Selasa, 23 Agustus 2011

ramadhannya mau abis.. :(

sekarang sudah hari ke 23, dan rasanya sediiiih banget. cemas, karena ramadhannya udah mau berakhir.
mungkin tanggal segini orang2 udah pada siap-siap buat lebaran, mulai hunting baju baru, bikin kue, dan semacamnya, tapi saya boro2 mikirin lebaran, saat ini rasanya beraaaat banget ninggalin Ramadhan..
sebenarnya maknanya bisa ambigu sih,

kemungkinan pertama : Ramadhannya sukses dan banyak hikmah yang bisa diambil selama ramadhan, target tercapai, jadi sangat-sangat menikmati suasana ramadhan sehingga ga mau lepas dari ramadhan dan pastinya, berharap untuk ketemu ramadhan tahun depan. sehingga wajar, jika berat meninggalkan ramadhan.

kemungkinan kedua : kebalikan dari yang pertama, ramadhannya tidak sesuai yang diharapkan, target belum tercapai, sehingga berharap ramadhannya jangan dulu berakhir, karena belum menggunakan waktu yang tersedia dengan optimal.

sebenarnya, hidup itu ada fasenya. kita tahu bahwa ramadhan bulan pembinaan, bulan pembakaran, bulan dimana potensi kita -seharusnya- dikerahkan dengan maksimal. dan setelah bulan ini, jika kita berhasil membina diri selama ramadhan, kita akan siap menjemput kemenangan kita di idul fitri dan menjadi meningkat di syawal.

jadi sebenarnya kemungkinan yang kedua rada keliru juga sih.. justru orang yang 'berhasil' di ramadhan, akan menantikan datangnya kemenangan itu. kalau kemungkinan kedua terjadi, berarti dia belum bisa mengatur waktunya dengan baik sehingga 30 hari yang dilaluinya dirasa tidak cukup. padahal Allah telah mencukupkan 30 hari itu untuk kita membina diri, sehingga jika kita tidak berhasil, kesalahan tentulah datang dari diri kita.

"orang yang berhasil di Ramadhan, ia akan siap menjemput kemenangan itu.."

sudah saatnya merefleksi diri, sudahkah saya pantas menjemput kemenangan itu.. kalau belum, masih bisa berupaya di 7 hari ke depan..

wallahu 'alam.
smoga bermanfaat.
smoga sisa Ramadhannya bisa dimanfaatkan dengan baik. :)

Sabtu, 20 Agustus 2011

aku, di hari ke-20

Akhir-akhir ini banyak berpikir.. tentang hidup, tentang diri, tentang perubahan. Ya, aku berubah. Setidaknya begitu yang aku rasakan, walaupun orang-orang mungkin tak melihat perubahannya.. Ada banyak hal yang dituntut untuk segera diselesaikan, dan ini membuat otak berpikir keras, bagaimana caranya agar amanah bisa tunai dalam waktu yang sudah ditargetkan.

Ramadhan udah masuk hari ke-20, dan masih banyak hal yang belum bisa optimal dalam menjalankannya. Waktu semakin sempit dan saat ini saya dituntut untuk bisa memanage waktu dengan baik, memanfaatkan setiap harinya, setiap jamnya, bahkan mungkin tiap menitnya agar target yang sudah dibuat di awal Ramadhan bisa tercapai. GA MAU TAU, harus tercapai. Dan hingga detik ini, saya masih mengupayakannya. Yang penting ga berhenti buat mencoba, dan ga pernah berpikir untuk mencoba berhenti. Bagaimanapun, ini adalah jalan yang telah saya pilih, dan saya bertanggungjawab atasnya. 

Inilah proses menuju kedewasaan, dimana tanggungjawab adalah hal mutlak yang harus dimiliki. Ingat, ini bukan perkara main-main. Ini menyangkut nasibku setelah mati. RUGI, kalau cuma mikirin dunia, rugi kalau mati tanpa karya, tanpa prestasi yang bisa diakui. 

Ramadhan kali inipun, ga ada yang bisa menjamin bahwa ini bukan yang terakhir bagi saya. Mungkin kita bisa minta ke Allah, minta dipanjangkan umur kita, minta dipertemukan lagi dengan Ramadhan tahun depan, tapi ketika Dia sudah berkehendak, tidak ada yang bisa menundanya atau mempercepatnya. Umur kita ga ada yang tau, itu sudah menjadi rahasia Allah yang sudah ditentukanNya.

Maka dari itu,, jangan pernah sia-siakan waktu, jangan pernah sia-siakan kesempatan yang datang kepada kita, karena bisa jadi, itu adalah kesempatan terakhir kita. 

*masih berupaya

Sabtu, 13 Agustus 2011

kecewa pada dunia?

Di dunia ini, tak ada yang namanya kebetulan. Semua takdir itu pada dasarnya baik, tinggal bagaimana kita menyikapinya saja. Kita terlahir di keluarga kitapun, itu bukan sebuah kebetulan. Ada rencana-Nya di balik semua ini, di balik kisah hidup yang telah atau sedang dilalui. Bahkan kehidupan kita yang akan datangpun, telah diatur oleh-Nya. Kita tak punya kehendak apapun untuk mengubah ketetapan dari-Nya, ini sudah yang terbaik yang Allah berikan pada kita.

Kalau ada yang membuatmu kecewa pada dunia, sadarlah bahwa ada skenario yang lebih indah yang tengah Dia siapkan untukmu. 

Barangkali Dia juga sedang mengujimu untuk melihat sejauh mana kau bersabar menghadapi ‘tantangan’ yang Dia berikan. Ya, saya sebut disitu tantangan, bukan cobaan. Karena kalau kita menganggapnya tantangan, kita akan merasa terpacu untuk menghadapinya dan menyelesaikannya, tapi cobaan tak lebih dari sekedar nasib yang seakan tak bisa dirubah. 

