Jumat, 02 Mei 2014

Pagi-pagi udah kangen

Sang Detik

Kubertanya pada detik kesekian..
Sedang apa diriku?
Detik terdiam..

“Lihatlah dirimu sendiri!”
Coba tersenyum dan coba lagi tersenyum
Masih kecut? Coba sekali lagi
Tersenyum...!

Detik berikutnya berpesan
Kalau kau gagal tersenyum hari ini,
Jangan mudah menyerah!
Jangan mudah putus asa!

Detik akan tetap menemanimu
Sampai suatu hari
Melihat engkau tersenyum manis
Matamu berbinar, wajahmu bercahaya
Dan menjawab,
“Hidup itu anugerah!”

- T, 2004 (dari seseorang yang kupanggil Bunda)



Akhir-akhir ini aku selalu bermimpi di pagi hari, beberapa saat sebelum bangun tidur. Sehingga ketika aku bangun, rekaman mimpi-mimpi itu masih teringat jelas olehku (walaupun beberapa menit kemudian lupa, haha).

Tapi pagi tadi, ada seseorang yang sangat kurindukan, hadir dalam mimpiku. Seseorang yang kupanggil Bunda. Dia bukan ibuku, tapi kupanggil dia Bunda karena sudah kuanggap seperti ibu keduaku, walaupun sekarang sudah jarang sekali bertemu (ini bagian sedihnya, hiks hiks).

Lalu kenapa? Itu hanya mimpi. Oh, tidak, itu bukan mimpi biasa. Itu mimpi yang istimewa karena di dalam mimpi itu Bunda memelukku. Pelukan yang menenangkan tapi juga menguatkan. Kami berputar-putar pelan sambil berpelukan, tidak peduli dengan banyaknya orang yang menonton. Dia berbisik kepadaku. Sayangnya aku lupa apa yang dia katakan, aku hanya ingat, kata-kata itu sangat menenangkanku, bahkan ketika aku sudah bangun.

Ah, aku jadi kangen.

Mari kuceritakan sedikit tentang siapa itu Bunda.

Dia adalah orang pertama yang menumbuhkan kedewasaanku saat aku masih bertingkah seperti anak kecil. Waktu itu aku masih SMP, dan aku ga ada dewasa-dewasanya, sampai aku terbiasa menyetorkan buku harianku kepadanya dan dia membalasinya. Itu adalah awal mula kebiasaanku menulis, dan awal dari kedewasaan yang aku bangun secara sadar.

Ngomong-ngomong soal diari, diari itu seperti cermin yang menunjukkan secara jujur seberapa baik atau buruknya dirimu. Diari juga menunjukkan seberapa dewasa pemikiranmu lewat kalimat dan paragraf yang kau tulis. Itulah kenapa aku bilang menulis diari adalah awal dari kedewasaan yang aku bangun secara sadar. Karena aku baru sadar betapa kacrutnya aku ketika aku melihat “bayangan” diriku dalam diari. Hahaha!

Ah, aku jadi kangen menyetorkan lagi diariku kepadanya. Diari-diari itu masih kusimpan dengan rapi. Yang kadang-kadang kubaca kalau lagi kangen. Dan aku kangen dipanggil “kejora” olehnya. Bersinarlah seperti bintang kejora, begitu katanya. Aku suka sekali panggilan itu.

Terakhir kali kami bertemu, tanggal 20 Juli 2011. Sudah lama sekali ya? Setelah lama tidak bertemu, kalimat pertama yang Bunda katakan adalah, “Masih suka nulis, Na?” Glek. Aku memang sudah lama tidak menulis lagi sejak kuliah, paling hanya beberapa tulisan untuk blog. Gara-gara pertanyaan itu akhirnya aku langsung beli buku harian dan mulai menulis lagi. Hari itu juga. Haha.

Dia adalah orang yang menyuntikkan semangat optimisme di tengah-tengah pikiranku yang saat itu (saat SMP) penuh dengan pesimisme dan hal-hal negatif. Dia yang menyemangatiku dan mengajarkanku untuk berani ketika aku takut melakukan sesuatu. Dia yang menumbuhkan sisi kelembutan dari diriku yang saat itu sulit sekali mengontrol emosi. Dan masih banyak lagi jasanya untukku.

Bundaaaa kangen banget iiih.. Makasih udah mampir ke mimpi aku dan peluk akuuu.. Semoga Bunda dan keluarga sehat-sehat semua dan selalu dalam perlindungan Allah.. Semoga anak-anak Bunda jadi anak yang sholeh dan sholehah.. Aamiin..


P.S : Maafkan aku karena terlalu bodoh untuk selalu kehilangan nomor HP-mu. Huhu..

