Sabtu, 15 Oktober 2011

berbenah

Ini lagi kenapa deeeeh.. udah lama pengen posting sebenarnya, tapi asa pikiran lagi semrawut gini.. kalo gini caranya berasa pengen nenggelamin diri ke tanah tau nggak, ato nggak minimal pengen buang otak. (haha.. buang nyawa aja sekalian! Astagfirullah.. :P )

Kmaren sempet jenuh banget sama akademik. Sebenarnya ga jenuh2 juga sih,, klo kuliahnya mah seneng2 aja, ngedengerin dosen mendongeng (loh?), tapi kalo udah ngerjain tugas, udah lah ini mah, angkat tangan. Asa enek pisan ama tugas.

Intinya sih sebenarnya, ga bisa FOKUS. Entah kenapa akhir2 ini banyak pikiran yang menggerayangi (ini bahasa apa ya?) otakku. Makanya ngaruh ke kegiatan sehari-hari yang jadinya kepinginnya ga ngerjain apa-apa, cuma ngedengerin, ato minimal duduk santai sambil baca buku. Eh, novel. Hehe

Jadi ceritanya, setiap mau ngerjain tugas, (udah buka buku nih,) terus tiba2 ada aja kepikiran masalah yang tiba2 nyantol (kayaknya dia minta segera diselesein), jadinya mood ngerjain tugasnya langsung ilang. Tugas nggak jadi dikerjain, dan aku jadi stress sendiri. Hahaha. I think i gonna be crazy. Oh no! (tuh kan ngelantur)

Dan hal ini menyiksa saya selama lebih dari seminggu. Hemmmmm banget kan?!
Saat ini, masih menata hal-hal yang perlu diperbaiki dan dibenahi, tentu hal yang pertama dilakukan adalah mengevaluasi diri sendiri. Ga bisa nyalahin orang lain, ga bisa nuntut sama keadaan, selama kesalahan itu ternyata bersumber dari diri kita.

Smangat. Masih banyak amanah menanti. Bulan qurban, bulan pengorbanan.

Kalau Habil putra Adam a.s. mengurbankan yang terbaik miliknya, maka akupun harus begitu. Karena pada hakikatnya semua yang aku miliki adalah milik Allah yang sewaktu-waktu bisa diambil jika aku tidak bersyukur atas pemberian-Nya..

“Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan (pembalasannya) kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun.” (QS. 64:17)


Give your best. Be great for what you dedicate for.

Senin, 05 September 2011

yey!hari pertama kuliah lagi! :D

semester 5! :D
ya ampuun,, kalo inget sekarang udah tingkat 3 rasanya mau gorok leher deh #eh. ga kerasa bangetlah, asa baru kemarin lulus SNMPTN..haha
2 taun lagi lulus, dan saya masih sama sekali belum kepikiran soal skripsi. baca2 skripsi aja belom pernah. hadeuuuuh.. tobat naaa.... -__-
sebenarnya ga pengen cepet2 lulus juga sih, sayang, pengen cari pengalaman banyak2 di kampus, pengen cetak prestasi yang banyak di kampus, daripada cepet lulus tapi ga dapet apa-apa. hmm..
pilihan ada di tangan diri sendiri sih, mau diapain dua taun yang tersisanya.
tapi kalau inget tugas kuliah yang seabreg-abreg sih biasanya jadi pengen cepet2 lulus dan segera hengkang dari kampus. hahaha
nikmati sajalah.. cintai prosesnya :)
biasanya jalan yang berliku, akan lebih berkesan dibanding jalan yang mulus-mulus aja..
kerasa kalo lagi naik gunung, jalan yang terjal, licin dan becek parah, yang banyak semak belukarnya, sampe sekarang masih lebih berkesan daripada jalan yang mulus2 aja, karena ada kepuasan setelah melewatinya dengan susah payah.
sesuatu yang indah itu, hadiah dari kerasnya perjuangan kita.
kalo ngerjain skripsi sampe jumpalitan, begadang, korban waktu-uang-tenaga, tapi hasilnya manis toh? wisuda. kayak semua bebannya terbayar di hari itu. (mungkin. soalnya belum pernah ngerasain.hehe)
tapi ternyata, hidup tidak berakhir setelah wisuda. karena ternyata kehidupan di luar lebih keras dari kehidupan kuliah kita (katanya). hohohohoho... #ketawa jahat
udah ah, jadi ngelantur.
yang pasti welcome my 5th semester! be nice yaaaaa.. (meskipun saya tahu, tantangannya pasti ga akan mudah) and be strong to myself ^^

Kamis, 01 September 2011

Ketika hamba chatting dengan Tuhan

ga tahan pengen ngerepost ini, abis isinya bagus bangeeeet...
check this out :D


BUZZ...