Selain itu mungkin Dia juga sedang mengingatkan padamu bahwa tak ada gunanya bergantung kepada selain-Nya. Dunia adalah semu. Dan yang akan diberikannyapun adalah kesemuan semata. Tapi kita milik Allah yang kekal, dan hanya akan kembali kepada-Nya, maka pada siapa lagi kita bergantung jika bukan kepada-Nya?

Atau mungkin Dia mencoba menyapamu, melihatmu terlena dengan kehidupan dunia, dengan cinta semu, dengan setumpuk rutinitas, karena Dia tahu manusia akan lebih sering mengingatnya jika dilanda kesusahan, tapi begitu Dia berikan lagi kebahagiaan, kita melupakan-Nya kembali. Maka, tak ada salahnya bukan jika kita mencoba melirik dan berbalik menyapa-Nya? Syukur-syukur jika kita menjadi semakin dekat dengan-Nya.

Mungkin juga dia ingin mengujimu, dan ingin tahu, apakah kamu bisa lulus ‘ujian’ dari-Nya?

Dan mungkin masih banyak lagi alasan Allah memberikan semua ini. Ini baru sebagian kecil yang bisa diungkapkan. Jika dijabarkan pasti akan sangat panjang sekali. Semuanya kembali kepada bagaimana kita menyikapinya. Satu hal yang terpenting, pandanglah segala sesuatunya dengan kacamata positif (meskipun mata anda minus, hehe) dan kembalikan semuanya kepada sang pemegang takdir, maka yang ada di benakmu hanyalah rasa syukur yang tiada habisnya. 

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”
(QS. 16:78)

Rabu, 10 Agustus 2011

edisi curhat ramadhan :P

hehe,, sebenernya ga biasa curhat di blog, atau fb, biasanya twitter yang jadi ajang buat curhat. btw, follow me @una_ha2 (eaaa,, promosi..)

ada alasan kenapa harus curhat disini, ada hal yang harus disampaikan, yang mungkin bisa jadi pelajaran bagi semua orang yang baca blog saya ini..

saya, sudah dari sebelum rajab telah menyiapkan diri sebelum menghadapi ramadhan. sudah bertekad tidak akan melewatkan ramadhan ini dengan sia-sia, seperti yang saya lakukan di ramadhan-ramadhan sebelumnya. belum jelas hal apa yang sebenarnya menjadikan kita berhasil di bulan ramadhan. ada yang bilang keberhasilan kita di bulan ramadhan dilihat dari perubahan pribadi kita di 11 bulan berikutnya, tentu untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. diri ini sudah seharusnya bertanya, "apa yang telah didapat dari ramadhan?"

kalau berkaca dari ramadhan tahun lalu, jujur, payah banget. makanya di ramadhan sekarang ga mau melakukan hal yang sama. ramadhan taun ini, ga mau tau, harus memiliki makna. harus memberikan karya yang terbaik. ga mau tau.

katanya, idul fitri itu hari kemenangan. kemenangan apa yang dimaksud? kadang orang juga ga ngerti. masih menilai idul fitri sebagai rutinitas yang dilakukan setelah kita berpuasa 30 hari di bulan ramadhan. tapi adakah yang didapat? adakah kita mengerti makna shaum kita, makna idul fitri?

10 hari pertama ramadhan katanya Allah menurunkan rahmat-Nya. apa bukti bahwa kita mendapatkan rahmat-Nya? sebenarnya rahmat seperti apa yang Allah maksudkan? harus bisa kita pastikan itu.

haha.. so many questions here.. tapi ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang butuh jawaban.. realistis. bukan hanya sekedar angan-angan bahwa kita ingin berhasil di ramadhan ini.. tapi ikhtiar juga dibutuhkan untuk menemukan sebenarnya kenapa Allah memberikan ramadhan sebagai bulan yang spesial, dimana orang-orang berbondong-bondong tarawih di masjid, tadarus rajin, sholat sunat rajin, rajin mengikuti kajian atau ta'lim,  tapi ternyata, ketika ramadhan lewat, seperti tidak berbekas. sayang sekali bukan? lalu apa artinya amal ibadah yang kita lakukan selama ramadhan?

hal inilah yang tidak boleh terjadi.

selama 10 hari pertama ini banyak pelajaran yang didapat. salah satunya jangan fokus pada masalah, tapi fokuslah pada solusi. sempet melongo karena ada suatu masalah. bingung, apa yang harus dilakukan? ketika kenyataan tidak sesuai yang diharapkan, dan penyelesaiannya ga bisa diselesaikan dengan main-main, reaksi pertama adalah: bingung. masalahnya, hal ini seperti baru saja menghancurkan planning2 yang sudah disusun, semua rencana yang sudah dibuat seperti dirubuhkan dalam sekejap.

kecewa, sempat. tapi semuanya saya kembalikan lagi pada Pemegang Takdir. percaya bahwa inilah takdir terbaik dari-Nya dan Dia sedang menyiapkan skenario yang lebih baik dari rencana yang telah kususun. yah.. manusia boleh berencana, tapi hasil tetap Allah yang menentukan. maka terima saja dengan ikhlas..
 
tapi ada hal yang bikin ga kalah kelabakan dari ini. setelah sempet melongo beberapa hari, dan ketika diri ini semangat lagi untuk menjalani aktivitas dan kewajiban yang ada, sakit menyerang tubuh saya. energi yang ada jadi tidak tersalurkan. planning2 yang telah dibuat juga jadi tertunda lagi.

udah 3 hari badan lemes dan ga pergi kemana-mana. tapi ya tetap disyukuri saja.. mungkin ada rencana yang Allah simpan untukku.. tapi sakit ini tetap tidak akan merubah tekadku untuk memburu rahmat, barokah, dan magfiroh dari-Nya.. seperti yang sudah saya katakan di awal, ramadhan ini ga boleh berlalu sia-sia.

semoga cepat disembuhkan, agar bisa beraktivitas lebih super dari hari-hari yang telah saya lalui sebelumnya..