Rabu, 30 April 2014

29 April

29 April kemarin adalah hari dimana aku genap berusia 22 tahun (menurut kalender masehi). Bagaimana rasanya? Entahlah. Ini adalah hari ulang tahun paling aneh yang pernah ada. Dimana biasanya aku excited, tapi sekarang tidak lagi. Bahkan malam sebelum hari ulang tahunku aku malah ngegalau, haha, dan ketika bangun aku berharap lupa. Aku ga mau ketemu sama hari ulang tahunku.

22 tahun meen,, aku ngerasa aku udah bukan lagi anak kecil yang berharap-harap siapa aja yang inget dan bakal ngucapin selamat ultah, atau berharap-harap nunggu kado atau pemberian dari orang lain karena hari ini hari spesialku. Ini tentang kedewasaan diri (ceileh gaya banget bahasanya), tentang bagaimana kamu mengerti peranmu dan bertanggungjawab atas amanah yang mengiringi peran itu. Tentang bagaimana kamu menentukan pilihan dan bertanggungjawab penuh atas pilihan itu. Tentang seberapa besar manfaat yang bisa kamu kasih bagi orang-orang di sekitarmu, minimal keluargamu dan sahabat-sahabat dekatmu. Tentang sudah seberapa layak aku akan cita-cita dunia akhiratku.

Tapi 29 April lagi-lagi mengajarkan aku tentang kebersyukuran. Manusia itu (aku khususnya) paling sering lupa dalam hal ini. Bahwa syukur harus mengiringi setiap langkah. Baik syukur yang bersifat perasaan (ucapan alhamdulillah dengan rasa bahagia di dalamnya) maupun syukur tindakan dimana bersyukur disini berarti berupaya sekuat tenaga memaksimalkan potensi yang telah Allah beri agar digunakan sesuai dengan keinginan Dzat yang memberikan potensi tersebut, Allah.

Dan 29 April tahun ini, walaupun paling aneh, tapi juga paling spesial. Aku ga bisa menjelaskan detail seperti apa spesialnya, tapi yang pasti hatiku merasakan kespesialan itu. Kespesialan yang tidak terdefinisi oleh kata-kata.

Aku hanya ingin mengucap rasa syukurku disini, karena 29 April adalah hari yang selalu mengingatkan aku tentang bersyukur, yang seringkali aku lupa.

29 April adalah hari dimana aku mendapat peluk, cium, dan doa yang tulus dari ibuku, dan selalu membuatku berkaca-kaca.

29 April adalah hari dimana nenekku selalu mengingatkan kakekku dengan mengatakan, “it’s her birthday.” Dan kakekku dengan wajah sumringah memanggilku ke dekatnya, siap mencium pipiku berkali-kali dengan kumisnya yang membuatku geli. Haha. Satu kali dalam setahun, dia selalu melakukan itu padaku.

29 April adalah hari dimana terkirim banyak ucapan dan doa dari orang-orang yang peduli dan sayang kepadaku. Yang selalu membuatku terharu, ternyata Allah masih menganugerahkan orang-orang seperti mereka yang menghargai keberadaanku dan menjadi alasan bagiku untuk selalu menghidupkan kehidupanku.

29 April adalah hari dimana ada beberapa orang yang salting dan canggung mau mengucapkan selamat kepadaku tapi aku yakin ada doa diam-diam dibalik diamnya.

29 April itu salah satu kasih sayang Allah. Dimana Dia memberikan banyak hadiah kepadaku, lewat hikmah dan kejutan-kejutan ‘kebetulan’ yang Dia berikan.

Bagiku, 29 April adalah hadiah itu sendiri.

Terima kasih banyak buat orang-orang yang sudah memberi ucapan dan doa baik secara langsung maaupun lewat sms, facebook, twitter, atau media sosial yang lain, kudoakan yang sama untuk kalian dan semoga kebaikan kalian dibalas berkali-kali lipat oleh-Nya. Dan untuk doa yang terkirim diam-diam tanpa aku pernah tau, semoga malaikat turut mengaminkannya untukmu.

And special thanks for Allah, untuk setiap nikmat yang Kau beri (dalam bentuk apapun), semoga aku tak pernah lupa bahwa nikmat-nikmat itu Kau hadirkan untuk kusyukuri. Dan semoga aku bisa menghabiskan sisa hidupku dengan sepenuh-penuhnya pengabdian hanya kepada-Mu saja.