TUHAN :
Kamu memanggilKu ?



AKU :
Memanggil-Mu? Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN :
Ini TUHAN. Aku mendengar doamu.
Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.


AKU :
Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik.
Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN :
Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

AKU :
Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun.
Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN :
Benar sekali. Aktivitas memberimu kesibukan. Tapi produktivitas memberimu hasil.
Aktivitas memakan waktu, produktivitas membebaskan waktu.

AKU :
Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya.
Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN :
Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk.
Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.

AKU :
OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN :
Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisalah yang membuatnya jadi rumit.

AKU :
Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN :
Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin.
Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu.
Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU :
Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.

TUHAN :
Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

AKU :
Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN :
Rasa sakit tidak bisa dihindari, tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.

AKU :
Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

TUHAN :
Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api.
Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita.
Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.

AKU :
Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN :
Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras.
Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

AKU :
Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu?
Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?

TUHAN :
Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental.
Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

AKU :
Sejujurnya, di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah…

TUHAN :

Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah.

Lihatlah ke dalam.
Melihat ke luar, kamu bermimpi.
Melihat ke dalam, kamu terjaga.
Mata memberimu penglihatan.
Hati memberimu arah.

AKU :
Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita.
Apa yang dapat saya lakukan?

TUHAN :
Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri.
Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada
mengetahui bahwa kau sedang berjalan.
Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.

AKU :
Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN :
Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan.
Selalu hitung yang harus kau syukuri,
jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

AKU :
Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN :
Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus aku?".
Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku?"

AKU :
Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini?

TUHAN :
Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu.
Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu.
Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

AKU :
Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN :
Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan.
Peganglah saat ini dengan keyakinan.
Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

AKU :
Pertanyaan terakhir, Tuhan.
Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN :
Tidak ada doa yang tidak dijawab.
Seringkali jawabannya adalah TIDAK.

AKU :
Terima kasih Tuhan atas chatting yang
indah ini.

TUHAN :
Oke.
Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut.
Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.
Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

………TUHAN has signed out


sumber : http://www.gallerydunia.com/2011/07/ketika-hamba-chatting-dengan-tuhan.html

Selasa, 23 Agustus 2011

ramadhannya mau abis.. :(

sekarang sudah hari ke 23, dan rasanya sediiiih banget. cemas, karena ramadhannya udah mau berakhir.
mungkin tanggal segini orang2 udah pada siap-siap buat lebaran, mulai hunting baju baru, bikin kue, dan semacamnya, tapi saya boro2 mikirin lebaran, saat ini rasanya beraaaat banget ninggalin Ramadhan..
sebenarnya maknanya bisa ambigu sih,

kemungkinan pertama : Ramadhannya sukses dan banyak hikmah yang bisa diambil selama ramadhan, target tercapai, jadi sangat-sangat menikmati suasana ramadhan sehingga ga mau lepas dari ramadhan dan pastinya, berharap untuk ketemu ramadhan tahun depan. sehingga wajar, jika berat meninggalkan ramadhan.

kemungkinan kedua : kebalikan dari yang pertama, ramadhannya tidak sesuai yang diharapkan, target belum tercapai, sehingga berharap ramadhannya jangan dulu berakhir, karena belum menggunakan waktu yang tersedia dengan optimal.

sebenarnya, hidup itu ada fasenya. kita tahu bahwa ramadhan bulan pembinaan, bulan pembakaran, bulan dimana potensi kita -seharusnya- dikerahkan dengan maksimal. dan setelah bulan ini, jika kita berhasil membina diri selama ramadhan, kita akan siap menjemput kemenangan kita di idul fitri dan menjadi meningkat di syawal.

jadi sebenarnya kemungkinan yang kedua rada keliru juga sih.. justru orang yang 'berhasil' di ramadhan, akan menantikan datangnya kemenangan itu. kalau kemungkinan kedua terjadi, berarti dia belum bisa mengatur waktunya dengan baik sehingga 30 hari yang dilaluinya dirasa tidak cukup. padahal Allah telah mencukupkan 30 hari itu untuk kita membina diri, sehingga jika kita tidak berhasil, kesalahan tentulah datang dari diri kita.

"orang yang berhasil di Ramadhan, ia akan siap menjemput kemenangan itu.."

sudah saatnya merefleksi diri, sudahkah saya pantas menjemput kemenangan itu.. kalau belum, masih bisa berupaya di 7 hari ke depan..

wallahu 'alam.
smoga bermanfaat.
smoga sisa Ramadhannya bisa dimanfaatkan dengan baik. :)

Sabtu, 20 Agustus 2011

aku, di hari ke-20

Akhir-akhir ini banyak berpikir.. tentang hidup, tentang diri, tentang perubahan. Ya, aku berubah. Setidaknya begitu yang aku rasakan, walaupun orang-orang mungkin tak melihat perubahannya.. Ada banyak hal yang dituntut untuk segera diselesaikan, dan ini membuat otak berpikir keras, bagaimana caranya agar amanah bisa tunai dalam waktu yang sudah ditargetkan.