Selasa, 09 Agustus 2011

coba dulu!

tergelitik untuk menulis, tapi apa yang ingin ditulis, kata2nya masih pada di otak. huehehehe..

tapi mari kita mulai saja, biarkan air mengalir dengan sendirinya (naon deui)
pernah dengar yang namanya seleksi? menurut kamus besar bahasa indonesia, se·lek·si /seléksi/ n pemilihan (untuk mendapatkan yg terbaik); penyaringan. yap, sebuah pemilihan, atau penyaringan, untuk mendapatkan yang terbaik. contoh, ketika ada olimpiade akuntansi misalkan, tidak semua siswa bisa terpilih mewakili sekolahnya kan? tapi ada seleksi yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk menyaring mana siswa-siswa unggulannya yang memang pantas mengikuti olimpiade tersebut.

contoh lain, dan saya paling suka mengilustrasikannya dengan ini. ketika ada kejuaraan lari tingkat nasional, tentu tiap daerah juga akan melakukan penyeleksian terhadap warganya siapa yang kira-kira pantas mewakili daerahnya agar daerah tersebut menang, juara.

setelah diseleksipun, tidak lantas orang pilihannya itu dibiarkan, tapi dilatih, diberi ilmu dan penyusunan strategi tentang bagaimana caranya menang. bahkan mencari info keunggulan dan kelemahan lawan juga merupakan suatu hal yang penting. istilahnya, ada masa karantina dimana si calon juara digembleng dan dilatih oleh pelatih yang juga dipilih oleh walikotanya atau kepala daerahnya. dengan harapan, dia kelak bisa menjuarai kejuaraan lari tersebut. 

akhirnya, saat yang dinantikanpun tiba. tibalah hari kejuaraan itu dimulai. si calon juara bertemu dengan lawan-lawan yang akan bertanding dengannya, si pelatihpun memberi semangat padanya. "ayo, kamu bisa. kamulah orang terbaik yang dikirimkan oleh desa kita untuk mengikuti pertandingan ini!" ujar si pelatih. si calon juara pun makin percaya diri.

dan pertandingan pun dimulai. para peserta lomba lari bersiap di belakang garis start. si calon juara mulai merasakan hawa kompetisi di arena lari itu. namun, tiba-tiba ada yang membuatnya ragu saat melihat ke kanan dan kirinya, "waah,, banyak sekali lawanku, dan kelihatannya mereka hebat-hebat, apa aku bisa mengalahkan mereka semua ya?" ucap si calon juara dalam hati.

priiiit.. peluit tandanya pertandingan dimulai. semua peserta lari dengan semangat. namun, ada satu peserta yang tidak berlari. ternyata si calon juara itu masih tetap di belakang garis finishnya. "aku tidak mungkin mengalahkan mereka" begitu bisiknya dalam hati.

si pelatih yang melihat hal itu lantas berteriak padanya, "hey, apa yang kau lakukan!! ayo cepat berlari!"
"aku tidak bisa melakukannya pelatih! mereka semua jauh lebih hebat daripada aku! aku akan kalah!" balas si calon juara. tapi sepertinya namanya baru saja berubah menjadi si calon ... (apa bahasanya untuk mendefinisikan orang yang kalah dalam bahasa indonesia? kalau di bahasa inggrisnya 'loser') yasudahlah.

tak hanya pelatihnya yang geram, tapi gerutu dari para penonton pun terdengar riuh sekali. dia tidak bisa memuaskan ratusan bahkan ribuan penonton yang menunggu aksinya.

akhirnya, pertandingan selesai. semua peserta tiba di garis finish sementara si calon juara tadi yang kini menjadi pecundang masih termenung di belakang garis start. "aah,, aku memang tidak akan bisa memenangkan pertandingan ini.." ujarnya sambil melangkah gontai meninggalkan arena.

si pecundang tadi menemui pelatihnya. dengan kesal, pelatihnya menamparnya. PLAK!! si pecundang hanya tertunduk. "maafkan aku pelatih.." katanya.

"saya kecewa dengan kamu," ujar si pelatih. "kamu tahu, orang-orang di desa kita mengharapkan kamu menang, bukan untuk kalah! dan bahkan kamu lebih hina dari orang yang kalah, karena kamu kalah sebelum bertanding!"
"maafkan saya pelatih,, ketika saya melihat lawan-lawan saya, saya merasa takut saya akan kalah, dan ketakutan itu membuat saya untuk tidak bisa berlari.."
"alasan saja kamu! kamu merasa takut akan kalah, sementara jika belum dicoba, siapa yang tau kalau kamu akan kalah? kamu bahkan belum mencobanya! saya tidak habis pikir apa sebenarnya yang ada di pikiran kamu."
si pecundang tertunduk. apa yang dikatakan pelatihnya benar..
"kamu telah saya latih. kita berdua mempersiapkan turnamen ini selama berbulan-bulan. tapi kamu menghancurkannya hanya dalam sehari dan kamu sukses membuat usaha kita menjadi sia-sia! apa gunanya saya melatih kamu jika hasilnya seperti ini??!!"
si pecundang makin tertunduk. ia tidak bisa berkata-kata lagi.. ia tahu ia baru saja menghancurkan segalanya dan sekarang yang tersisa adalah penyesalan..
"kamu tahu, saya-dan seluruh orang di desa kita- lebih menghargai kamu kalah setelah bertanding. setelah kamu berusaha sebaik mungkin untuk menjalaninya, kemudian kamu kalah, hal itu jauh lebih terhormat dibanding kamu kalah sebelum bertanding. kamu telah berhasil membuat kami kecewa, pecundang.. padahal sebelumnya kami sangat percaya bahwa kamu bisa memenangkannya. kekalahan itu untuk dirimu sendiri, kami masih dapat mencari orang-orang yang lebih serius dan lebih berani, tidak bermental tempe sepertimu, yang berkutat dengan kekhawatiran akan kalah sebelum mencoba.."
"maafkan saya pelatih,," jawab si pecundang sambil terisak.
"kau pikir ada gunanya minta maaf sekarang? semuanya sudah terjadi dan kamu tidak memberikan kontribusi apapun untuk desa kita. silakan nikmati penyesalanmu." jawab si pelatih sambil berlalu.