BE HAPPY

BE SILLY
BE BRAVE
BE TWENTY-TWO
  -dari seseorang




Jumat, 28 Februari 2014

very late surprise present

surprise ga? kalo surprise harus kaget. haha! asalnya udah ga akan nulis, tp gapapa ya feb, terlambat daripada nggak sama sekali.hehe..
aku hampir lupa kapan dan bagaimana kita bertemu pertama kali. mungkin kau lebih ingat.
yang kutahu, kamu termasuk salah satu dari sahabatku yang berisik. haha
yang selalu modis dan modus. hahaha
yang sering narsis dan kepedean sendiri. :P
yang selalu berbagi keceriaan bagaimanapun keadaannya.

dan aku bukan orang yang pandai mencairkan suasana sepertimu.
aku bukan orang yang bebas ber-haha hihi dengan siapapun yang kumau.
tapi kalo sama kamu feb, entah kenapa kegilaanku muncul.
aku jadi lebih berisik dari biasanya,
jadi lebih aktif bicara dari biasanya,
kaki jadi berjalan lebih jauh dari biasanya, 
tangan berbuat lebih banyak dari biasanya, 
mata menatap lebih lama dari biasanya, 
leher lebih sering melihat ke atas, 
lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, 
dan hati yang bekerja lebih keras dari biasanya, 
serta mulut yang selalu berdoa..
eh salah itu quote 5 cm (yang dimodif).haha
ya intinya, kalo sama kamu, jadi ngerasa asik aja gitu.
asik karena ada partner saling ejek dan saling gombal (eh gombal mah kamu doang deng).haha

ya ampun becanda mulu.
serius ini ya, serius loh beneran.
happy birthday ya febi,
makasih udah jadi sahabat yang menyenangkan..
yang selalu bikin ketawa dengan jokes maupun tingkah konyolnya..
tapi ternyata bikin kaget karena tumblr-nya kece dan puitis.. ;)
siapa sangka seorang febi ternyata hatinya romantis puitis (aih..)
semoga febi panjang umur, makin mencintai dan dicintai Allah..
impian-impianmu, cita-citamu, semoga Allah izinkan untuk terwujud dan menjadi jalan bagi terbantunya banyak orang..
semoga Allah selalu menggenggam febi erat, supaya ga pernah jauh dari-Nya.
semoga Allah selalu jadi yang pertama diingat ketika sulit maupun bahagia..
semoga Allah selalu memenuhi hatimu, mengalahkan cinta yang kau berikan kepada selain-Nya..
happy birthday, febi sayang.. :)
maaf karena terlambaaat sekali. yang penting masih februari ya,,hehe
sukses selalu buat febiii :*

Kamis, 16 Januari 2014

Tentang Kebosanan dan Cara Mengatasinya (ala bos)

Sekitar satu setengah tahun yang lalu, selama beberapa bulan, aku pernah menjadi freelancer di sebuah lembaga kursus bahasa inggris. Masa-masa itu, tak kupungkiri merupakan salah satu pengalaman yang memberikan banyak pelajaran berharga untukku. 

Ada salah satu pembicaraan menarik dengan -yaa sebut saja- bos kami. Siang itu si bos menghampiri aku dan temanku yang sedang duduk di sela-sela waktu istirahat kami. Beliau memulai dengan satu pertanyaan, "Kira-kira ada tidak yang bikin kalian bosan atau kesal selama disini?"

"Kalau kebanyakan belajar tapi ngga action-action pak,hehe.." jawabku. Ya, kadang aku suka bosan dengan pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh kantor sementara terjun ke lapangannya jarang.

"Kalau orang lain bisa, tapi saya ga bisa-bisa pak," jawab temanku. Kupikir itu jawaban mengenai hal yang bikin dia kesal. Mengajar bahasa inggris dengan full communication memang bukan hal yang mudah. Kita dituntut harus belajar banyak aksen dan cara bicara yang harus persis dengan native speaker atau orang bule aslinya. It's fun for me, but for some people maybe it's kinda hard.

Lalu si bos bertanya lagi, "Nah, saya mau kasih kalian 2 hal. Tentang fakta kebosanan dan tentang bagaimana mengatasi kebosanan itu. Mau yang mana dulu?"

"Fakta dulu pak," jawabku.

"Oke,kalian disini (tempat kerja) sebetulnya sedang diajarkan untuk menjadi seorang pengusaha. Dan untuk menjadi seorang leader (leader itu sebutan untuk pengajar) yang mahir tentu ada prosesnya kan? Dari mulai belajar,mengajar,kemudian simulasi,lalu praktek. Nah, semua proses itu harus dijalani kalau memang mau bisa. Ga bisa diloncat-loncat, misalnya dari belajar terus langsung praktek. Nanti hasilnya tidak optimal..Jadi nikmati prosesnya.." kita ngangguk-ngangguk.

"Kalian juga harus berkembang, lepaskan diri dari belenggu yang menghambat kalian untuk maju, bahkan mungkin teman kalian sendiri," ini mungkin kedengarannya sedikit kasar, tapi beliau ada benarnya. Ada saat-saat dimana kita harus jaga jarak dengan mereka yang menghambat pertumbuhan diri kita, walaupun mungkin itu teman kita sendiri.

