"
"Dede El."
FYI, El adalah keponakan kami yang baru umur dua bulan. Anak dari adiknya suami yang masya Allah, lucu dan gemesin banget!
"Ih, naon tiba-tiba Dede El? Biasanya kan nomor satunya komputer," soalnya doi tuh sering banget nongkrong depan komputer. Dan setiap kali ditanya lebih sayang aku atau komputer, pastinya jawabannya komputer. *emote memutar bola mata
"Nggak, sekarang mah Dede El," jawabnya mantap.
"Ih! Berarti kalau kita punya anak, Aa lebih sayang sama anak kita dong?!"
"Ya iyalah!"
"Ih, nggak boleh gitu tau! Katanya walaupun udah punya anak, tetep nomor satunya harus istri."
"Hmm, gitu ya? Harus istri dulu ya?"
"Iya dong!"
Terus doi diem sebentar, terus nanya balik:
"Bentar... terus kalau gitu, kamu, siapa?" Maksudnya, kalau suami harus mengutamakan istri, istri lalu harus mengutamakan siapa dong?
"Ya anak lah!" Hahaha! Pas ngomong itu aku ketawa ngakak sampai susah berhenti. Baru nyadar ternyata kalau ditanya gitu, jawabanku juga anak wkwkwk.
"Tuh kan! Licik ih!" kata suami, terus dia juga ikutan ngakak. Dan akhirnya kita ketawa bareng-bareng. Hahaha.
*jangan dianggap serius, ini hanya obrolan iseng dan bercandaan kami XD
Sabtu, 01 Maret 2025
Kenangan Ramadhan dan Pesan yang Ayah Tinggalkan
Sejak malam pertama Ramadhan tadi, aku teringat sebuah momen bersama keluarga, saat kami menginap di sebuah villa di Bandung. Tepat setahun yang lalu, aku dan keluarga suami berkumpul 2 hari 1 malam, yang mana malam itu adalah malam pertama bulan Ramadhan. Ayah, bunda, semua anak-anak dan menantu, lengkap hadir. Bahkan saat itu anggota keluarga kami baru bertambah satu personil karena adik iparku baru saja menikah.
Rabu, 15 Mei 2024
Sewindu
"Happy anniversary~" sambil tersenyum, aku menghampiri suami yang sedang duduk di depan komputernya. Masya Allah, udah 8 tahun aja.
"Eh iya, happy anniversary.." jawabnya sambil memelukku.
"Aa ridho nggak sama aku selama 8 tahun ini?"
"Ridho."
"Alhamdulillah. Makasih ya udah bermudah-mudah memberi ridho untuk aku."
Lalu aku bertanya lagi, "Aa maafin aku nggak, aku banyak kurangnya loh selama 8 taun ini.."
"Iya, aman." Aku pasti pernah bikin salah, tapi kata "aman" ini kuanggap kesalahanku berarti masih termaafkan olehnya. Alhamdulillah.
"Walaupun aku jarang masak?" Tanyaku lagi, memastikan. Soalnya aku beneran sejarang itu masaknya.
"Iya, gapapa."
"Tapi kan kalau aku jarang masak aku jadi ngabisin uang aa lebih banyak?" Kali ini aku bertanya dengan setengah bercanda.
"Nah iya. Uang aa teh abis.. Sekarang mah harus sering masak ah"
😂😂😂
Tapi walaupun doi bilang begitu, istrinya ini tetep aja nggak diprotes kalo pesen Syopifood dan tetep dibeliin kalau aku minta jajan ini itu wkwkwk. Semoga Allah selalu melapangkan rezekimu ya suamik <3
***
Happy anniversary, sayangnya akoohh!🥳
Agak geli sebenarnya ngetiknya, tapi karena postingannya bisa dijadiin hashtag bagus, jadi gapapa sekali2😂
Intinya sih, nggak ada yang kepikiran selain ingin bilang makasih. Dan terima kasihku yang paling besar adalah:
Terima kasih sudah bermudah-mudah memberi ridho dan maafmu untukku, walau aku sebagai istri banyak sekali kurangnya.
Lega sekali rasanya setiap kali mendengar dari mulutmu sendiri, bahwa aku diridhoi dan dimaafkan. Rasanya seperti dilapangkan jalanku menuju surga.. 🥹
Terima kasih yaa sudah bersabar membersamai aku yang masih terus belajar jadi istrimu. Semoga dengan mengantongi ridhomu, Allah berkenan menurunkan ridho-Nya untukku :')
Semoga Allah mudahkan langkah-langkah kita untuk menjalani setiap amanah-Nya. Semoga Allah senantiasa menjaga dan menuntun kita dalam naungan kasih sayang-Nya. Semoga Allah karuniakan untuk keluarga kita, hasanah di dunia dan di akhirat.
Terus sama-sama sampai syurga ya.. Insya Allah, nanti bareng anak-anak juga (semoga Allah kehendaki🤲)
#sewindubersamamu #cie
Selasa, 14 Mei 2024
Pacaran
Aku dan suami punya langganan beli bakmie/nasi goreng jawa yang enak banget di depan komplek rumah mertuaku. Yang jualan bapak dan ibu yang merupakan sepasang suami dan istri. Makanannya beneran seenak itu dan saking seringnya kami beli di sana, bapak dan ibu penjualnya sampe hafal dan selalu ngajak ngobrol.
Sampai suatu hari di bulan Syawal kami kesana lagi beli nasi goreng. Si ibu menyapa dengan ramah seperti biasa, lalu si bapak sigap mengolah dan memasak bahan masakan. Kami mengobrol cukup lama sembari menunggu makanan siap.
Lalu sebelum kami pamit, si ibu nanya ke suamiku, "Ini teh kalian suami istri?"
"Iya.."
"Ooh kirain teh masih pacaraan,"
"Udah 8 taun nikahna ge Buu," kata suamiku sambil terkekeh.
Haha, ngakak dengernya. Umur udah kepala 3 masih dikira anak muda lagi pacaran ya ampuun wkwk. Alhamdulillah ya berarti kami awet muda XD
Tapi nggak salah sih Bu, kami emang masih pacaran kok. Pacaran halal :D