***

kita sudah diberi potensi. tapi potensi itu sia-sia saja jika tidak dipergunakan. seperti mobil remote controll dengan batere full, tapi jika tidak digerakkan, mobil itu tidak akan berjalan, seprima apapun kondisi mobilnya.
ingat, lebih baik kalah dengan terhormat daripada kalah sebelum bertanding, karena ketika kita kalah, kita baru saja belajar bagaimana caranya menang. sehingga ketika kita dihadapkan pada pertandingan yang serupa (dalam hal ini masalah di hidup kita), kita sudah tau bagaimana cara memenangkannya.
 
jangan pernah jadikan pemberian Allah sia-sia.

Allah telah menjadikan manusia paling mulia dan menciptakan kita dengan bentuk yang paling baik, apakah status tersebut akan kita ubah menjadi sehina-hinanya makhluk dan menjadi makhluk yang dzalim dan bodoh?
na'udzubillah..


tapi tetap, kemenangan adalah harapan mutlak untuk setiap orang. bukan berarti memaklumi kekalahan kita, tapi berpikir dan belajar dari kekalahan untuk selanjutnya menang di kemudian hari. selamat berjuang, wahai para pemenang! :D


*subhanallah,, yang asalnya ga tau mau nulis apa, jadi bermakna gini tulisan saya. hehe.. smoga bermanfaat :))

Rabu, 20 Juli 2011

hidup kita, untuk yang mana?

Rasulullah bersabda, “Demi Allah, dunia ini dibanding akhirat ibarat seseorang yang mencelupkan jarinya ke laut; air yang tersisa di jarinya ketika diangkat itulah nilai dunia” (HR Muslim)

Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya aku mampu melihat apa yang tak sanggup kalian lihat. Kudengar suara gesekan dilangit (berkriut-kriut), langit sedemikian padatnya, tak ada tempat kosong bahkan seluas empat jari sekalipun karena langit dipenuhi para malaikat yang sedang bersujud kepada Allah SWT.
Demi Allah ! Sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui (tentang akhirat), niscaya kalian tidak akan pernah tertawa sedikitpun, bahkan kalian pasti akan banyak menangis (karena takut). Dan niscaya kalian tidak akan pernah bisa bersenang-senang dengan istri-istri kalian, dan niscaya kalian akan keluar berhamburan ke jalan-jalan (berteriak) untuk memohon (ampun) dan memanjatkan doa kepada Allah (meminta perlindungan dari bencana akhirat) yang akan Dia timpakan”
( HR Tirmidzi & Al-Bukhari)

"Sesungguhnya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan sekali-kali tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah."
(QS. 9:116)

"Tetapi (ikutilah Allah), Allahlah Pelindungmu, dan Dia-lah sebaik-baik Penolong."
(QS. Ali Imron : 130)

saat ini,, masih banyak orang yang melupakan akhirat untuk kehidupan dunianya.. padahal, kehidupan dunia jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat adalah SANGAT SEBENTAR.
hidup kita, untuk yang mana?

"Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu." (QS. 58:6)

sudah cukupkah bekal kita? mau dalam keadaan apa kita nanti, kita yang menentukan. mari siapkan dari sekarang.

*selalu,peringatan yang paling ampuh adalah saat kita mengingat kematian dan kehidupan setelahnya..

Kamis, 14 Juli 2011

follow your heart

follow your heart. aku suka kata-kata ini, ikuti kata hati. hati tau apa yang kita butuhkan, hati tau dimana letak kebenaran, karena itu, ikuti hatimu..
karena hati memiliki fitrah, fitrah untuk cenderung kepada hal yang baik, cenderung kepada kebenaran.. 

seorang pencuri, saya yakin ketika dia melakoni pekerjaan itu, dia tahu bahwa hal tersebut salah. di samping mencuri adalah perbuatan yang dilarang dalam Islam, secara logika juga salah karena mencuri berarti mengambil hak orang lain tanpa seizinnya.

pelaku kejahatan yang lain juga pasti tahu hal itu tidak boleh dilakukan, tapi mungkin ada satu atau lain hal yang menyebabkan dia melakukannya. tapi saya yakin, di kedalaman hatinya yang terdalam, dia tahu yang dia lakukan salah, karena apa? karena fitrah tadi.. 

lalu ada pertanyaan, bagaimana jika hati kita sedang condong pada sesuatu yang salah? apakah kita akan tetap mengikuti hati kita? 