Kemudian beliau menambahkan, "Setiap masalah itu ada sebabnya, jadi usahakan cari sebabnya, cari akar masalahnya. Kalau sebabnya sudah terselesaikan, maka masalahnya juga selesai.." yess,you're so right, sir.

"Sekarang yang kedua. Tentang bagaimana mengatasi kebosanan. Coba Husna, kalau kamu lagi bosan, apa yang kamu lakukan?"

"Mungkin mengalihkan dulu ke aktivitas lain dulu kali ya, baru nanti dilanjut lagi," jawabku.

Dan jawaban dari beliau menarik sekali. Coba simak. 

"Nah, kebanyakan orang berpikir begitu. Kita menyebutnya refreshing. Tapi coba kita lihat dampaknya. Ketika kita bosan, terus kita melakukan refreshing, misalnya kita sedang mengerjakan tugas, terus karena bosan, kita berhenti dan nyeduh kopi dulu.. Sebetulnya, dengan kita refreshing, kebosanan itu akan datang lagi, bahkan dengan tingkat yang lebih tinggi. Sehingga apa yang terjadi? Refreshing kita yang sebelumnya tidak lagi mempan untuk kebosanan yang kedua, sehingga kita harus cari cara lain untuk mengatasi kebosanan itu."
Ngerti maksudnya? Biar kusederhanakan.. Misalkan kita lagi ngerjain skripsi (maaf ya,mahasiswa tingkat akhir gini nih,obrolannya skripsi mulu,haha), terus kita ngerasa bosan, karena kita bosan, kita refreshing dengan nyeduh kopi. Setelah minum kopi, ketika kita ngerjain skripsi lagi, besar kemungkinan kita akan merasa bosan lagi, dan ketika kebosanan yang kedua datang, minum kopi tidak lagi dapat menghilangkan kebosanan itu. Kenapa? Karena kebosanan yang kedua datang dengan tingkat yang lebih tinggi. Dan kita ga bisa pakai cara yang sama untuk menghilangkan kebosanan yang tingkatnya sudah naik level itu. Jadi kalau kita udah pake cara nyeduh kopi,cara itu ga akan berhasil lagi. Kita harus pake cara lain misalnya dengan makan mie,atau nonton tv,olahraga keliling komplek,nanti lama-lama refreshing beneran ke luar kota dan akhirnya skripsinya ga kelar-kelar deh. Hahaha.. 

"Jadi satu-satunya cara yang paling ampuh menghadapi kebosanan adalah dengan -mau ga mau- menyelesaikan pekerjaan itu sesegera mungkin. Apapun yang terjadi, hadapi saja sampai selesai. Sampai kita kebal. Sehingga ketika muncul permasalahan yang sama, kita langsung bisa menyelesaikannya, bahkan hal itu bukan lagi masalah besar bagi kita," lanjutnya. 
Kalau ga salah disini beliau ngasih contoh pelajar yang lagi nyelesain soal matematika yang rumit. Fokus aja sama cari jawabannya, kalo perlu liatin terus tuh soalnya sampe butek. Kalo ga ada ide, telepon temen, atau cari caranya di internet. Pokoknya cari terus caranya sampe dapet. Ketika jawabannya dapet, dan di masa depan datang soal serupa, itu bukan lagi masalah bagi dia. Intinya kalau ada masalah atau kerjaan, selesain cepet-cepet, jangan kabur-kaburan. Gitu mungkin ya.. *ehm,kesindir.

"Sama halnya dengan ketika kita belajar sepeda, awalnya pasti takut, dan kalau ga bisa-bisa pasti inginnya nyerah. Tapi lanjutkan aja, jangan berhenti sampai bisa. Bahkan kalau udah bisa malah ketagihan kan? Sampai nanti berada di titik "terbiasa" dan bersepeda bukan lagi hal yang spesial bagi kita. Tidak ada orang yang pintar, yang ada adalah orang yang tekun menyelesaikan satu masalah sampai selesai."

Begitu katanya.. Dan sampai saat ini pembicaraan itu masih tetap berkesan bagi saya. Dapet AHA moment banget pas dikasihtau sama beliau tentang ini. Walaupun prakteknya memang tidak semudah teori.. Muehehehe.. *nyengirkuda

Tapi semoga aja ada yang mendapat inspirasi dalam tulisan saya ini. Kalau ada yang mau sharing juga silakan di kolom komentar. :)

Jadilah orang bodoh yang dapat menyelesaikan satu hal, daripada menjadi orang pintar yang dapat memulai tanpa pernah terselesaikan. -Bong Chandra

Senin, 13 Januari 2014

Don't Stop Believing

Desember kemarin ga ada satupun postingan maap yaak.hehe.. Lho kenapa minta maaf? Ya kali aja ada yang kangen gitu sama tulisan aku di blog.hahaha.. #ngarep :P
Beberapa hari lalu aku review tulisan di buku harian dan ternyata walaupun aku ga nulis di blog, desember kemarin aku banyak nulis di diary. Dan sekedar ingin sharing apa yang kutulis di awal desember kemarin..