Ramadhan udah masuk hari ke-20, dan masih banyak hal yang belum bisa optimal dalam menjalankannya. Waktu semakin sempit dan saat ini saya dituntut untuk bisa memanage waktu dengan baik, memanfaatkan setiap harinya, setiap jamnya, bahkan mungkin tiap menitnya agar target yang sudah dibuat di awal Ramadhan bisa tercapai. GA MAU TAU, harus tercapai. Dan hingga detik ini, saya masih mengupayakannya. Yang penting ga berhenti buat mencoba, dan ga pernah berpikir untuk mencoba berhenti. Bagaimanapun, ini adalah jalan yang telah saya pilih, dan saya bertanggungjawab atasnya. 

Inilah proses menuju kedewasaan, dimana tanggungjawab adalah hal mutlak yang harus dimiliki. Ingat, ini bukan perkara main-main. Ini menyangkut nasibku setelah mati. RUGI, kalau cuma mikirin dunia, rugi kalau mati tanpa karya, tanpa prestasi yang bisa diakui. 

Ramadhan kali inipun, ga ada yang bisa menjamin bahwa ini bukan yang terakhir bagi saya. Mungkin kita bisa minta ke Allah, minta dipanjangkan umur kita, minta dipertemukan lagi dengan Ramadhan tahun depan, tapi ketika Dia sudah berkehendak, tidak ada yang bisa menundanya atau mempercepatnya. Umur kita ga ada yang tau, itu sudah menjadi rahasia Allah yang sudah ditentukanNya.

Maka dari itu,, jangan pernah sia-siakan waktu, jangan pernah sia-siakan kesempatan yang datang kepada kita, karena bisa jadi, itu adalah kesempatan terakhir kita. 

*masih berupaya

Sabtu, 13 Agustus 2011

kecewa pada dunia?

Di dunia ini, tak ada yang namanya kebetulan. Semua takdir itu pada dasarnya baik, tinggal bagaimana kita menyikapinya saja. Kita terlahir di keluarga kitapun, itu bukan sebuah kebetulan. Ada rencana-Nya di balik semua ini, di balik kisah hidup yang telah atau sedang dilalui. Bahkan kehidupan kita yang akan datangpun, telah diatur oleh-Nya. Kita tak punya kehendak apapun untuk mengubah ketetapan dari-Nya, ini sudah yang terbaik yang Allah berikan pada kita.

Kalau ada yang membuatmu kecewa pada dunia, sadarlah bahwa ada skenario yang lebih indah yang tengah Dia siapkan untukmu. 

Barangkali Dia juga sedang mengujimu untuk melihat sejauh mana kau bersabar menghadapi ‘tantangan’ yang Dia berikan. Ya, saya sebut disitu tantangan, bukan cobaan. Karena kalau kita menganggapnya tantangan, kita akan merasa terpacu untuk menghadapinya dan menyelesaikannya, tapi cobaan tak lebih dari sekedar nasib yang seakan tak bisa dirubah. 

Selain itu mungkin Dia juga sedang mengingatkan padamu bahwa tak ada gunanya bergantung kepada selain-Nya. Dunia adalah semu. Dan yang akan diberikannyapun adalah kesemuan semata. Tapi kita milik Allah yang kekal, dan hanya akan kembali kepada-Nya, maka pada siapa lagi kita bergantung jika bukan kepada-Nya?

Atau mungkin Dia mencoba menyapamu, melihatmu terlena dengan kehidupan dunia, dengan cinta semu, dengan setumpuk rutinitas, karena Dia tahu manusia akan lebih sering mengingatnya jika dilanda kesusahan, tapi begitu Dia berikan lagi kebahagiaan, kita melupakan-Nya kembali. Maka, tak ada salahnya bukan jika kita mencoba melirik dan berbalik menyapa-Nya? Syukur-syukur jika kita menjadi semakin dekat dengan-Nya.

Mungkin juga dia ingin mengujimu, dan ingin tahu, apakah kamu bisa lulus ‘ujian’ dari-Nya?

Dan mungkin masih banyak lagi alasan Allah memberikan semua ini. Ini baru sebagian kecil yang bisa diungkapkan. Jika dijabarkan pasti akan sangat panjang sekali. Semuanya kembali kepada bagaimana kita menyikapinya. Satu hal yang terpenting, pandanglah segala sesuatunya dengan kacamata positif (meskipun mata anda minus, hehe) dan kembalikan semuanya kepada sang pemegang takdir, maka yang ada di benakmu hanyalah rasa syukur yang tiada habisnya. 