(Allah bersumpah dengan ciptaannya)dan demi jiwa serta penyempurnaan ciptaannya. Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan kedurhakaan dan jalan ketaqwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”. (QS.91:7-10)

hati itu bisa condong pada yang benar dan salah, fujur atau taqwa. tapi pada dasarnya, hati itu pasti cenderung pada kebenaran, hanya cocok dengan kebenaran. dia tahu dimana letak kebenaran. tapi terkadang, hati terkotori oleh nafsu dan oleh hal lain yang mengalahkan ketakutan kita pada Allah yang akhirnya mengikuti fujur itu. ini yang ga boleh diikuti.. tapi hati tetap pada fitrahnya, dia tetap seperti itu, hanya saja bisa terkotori oleh hal lain. tapi sekotor apapun hati, bukankah ia masih dapat dibersihkan?

seperti piring yang kotor, sekotor apapun piring itu, masih bisa dibersihkan dan sekotor apapun, identitasnya masih tetap sebagai piring yang tetap pada fungsinya..

jadi, bersihkanlah hatimu dan tetapkanlah ia pada fitrahnya karena hati tahu apa yang kita butuhkan dan dia tahu dimana letak kebenaran..
keep follow your heart. :)

wallahu'alam..

Jumat, 08 Juli 2011

penyesalan?

waktu ga akan kembali, ga usah menyesali hal yang sudah berlalu, biarlah menjadi pelajaran dan hikmah,
tapi aku masih bisa memperbaikinya.. harus ekstra kerja keras menebus waktu dan kesempatan yang banyak ditinggalkan.. mengejar ketinggalan dari orang-orang yang telah jauh melangkah..
bagaimanapun, tugas ini tidak akan pernah gugur hingga detak jantung yang terakhir..
sedikit menyesal, mungkin iya. baru menyadari bahwa banyak hal yang telah aku lewatkan.. menyesal, karena baru sekarang semangat itu datang.. menyesal, karena menyia-nyiakan banyak kesempatan yang dulu datang.. menyesal, kenapa baru sekarang aku temukan jawabannya..
huft.. tapi ga boleh ada penyesalan (walau kenyataannya udah menyesal, hehe). bersyukur masih diberi umur hingga detik ini, berarti masih ada kesempatan..
dan kesempatan yang ada sekarang sama sekali ga boleh disia-siakan..
harus membayar kesempatan yang udah banyak terbuang..
harus menebus waktu yang sudah terlewat dengan sia-sia..
harus mengejar ketinggalan dari orang-orang yang telah jauh meninggalkan aku..
SAATNYA BERLARI!
sekarang,, rasa syukurku semakin bertambah pada Allah,,selalu ada hikmah ketika kututup hariku..
smakin bertambah kecintaanku pada-Mu ya Allah..
smoga cinta ini senantiasa bertambah hingga kelak aku bisa bersanding dengan-Mu..

Kamis, 30 Juni 2011

isi shaf belakang dulu??

ada hal yang menggelitik pikiranku hari ini, (kaya apa aja, menggelitik. haha)
jadi ceritanya hari ini sok2an jadi anak itb gitu deh, haha
baru selese kegiatan di itb, ba'da ashar. pas banget  beres pas adzan.
sebelum pulang aku sholat ashar dulu. berhubung aku belum pernah sholat jama'ah di masjid salman, rada aneh juga pas liat shaf akhwatnya yang diisi yang paling belakang dulu, udah gitu banyak orang2 yang lewat di depan orang2 yang lagi sholat karena ga ada jalan lain lagi.
aku mau ga mau lewat depan orang sholat juga meskipun rada ga enak juga dan dengan rasa masih heran kenapa ga shaf depan duluan yang diisi. soalnya biasanya kan ga gitu. shaf depan dulu yang diisi..

selesai sholat, ibu2 di sebelah aku nanya:
ibu: neng, boleh ganggu ga?
aku: iya kenapa bu?
ibu: ini kenapa ya tadi pas sholat ko yang diisi shaf belakangnya dulu? saya kan jadi ga enak tadi ngelewatin orang yang lagi sholat
aku: hmm,, ga tau ya bu, saya sih ikut aja (kan ga mungkin tiba2 nyilingcing sholat sendiri di shaf paling depan)
si ibu diam, aku juga jadi mikir. iya ya.. bukannya emang harusnya yang diisi shaf depan dulu?
dan mungkin karena belum puas dengan jawaban saya dan masih penasaran, si ibu itu nanya lagi dengan orang yang di sebelah saya, kita sebut saja x, karena aku juga ga kenal. si ibu menanyakan hal yang sama kepada x seperti yang beliau tanyakan kepadaku.
x jawab, "ooh..kalau untuk perempuan, lebih utama shaf paling belakang dulu bu yang diisi, nanti kalau udah penuh baru pindah ke yang depan.."
jawaban x itu membuatku mengernyitkan dahi, emang sih pernah denger yang kaya gitu, tapi setahu aku, meskipun perempuan memang berada di belakang shaf laki-laki, bukan berarti mengutamakan shaf paling terakhir dulu.. tetep harus diisi shaf yang paling depan dulu..
si ibu protes lagi, "oh gitu, tapi kan orang2 jadi lewat di depan orang yang lagi sholat.. bukannya itu ga boleh? kita ketika sedang sholat kan sedang berhadapan dengan Allah, kaya murid lagi berhadapan dengan guru, trus ada orang lewat diantaranya, kan gurunya marah jadinya. ."
x : tapi gapapa bu kalau misalnya kita simpan penghalang di depan tempat sujud kita..(nunjuk tas yang dia simpen di depannya)
ibu: oh saya ga tau kalau soal itu, saya soalnya marah banget kalo ada orang yang lewat di depan saya kalau saya lagi sholat. soalnya saya baru nemu yang begini.. (isi shaf belakang dulu)
x : ...
ibu: lain kali tolong bilangin ya mbak, soalnya buat saya sih ya aneh aja, mba bisa sampaikan kan, saya bukan orang sini soalnya.. (bilang ke pihak masjidny maksudnya)
x: oh iya bu..

sepakat sama ibu itu, dan memang setahu aku, isi shaf depan dulu, baik laki-laki maupun perempuan.. entah kalo ada yang beda konsep. wallahu'alam..