"Dan setiap orang dengan ujiannya masing-masing. Semoga tidak salah menggantungkan harap." -@una_ha2

Kalau diibaratkan metamorfosis,saat ini mungkin sedang ada dalam fase kepompong yang sedang susah payah keluar untuk menjadi kupu-kupu yang dapat terbang. Dan proses keluar dari kepompong itu adalah proses yang betul-betul harus dilakukan SENDIRI. Orang lain tak bisa membantu selain memberi semangat dan doa. Karena kalau dibantu justru fatal akibatnya, si kupu-kupu tidak akan bisa terbang dan lama kelamaan mati. Dia harus berusaha sendiri, sekuat tenaga menggunakan otot-otot sayapnya untuk menerobos dinding kepompong, hingga akhirnya bisa terbang keluar.

Dalam hidup juga begitu. Ada ujian-ujian dimana kita harus berjuang SENDIRI untuk menyelesaikannya. Ada saat-saat dimana orang lain sama sekali tak bisa membantu. Ada saat-saat dimana kita harus menolong diri kita sendiri. Sama sekali tanpa bantuan orang lain.

Berat memang,tapi itu merupakan fase yang harus dijalani, demi kebaikan kita sendiri. Agar dapat "terbang" dengan bangga, dengan sayap yang kuat untuk menerpa badai sekalipun.

Nikmati dan cintai prosesnya. Karena Allah sedang mengasahmu menjadi berlian yang bersinar dan bernilai tinggi. Yakinlah. 
Yakin. Karena ketika seluruh dunia sedang tidak berpihak padamu, keyakinanmulah yang membuatmu bertahan.
Keyakinan bahwa kita bersama Yang Maha Kuat. Keyakinan bahwa ada banyak hal indah yang menanti di depan sana.
Keyakinan bahwa bersama-Nya semua akan baik-baik saja.
Don't stop believing.
-13 Desember 2013

Rabu, 27 November 2013

aku (tak) bisa menulis

mereka bilang, menulis adalah bekerja untuk keabadian.
mereka bilang, seorang pemimpin hebat, seorang public figure sekalipun, rentan termakan zaman jika tidak mengabadikan karya dalam bentuk tulisan.
tulisan merupakan salah satu rekam jejak seseorang, bahwa ia pernah ada di dunia ini, dan menghasilkan suatu karya yang kelak akan dikenal dan diingat selalu oleh anak cucunya.
ya,aku sangat paham itu.

namun aku sangat merasa kesulitan untuk menulis.
aku iri, pada mereka yang dengan mudah bisa menuangkan isi pikiran mereka ke dalam tulisan.
aku iri pada mereka yang tulisannya begitu mengalir dan enak untuk dibaca.
tapi entah kenapa, aku tak bisa menulis.
bahkan untuk sekedar menulis catatan harian, untuk menulis apa yang kurasakan hari ini, sepertinya aku tak bisa.
aku selalu merasa tidak percaya diri karena kata-kataku rasanya selalu kurang pas untuk dituangkan kedalam tulisan sehingga selalu membuatku urung lagi untuk menulis.
padahal mereka bilang, dengan menulis aku bisa menjadi apa saja. dengan menulis aku bisa pergi kemana saja.
kedengarannya hebat,tapi aku tetap saja tidak bisa menulis.

aku lebih suka mengekspresikan perasaanku melalui gambar, melalui goresan pensil yang kutuangkan dalam secarik kertas.
terkadang melalui lukisan, perasaan melukis dengan kuas di atas kanvas betul-betul membuatku merasa hidup. gambar dan lukisankulah yang "berbicara" tentang perasaanku, tentang banyak pesan yang ingin aku sampaikan pada mereka yang melihatnya. aku sama sekali tidak menggambar atau melukis tanpa makna. ada makna dibalik setiap goresannya.

terkadang dengan musik, musik betul-betul bisa mewakili apa yang sedang kurasakan. untaian nada-nada itu bisa kuatur sedemikian rupa untuk mentransfer rasa dan makna kepada orang yang mendengarnya.

juga dengan foto. aku menyukai fotografi. aku suka memotret apa saja. karena sebuah foto bisa membawa orang mengingat masa lalu, mensyukuri hari ini, bahkan bisa membuat pikiran mereka terbang ke masa depan.

banyak hal yang bisa mengekpresikan perasaanku. justru karena aku tidak bisa menulis, aku membuat "tulisan"ku sendiri. aku bercerita dengan caraku sendiri. aku mengabadikan karyaku dengan caraku sendiri.

aku tidak khawatir termakan zaman, karena aku punya "tulisan" dengan versiku sendiri.