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”
(QS. 16:78)

Rabu, 10 Agustus 2011

edisi curhat ramadhan :P

hehe,, sebenernya ga biasa curhat di blog, atau fb, biasanya twitter yang jadi ajang buat curhat. btw, follow me @una_ha2 (eaaa,, promosi..)

ada alasan kenapa harus curhat disini, ada hal yang harus disampaikan, yang mungkin bisa jadi pelajaran bagi semua orang yang baca blog saya ini..

saya, sudah dari sebelum rajab telah menyiapkan diri sebelum menghadapi ramadhan. sudah bertekad tidak akan melewatkan ramadhan ini dengan sia-sia, seperti yang saya lakukan di ramadhan-ramadhan sebelumnya. belum jelas hal apa yang sebenarnya menjadikan kita berhasil di bulan ramadhan. ada yang bilang keberhasilan kita di bulan ramadhan dilihat dari perubahan pribadi kita di 11 bulan berikutnya, tentu untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. diri ini sudah seharusnya bertanya, "apa yang telah didapat dari ramadhan?"

kalau berkaca dari ramadhan tahun lalu, jujur, payah banget. makanya di ramadhan sekarang ga mau melakukan hal yang sama. ramadhan taun ini, ga mau tau, harus memiliki makna. harus memberikan karya yang terbaik. ga mau tau.

katanya, idul fitri itu hari kemenangan. kemenangan apa yang dimaksud? kadang orang juga ga ngerti. masih menilai idul fitri sebagai rutinitas yang dilakukan setelah kita berpuasa 30 hari di bulan ramadhan. tapi adakah yang didapat? adakah kita mengerti makna shaum kita, makna idul fitri?

10 hari pertama ramadhan katanya Allah menurunkan rahmat-Nya. apa bukti bahwa kita mendapatkan rahmat-Nya? sebenarnya rahmat seperti apa yang Allah maksudkan? harus bisa kita pastikan itu.

haha.. so many questions here.. tapi ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang butuh jawaban.. realistis. bukan hanya sekedar angan-angan bahwa kita ingin berhasil di ramadhan ini.. tapi ikhtiar juga dibutuhkan untuk menemukan sebenarnya kenapa Allah memberikan ramadhan sebagai bulan yang spesial, dimana orang-orang berbondong-bondong tarawih di masjid, tadarus rajin, sholat sunat rajin, rajin mengikuti kajian atau ta'lim,  tapi ternyata, ketika ramadhan lewat, seperti tidak berbekas. sayang sekali bukan? lalu apa artinya amal ibadah yang kita lakukan selama ramadhan?

hal inilah yang tidak boleh terjadi.

selama 10 hari pertama ini banyak pelajaran yang didapat. salah satunya jangan fokus pada masalah, tapi fokuslah pada solusi. sempet melongo karena ada suatu masalah. bingung, apa yang harus dilakukan? ketika kenyataan tidak sesuai yang diharapkan, dan penyelesaiannya ga bisa diselesaikan dengan main-main, reaksi pertama adalah: bingung. masalahnya, hal ini seperti baru saja menghancurkan planning2 yang sudah disusun, semua rencana yang sudah dibuat seperti dirubuhkan dalam sekejap.

kecewa, sempat. tapi semuanya saya kembalikan lagi pada Pemegang Takdir. percaya bahwa inilah takdir terbaik dari-Nya dan Dia sedang menyiapkan skenario yang lebih baik dari rencana yang telah kususun. yah.. manusia boleh berencana, tapi hasil tetap Allah yang menentukan. maka terima saja dengan ikhlas..
 
tapi ada hal yang bikin ga kalah kelabakan dari ini. setelah sempet melongo beberapa hari, dan ketika diri ini semangat lagi untuk menjalani aktivitas dan kewajiban yang ada, sakit menyerang tubuh saya. energi yang ada jadi tidak tersalurkan. planning2 yang telah dibuat juga jadi tertunda lagi.

udah 3 hari badan lemes dan ga pergi kemana-mana. tapi ya tetap disyukuri saja.. mungkin ada rencana yang Allah simpan untukku.. tapi sakit ini tetap tidak akan merubah tekadku untuk memburu rahmat, barokah, dan magfiroh dari-Nya.. seperti yang sudah saya katakan di awal, ramadhan ini ga boleh berlalu sia-sia.

semoga cepat disembuhkan, agar bisa beraktivitas lebih super dari hari-hari yang telah saya lalui sebelumnya..