Minggu, 26 Juni 2011

akhir2 ini, banyaaak sekali hikmah yang aku dapat. 
seneng akhirnya sedikit demi sedikit bisa menemukan titik terang..
kapan2 aku bagi disini yaa.. tapi ntar klo ada waktu luang buat nulis dan lagi banjir inspirasi.. hehe
hasrat menulisnya lagi sedikit menurun,, lagi lebih suka mengutip dari kata2 orang lain..
oke, i hope you enjoy your day! ^^

Sabtu, 18 Juni 2011

pengeeen,,

lagi pengen2nya ke pantai, dari kmaren klo nonton program tv yang adventure gitu ngeliatinnya pantai ajaa,, apalagi diving ngeliat pemandangan bawah laut. ah, ngiler abis deh.huhuhu...

kmaren abis ke situ patengan sih sama temen2 angkatan, tapi kurang puas lah, klo dibanding pantai mah masih kurang asik. meskipun basicly aku suka sama tempat2 yang banyak airnya sih kaya sungai, danau, laut, dsb.
smoga bisa kesampean WISATA BAWAH AIR!! yeaaaah..!

lagi pengen outbond juga, pengen nyobain paralayang jugaaaaaa.. kayaknya asik banget, melayang-layang di udara.. pengen nyoba bungee jumping juga, meskipun rada serem juga sih, tapi sensasi thrillingnya itu loh, kayaknya asik banget! arum jeram, naik-turun tebing, ah seru banget deh kayaknyaaaa..!!
hahaha,, sebenarnya saya sangat outbond holic, tapi apa daya, keterbatasan waktu, kesempatan, dan dana juga, hehe.. mungkin belum berjodoh.. hikz.



smoga suatu hari bisa terwujud. aaamiiiin... ^^

nulis lagi

udah lama banget banget banget ga posting di blog.
kemarin baru beres ujian akhir semester.
jadi mikir, uas mah ga ada apa2nya ya, kalo ga lulus, masih bisa ngulang,,
tapi Allah juga ngasih ujian...
kita kelabakan kalo nilai uas kita jelek,
tapi pernahkah kita berfikir, kita lulus ga dari ujian yang diberikan Allah?
coba pikir, berapa kali kita dapet ujian dari Allah, dan berapa kali kita lulus dari ujian itu?
ujian kesabaran,, salah satu yang tersulit. sabar kan bukan berarti pasrah, tapi justru PANTANG MENYERAH.
lah ini, dikit2 ngeluh, kalo ga bisa diem,
ah, payah banget dalam planning.
cuma orang bodoh yang bilang "jalanin aja hidup mah, gimana nanti"
bukan gimana nanti, tapi nanti gimana?
sejarah sudah diciptakan oleh orang2 yang tekun dan bersungguh2, bukan oleh yang bersantai-santai dan berleha-leha.
sekarang, bagaimana dirimu menciptakan sejarahmu??
kesel kan liat orang males?? sama, orang juga kesel liat kita males, apalagi Allah, orang males mah disentil juga musnah.

mulai autis akhir2 ini, nafsu makan aja ga ada.
pusing juga, dapet "perhatian" sana sini.
pusing, banyak yang harus dikerjakan, tapi malah nggak.. semua numpuk di pikiran.
harus berbenah lagi.. huhu
hebat, meskipun autis, masih bisa pusing, berarti mikir.
yang bahaya, kalo ga mikir sama sekali.

usaha dulu, baru doa, tawakal.
ga pantes minta2 terus sama Allah, tapi kita belum ngasih apa2.
bahkan kita ga ngasih pun, tetep Allah memenuhi kebutuhan kita.
Allahu akbar, sungguh besar Rahman dan Rahim-Nya Allah..

________________________________________________________________________

Senin, 23 Mei 2011

Renungan semalam..

menghela nafas lagi.. 
ya Allah,, hamba belum optimal dalam melaksanakan tiap amanah-Mu,
apa yang mau dibanggakan??

ketika kita diciptakan untuk menjadi pemenang tapi lalu jadi pecundang?
ketika kita diciptakan dalam sebaik-baik bentuk dan segudang potensi tapi lalu disia-siakan?
ketika kita telah dimuliakan tapi lalu menjadi sehina-hinanya makhluk?
na'udzubillahi min dzalik..

ada atau tidaknya kita, perjuangan ini akan terus berlanjut, tapi jika kita hanya diam, bukankah Allah bilang, Ia akan menggantinya dengan generasi yang lebih baik??

Ya Allah yang Maha Kuat,, berikan kami dari sisi-Mu kekuatan untuk tetap teguh dalam perjuangan kehidupan ini, dan untuk bisa mendobak tembok belenggu yang selama ini membentengi diri..

dimana ada cinta, disitulah pengorbanan dibutuhkan.. dan cintaku, selamanya, hanya untuk-Mu Ya Ilahi..

wahai hati.. aku ingin kau kuat, tapi tak lantas menjadi keras.. 