***

tulisan ini terinspirasi dari mereka yang merasa kesulitan menulis tapi tetap punya ruang untuk "menulis". :)
walaupun sebetulnya, menulis adalah semudah bercerita. nih buktinya, bahkan menceritakan kesulitanmu untuk menulis ternyata bisa menjadi sebuah tulisan.hehe.. ^_^v
happy writing! :D

Jumat, 15 November 2013

rindu

kalau kau ingin menertawakanku,silakan saja..
tapi sepanjang hari ini..
entah kenapa..
aku rindu..
pada sosok yang kuat namun ringkih karena banyak merasakan pahitnya dunia..
yang katanya keturunan kerajaan gorontalo namun memilih merantau,menolak mengemis dari kekayaan yang diturunkan..
yang jago sekali berbicara bahasa inggris dengan berbagai aksen dan beberapa bahasa lain tapi kesulitan dengan bahasa jepang karena lidahnya yang pendek..
yang cerdas karena pengalaman hidup dan ilmunya yang kaya..
yang galak tapi penyayang..
yang koleris dan terkadang dimusuhi karena terlalu keras kepala..
yang jago bernegosiasi dan ga mau kalah..
yang sangat suka berbicara dan menasihati anak-anak muda.dan aku senang mendengarkannya.apapun topiknya selalu menarik buatku. (walau ia sering lupa waktu karena keasikan bicara)
yang unik pemahaman agamanya..
yang kadang suka mengetes dengan pertanyaan yang membuatku mengernyitkan dahi untuk mencari jawabannya..
yang kalau disanggah argumennya ga pernah sekalipun mau kalah,walaupun apa yang kita bicarakan intinya sama,selalu dibuat agar yang memenangkan diskusi selalu dirinya.. (haha *nurut)
yang mengajarkan bahasa inggris kadang sampai teriak-teriak,harus sempurna,persis seperti ia mengejanya..
yang meyakinkan bahwa aku adalah gajah dan mereka adalah kecoa (haha)..
yang pernah membuatku menangis tapi kemudian tersenyum ketika kesalahan itu diakui.baginya,mengakui kesalahan adalah ksatria..

seorang yang unik dan hanya ada satu-satunya di dunia..
aku rindu, tapi kenapa rasanya tak punya nyali untuk bertemu?

Selasa, 12 November 2013

this morning i realized something:
bukan salah setan karena terlalu hebat menggoda kita, melainkan salah kita sendiri yang melepaskan genggaman kita pada Allah sehingga menjadi mudah bagi setan menarik kita dalam perangkapnya..

Ya Allah, jika aku berpegangan pada-Mu, setan tidak akan berani menggangguku bukan? 
kalau begitu aku takkan melepaskan genggamanku lagi.
dan jangan Kau biarkan aku melepaskannya lagi.

Senin, 11 November 2013

tak ada pertemuan yang sia-sia


terinspirasi dari perkataan seorang sahabat, 
"tak ada pertemuan yang sia-sia."

sudah berapa banyak orang yang kita temui hingga detik ini?
sudah berapa banyak orang yang datang dan pergi di kehidupan kita?
dari mulai keluarga, sahabat karib, teman, hingga orang yang kebetulan bertemu kita di jalan.
tak terhitung banyaknya.

ada yang datang kemudian tinggal,
ada yang menetap kemudian pergi,
ada yang hanya sekedar singgah.

ada yang setia di sisi,
ada yang tak peduli,
ada pula yang menyakiti.

dan semuanya sudah Allah atur, membawa pelajarannya masing-masing untuk memperkaya kebijaksanaan diri kita.
selalu ada hikmah dari setiap pertemuan. selalu ada pelajaran dari setiap orang.
berbaik sangkalah pada-Nya yang takkan pernah salah memberi apa yang kita butuhkan..

Jumat, 08 November 2013

semoga panjang umur

selamat ulang tahun,semoga panjang umur
Kalimat di atas merupakan kalimat yang biasa kita dengar sebagai ucapan selamat untuk ulang tahun seseorang. Dulu, aku juga melakukan hal yang sama. Sekedar mengikuti kebiasaan orang-orang, "semoga panjang umur" selalu menjadi doa yang selalu terselip di setiap ucapan ulang tahun dariku.

Sampai akhirnya, suatu waktu, sudah lama sekali. Mungkin SMP. Saat aku dan adik-adikku patungan membelikan hadiah ulang tahun untuk ibu. Tidak mewah, hanya sepaket makanan ringan yang ibu sukai, lengkap dengan surat di dalamnya. Ucapan selamat ulang tahun, doa-doa sederhana, termasuk doa "semoga panjang umur" tertulis disitu.

Ketika membaca surat itu, ibu lalu bertanya, "Semoga panjang umur? Memangnya kalian ingin umur ambu (panggilan kami untuk ibu) sampai sepanjang apa?" Sebuah pertanyaan sederhana yang membuatku tak bisa menjawabnya. Iya juga, memangnya aku ingin beliau hidup sampai umur berapa? Lagipula bukan panjangnya umur yang Allah lihat, tapi digunakan untuk apa umur itu. Percuma umur panjang tapi manfaat yang diberikan sedikit. Sebaliknya, akan lebih baik jika meninggal di usia muda dengan manfaat yang ditinggalkannya segudang. Begitu pikirku.

Sejak saat itu, aku tak pernah lagi mendoakan "semoga panjang umur" dalam setiap ucapan selamat ulang tahunku. Malah pernah temanku mendoakannya untukku tapi lalu kuprotes, "Jangan didoain selamat panjang umur,ah."

Tapi akhir-akhir ini aku malah berpikir, justru harus panjang umur. Harus. Tapi kali ini aku memaknainya dengan konteks yang berbeda. Bukan panjang umur selama hidup di dunia, apalagi umur kita tak ada yang tahu sampai kapan. Tapi panjang umur saat diri kita justru telah terbalut kain kafan dan terkubur di dalam tanah. Umur kita setelah kita tiada, harus melebihi umur kita selama hidup di dunia.

Di saat kita telah tiada, orang-orang masih mengingat kita, manfaat kita masih dirasakan oleh mereka. Walaupun kita secara jasad sudah tak ada, tapi kita masih "hidup" karena keberadaan kita masih terasa oleh mereka. Aku berharap, justru "kehidupan" kita setelah kita mati itulah yang seharusnya lebih panjang. Bukan panjang umur ketika ruh berada dalam jasad, tapi panjang umur setelah ruh pergi dari jasadnya.

Kupikir, sekarang aku akan menggunakan doa itu lagi. Untuk yang sedang berulang tahun, ah tidak, untuk semua orang di dunia ini, termasuk untukmu yang sedang membaca tulisanku ini, semoga panjang umur ya.. Begitu juga aku, semoga aku panjang umur. Aamiin.. :) 

Senin, 28 Oktober 2013

tentang mati

Beberapa hari terakhir entah kenapa Allah ingatkan terus dengan kematian. Baca-baca tulisan orang, entah kenapa yang muncul lagi-lagi tentang kematian. 
Masih suka ngerasa sedih dan takut kalau inget mati. padahal kan harusnya seneng ya? :(
(kenapa harusnya seneng? silakan baca tulisan ini)

Semoga bisa sampai pada satu masa dimana mengingat mati justru membuat bahagia..
Bahagia karena cukupnya bekal pulang,
Bahagia karena akan segera terobatinya kerinduan pada Sang Maha.. :)
Ya, semoga..

Jumat, 25 Oktober 2013

aku berdoa

aku berdoa
untuk setiap wajah yang kehilangan senyumnya
untuk setiap binar mata yang kehilangan sinarnya
untuk setiap raga yang kehilangan tenaganya
untuk setiap jiwa yang kehilangan semangatnya
untuk setiap langkah kaki yang kehilangan tujuannya
untuk setiap hati yang kehilangan keyakinannya
untuk setiap nyawa yang kehilangan kehidupannya
semoga Allah segera kembalikan yang hilang itu
karena kehilangan Dia ciptakan untuk menyadari keberhargaannya 
dan untuk lebih mensyukuri apa yang masih ada

Selasa, 15 Oktober 2013

selamat ulang tahun, Fitri Aisyah..

hari ini ulang tahunnya. si arsitek masa depan. mau nulis apa ya bingung? haha
dia terlalu unik untuk bisa aku deskripsikan.
heboh,ekspresif,tapi juga cepet pundungan.haha
maniak baca,jago banget bahasa inggrisnya,dan teman sharing yang menyenangkan :D
kepeduliaannya terhadap orang lain begitu besar, tapi juga cepat terharu terhadap sekecil apapun kepedulian yang orang lain berikan untuknya.
beberapa bulan lalu di hari ulang tahunku, dia menulis ini. sejujurnya, terharu luar biasa. ternyata kamu tukang stalking juga ya pit. hahaha
hey Fitri Aisyah!
bersyukur luar biasa bisa bertemu dan mengenal kamu, menghabiskan waktu 3 tahun bersama-sama di tempat yang kalo inget lagi pasti ngangenin banget :3
terima kasih untuk kehebohan2 kalo nemu sesuatu yang asik, dari mulai maximum ride sampai junsu.hehe
terima kasih juga untuk kegilaan2 yang pernah kita lalui bersama, bahkan sekarang di kepalaku terngiang-ngiang suara cerewetmu yang khas.hehe
terima kasih juga untuk sharing2 bermaknanya, yang selalu jadi pengingat bahwa kita hidup dengan peran, dan terlaksananya peran itulah yang akan menjadi penentu kehidupan kita yang abadi kelak.
selalu mendoakan yang terbaik juga buat mpit, yang punya tempat tersendiri di hati dan ga bisa tergantikan sama yang lain.
Ya Allah,terima kasih karena telah Kau anugerahi saudara seperti dirinya..
pertemukan kami lagi di surga boleh ya? :) *aamiin