Sabtu, 21 Mei 2011

Best Gift from Allah

Kalau dipikir-pikir, dulunya, perkenalan ini, pertemuan ini, merupakan sesuatu yang sangat-sangat kebetulan. Ibarat undian berhadiah, dimana kita hanya boleh memilih satu hadiah dari sekian banyak kotak yang kita tidak tahu isinya. Dengan pilihan yang sangat acak, kita memilih satu dan ketika kita tahu hadiahnya, ternyata hadiah itu tidak mengecewakan kita. Bisa dibilang kebetulan, meskipun hakikatnya ini adalah takdir Allah, tapi dari kebetulan inilah, Allah ternyata menyimpan skenario yang sangat indah.
Jika mengingatnya, membayangkan wajahnya, mengenang hari-hari kebersamaan kami, yang terlintas di pikiranku adalah rasa syukur yang tak ada habisnya. Aku sangat bersyukur Allah mempertemukan kami. Terima kasih ya Allah, karena Engkau telah mengirimkan seseorang untuk membantuku dalam menapaki jalan perjuangan kehidupanku.. bantu kami mewujudkan mimpi-mimpi yang telah kami ukir bersama.. semoga Engkau ridho.. Amiin. 
 FOREVER LUTFIAH HANIFAH.

Kamis, 19 Mei 2011

istimewa..

ya, tiap orang istimewa..
tidak ada yang tidak mungkin, berarti tidak ada hal yang tidak bisa kita lakukan..
tiap orang punya kesempatan yang sama untuk jadi sukses, untuk jadi hebat, jadi keren, di mata Allah..
tiap orang punya kesempatan yang sama untuk bahagia, dunia akhirat..

"Sesungguhnya Allah tidak berbuat dzalim kepada manusia sedikit pun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat dzalim kepada diri mereka sendiri." QS. 10:44

Jumat, 06 Mei 2011

untitled?

hari ini terasa panjang.. tapi sungguh menyenangkan..
meskipun lebih banyak mengamati keadaan, tapi ini juga proses pembelajaran..
tapi yang paling mengesankan adalah kehadiran sang pelangi yang tiba2 muncul..
yang membuat saya harus tetap tinggal hingga baru nyampe rumah jam 9. hoho..

makasih banyak yah..:)


iqra.
buka mata,
aku akan menang.

terima kasih ya Allah, untuk pembelajaran yang kau berikan hari ini..
sayang Allah.. <3 ^^

Senin, 02 Mei 2011

geje *ga usah dibaca :P

pengen nulis, tapi lagi ga tau mau nulis apa..
tapi pengen nulis iiih.. hahahahha

hidup pilihan, bener.
hidup juga kesempatan, kesempatan memilih, mau jadi sukses atau gagal.
kesempatan berpikir, bertindak, untuk berusaha menjadi orang yang berguna, berkarya, berprestasi.

"bukankah hidup itu untuk mati, dan mati itu untuk hidup yang lebih tinggi? dan karenanya aku tau, alasanku dihidupkan dan dimatikan"

rencana nyata, aksi nyata, karya nyata.

geje? tapi dipikir2 ga geje2 amat, smoga ada yang bisa diambil. hehe
let's enjoy the day! :D

Selasa, 19 April 2011

lemah dan hina, tapi wajib mulia

Allah Maha Kuasa
Ciptakan manusia
Lemah dan hina
Tapi wajib mulia

Orang hina temannya setan
Orang lemah dijajah kafir
Orang mulia harap ridho-Mu
Rela mati demi al islam

Teringat sebuah lagu lama,
Yang dilantunkan pada sebuah tempat pembinaan yang luar biasa.
Saya hanya manusia biasa yang lemah Ya Allah..
Tapi Engkau berfirman, 
Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” 
QS 17:70

Dibalik kelemahan kami, Engkau muliakan kami, Engkau berikan potensi, Engkau sempurnakan kami dengan kelebihan yang tak dimiliki makhluk-Mu yang lain. Engkau pula yang memberikan amanah ini untuk dipikul oleh manusia, bukan makhluk-Mu yang lain.

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat dzalim dan amat bodoh.” 
QS. 33:72

Mengutip kata-kata teman saya.. “Allah Menciptakan kamu, berarti kamu dipercaya untuk mampu jadi orang yang sangat berguna.”

Ketika kita telah dipercaya oleh Allah, maka tak pantas bagi kita untuk mengkhianati-Nya. Yang mempercayai kita bukan lagi manusia, tapi Allah. Pernahkah merasakan ketika kita mengkhianati seseorang kemuadian orang itu tak mempercayai kita lagi, bahkan tak lagi peduli pada kita? Bayangkan jika Allah yang merasa dikhianati oleh kita.. dan Ia tak mempercayai kita lagi. Naudzubillah..

Memang, yang rugi bukan Allah. Allah sama sekali tidak merasa rugi, Ia masih bisa memilih manusia lain yang lebih berkualitas, yang lebih Ia percaya daripada kita. Tapi kitalah yang rugi! Apa jadinya diri ini tanpa kasih sayang Allah?? Kita yang butuh Allah, bukan Allah yang butuh kita. Maka cari tau apa yang Allah mau.. Bukankah setiap penciptaan itu memiliki tujuan?

Mengingatkan diri, dan mengingatkan orang lain juga.. Tak perlu mulia di hadapan orang lain, mulia di hadapan makhluk Allah tidak akan berarti apa-apa.. Jadilah yang mulia di hadapan Allah, asalkan Allah ridho, kebahagiaan dan keselamatan akan menghampiri kita. Walau tidak sekarang, tapi nanti. Di negeri akhirat yang kekal.. Jadilah yang terbaik,         di hadapan Allah.

Senin, 18 April 2011

Menghargai dan mensyukuri hidup

Kita seringkali tidak sadar, betapa banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita. Kita baru sadar betapa nikmat sehat itu ketika kita sakit, betapa berharganya waktu ketika kita selalu menunda-nunda pekerjaan, betapa nikmatnya bernafas ketika kita sedang flu, betapa nikmatnya makan ketika kita sariawan atau sakit gigi, dan masih banyak lagi.

Saya baru membaca sebuah buku yang menceritakan tentang anak-anak dengan keterbatasan fisik. Tentang remaja yang hidup dengan kursi roda seumur hidupnya, tentang remaja yang harus hidup dengan satu kaki karena amputansi, tentang gadis yang mengalami patah tulang leher, dan tentang seseorang yang mengidap distrofi otot sejak lahir.

Cerita-cerita dalam buku itu menginspirasi saya, bagaimana kita menilai diri kita tentang sejauh mana kita bersyukur atas apa-apa yang kita miliki saat ini (baca:tubuh yang normal) dan apakah kita sudah mengoptimalkannya sebaik mungkin.

Terkadang, orang-orang dengan keterbatasan fisik malah lebih semangat menjalani hidup daripada kebanyakan orang normal. Mereka punya cara pandang berbeda bagaimana menjalani hidup dengan keterbatasan yang mereka miliki. Kita bisa lihat, banyak orang-orang dengan keterbatasan fisik dapat menjuarai lomba renang, lari, basket, dll. Banyak dari mereka juga seorang penulis, penyiar, bahkan inspirator. Mereka bisa lebih banyak berbagi pada orang lain, mengajak orang lain untuk belajar mensyukuri hidupnya dan keadaannya, serta menginspirasi kita bahwa semua orang memiliki potensi yang sama, memiliki kesempatan yang sama untuk sukses. Bahkan Allah pun tidak melihat seberapa sempurna hasil yang kita capai, tapi Allah melihat proses kita dalam mencapai hasil tersebut. 

“Setiap orang punya kesempatan untuk menginspirasi orang lain, hanya dengan ia menjalani hidup dengan sebaik-baiknya.”

Tugas kita hanyalah menjalani hidup ini dengan sebaik-baiknya. Banyak “memberi”, karena jika kita banyak “memberi”, kita akan lebih banyak menerima.

Ada kisah yang paling menginspirasi saya dari buku tersebut. 

“Menurutku, hal yang paling kupelajari melalui DMD adalah tentang perilaku. Kehidupan hanyalah sepersepuluh dari apa yang sebenarnya kamu hadapi, sementara sembilan persepuluh bagian lainnya adalah apa yang kamu lakukan dalam menghadapi hal itu. Maksudku, aku tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi, tetapi aku bisa mengendalikan bagaimana reaksiku terhadap masalah tersebut.”

Distrofi otot Duchenne (DMD) adalah sebuah bentuk cacat distrofi yang paling parah, menyebabkan semakin melemahnya otot dan gangguan terhadap otot yang mengendalikan gerakan tubuh. Gejala DMD biasanya muncul pada masa-masa pra sekolah dan terus memburuk dengan cepat. Anak-anak yang didiagnosis DMD biasanya hanya bertahan hidup hingga akhir usia belasan atau awal dua puluhan. Kematian biasanya terjadi karena gagal paru-paru atau jantung karena degenerasi pada otot jantung atau paru-paru karena infeksi.

Jadi, DMD adalah sebuah penyakit yang progresif, tidak seperti keterbatasan fisik lain yang bersifat kekal. Penyakit ini terus memburuk dan membuat tubuh terus melemah karena degenerasi otot yang terus-menerus. Orang yang terkena penyakit ini selalu berakhir dengan kematian. 

Ketika kecil, ia masih bisa berlari dan bermain dengan normal seperti anak-anak lain. Namun lama-kelamaan ia harus menggunakan kursi roda karena kakinya sudah tak mampu lagi berdiri. Lalu otot-otot tangannya melemas sehingga ia tidak bahkan tidak bisa mendorong kursi rodanya sendiri. Pada akhirnya, ketika otot jantung dan paru-parunya semakin melemah, ia harus menggunakan ventilator dan tabung trakeotomi untuk membantunya bernafas. Baginya, kematian hanya soal waktu.

Saya tak bisa membayangkan bagaimana jika saya menjadi dia. Menunggu kematian yang semakin dekat (memang iya, hanya yang ini lebih bisa diprediksi). Tapi seperti yang saya katakan sebelumnya, orang-orang seperti ini biasanya mempunyai cara pandang yang berbeda tentang hidup. Ketika ia tahu ia menderita suatu penyakit yang ia tahu bisa membunuhnya, ia akan mulai menyadari bahwa kematian adalah sebagian dari jalan hidup-bagi semua orang. Sehingga ia akan mencoba untuk sungguh-sungguh menjalani setiap waktu yang dimiliknya.

“Penyakit ini membuatku bersyukur atas hal-hal yang kurasakan seperti manisnya minuman kocok yang menuruni kerongkonganku atau hembusan angin di wajahku. Kesenangan-kesenangan kecil seperti itu bahkan tidak diperhatikan kebanyakan orang-aku belajar menghargainya.”


Kembali ke judul awal, tentang bagaimana kita belajar menghargai dan mensyukuri hidup. Sudah sepatutnya kita bersyukur, masih banyak orang yang tidak lebih beruntung daripada kita, maka bersyukurlah atas apa-apa yang kita miliki sekarang. Pahami bahwa hidup itu untuk disyukuri, dengan begitu kita akan mencoba maksimal menjalani hidup ini-tentunya sesuai dengan aturan Allah dan tuntunan Rasul.

Seharusnya kita malu, orang-orang dengan keterbatasan fisik bisa lebih mengembangkan dirinya dan mengoptimalkan apa yang ia punya (walaupun dengan keadaan yang terbatas dan tidak sempurna), tapi kita yang terlahir sempurna tanpa cacat, terkadang masih menganggap hidup itu hanya lautan kesenangan yang “sayang jika dilewatkan”. Na’udzubillah..

Membuat orang lain kagum pada kita tidak cukup, tapi kita harus menjadi inspirator; seseorang yang tidak hanya menjual kekaguman, tapi memberikan inspirasi kepada orang lain untuk dapat mensyukuri dan menghargai hidup ini..