Senin, 14 Oktober 2013

masih manusia

beberapa hari yang lalu saya mengirim pesan sms kepada seseorang, "maaf, kemarin2 egonya lagi tinggi banget. tapi alhamdulillah sekarang udah 'idup' lagi,hehe.."
sms ini saya kirim sebagai bentuk permintaan maaf karena saya sempat 'menghilang' sekaligus memberitahu yang bersangkutan bahwa saya 'masih ada' dan masih ingin dibimbing.
saya saat itu berharap-harap cemas menunggu balasannya, saya tahu saya salah dan saya sudah dalam kondisi siap untuk menelan teguran-teguran dari beliau. tapi ternyata beliau tidak melakukannya. 
beberapa saat kemudian saya menerima balasan dari pesan saya itu,isinya:
"Alhamdulillah.. berarti masih manusia.. :)
kemampuan mengelola naik turunnya hati itulah yang membuat sosok manusia itu berharga di sisi Rabb-nya. Bukan malaikat yang selalu taat, karena memang tak dikaruniai gejolak emosi.."
rasanya ingin menangis, terharu. tapi di saat yang sama saya merasa bersemangat lagi. terima kasih pak, untuk pesan singkatnya. maknanya dalam sekali. :)
#feeling grateful

Minggu, 06 Oktober 2013

belajar dari setiap orang

x: bahkan setelah melalui semua masa sulit itu, kau tiba disini.
y: ya, jika aku sendirian, aku tidak akan berada disini sekarang.
x: seseorang...membantumu?
y: ada banyak orang, tapi yang paling berkesan adalah orang yang membuatku menjadi dewasa. kepercayaannya pada orang-orang sangat berlebihan, itu membuatnya tampak sedikit bodoh. namun dengan kepercayaan itu, aku melihat dia mengubah orang, dan membuat aku menghormatinya sebagai orang dewasa dan orang yang hebat.
juga, ada orang yang terlalu percaya pada dirinya sendiri. namun orang semacam itu, mengaku salah dan meminta maaf. aku tahu bahwa orang yang dapat meminta maaf adalah orang yang hebat.
juga, ada seseorang yang menunjukkan jalan dimana aku tidak boleh jalani. dia adalah seseorang yang memilih jalan hidup sebagai binatang. orang itu belum dewasa dan menyedihkan. 
juga, ada saat dimana aku hampir membuat pilihan yang sama. 
y: kau hampir membuat pilihan yang sama?
x: ya, aku juga ingin membalas dendam dan hampir membuat pilihan yang sama. jika 'orang itu' tidak ada untukku, aku mungkin akan hidup seperti binatang sekarang.
y: orang itu?
x: ya. saat itu ada orang yang benar-benar tidak dapat dipercaya, tidak memiliki sopan santun dan benar2 tidak memiliki kerendahan hati. seseorang itu mulai berjuang untuk kebenaran, dan mulai melihat orang lain. juga, hal penampilan yang seperti itu adalah cahayaku dan jalan ketika aku masih dalam gelap. jika orang itu tidak ada, aku mungkin tidak akan mampu untuk sampai sejauh ini. karena orang itu, aku tahu betapa pentingnya melindungi seseorang. karena orang itu juga aku menemukan betapa pentingnya untuk mendengarkan cerita seseorang. itulah kenapa aku yakin aku bisa menjadi seorang polisi yang hebat.

***
"orang2 yang Allah kirimkan untuk melengkapi hidup kita, Dia tidak memberikannya tanpa maksud. ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari setiap orang. siapapun itu."

nice ending :)  
from a drama: I Hear Your Voice.

bersama Tuhan

Ditengah kesibukan orang-orang, aku menyendiri dalam ruangan. Menumpahkan emosi dan pikiran ke dalam untaian kata yang kurangkai dalam tulisan. Hatiku berkata, ada ‘sesuatu’ hari ini. Tapi entah apa. Ada pembelajaran berarti hari ini. Tapi aku belum menyadari itu apa.

Ya Allah, sampai kapan akan begini, gelisah dalam belenggu yang kubuat sendiri..
Sampai kapan akan begini, pura-pura sedang dalam masa pencarian jati diri, namun di waktu yang sama menutup pintu hati saat Kau ketuk..
Sampai kapan akan begini, berbangga akan mimpi-mimpi, tapi membuat alasan-alasan dalam hati..
Sampai kapan?

Ada perasaan marah, pada diri yang tak mau diajak berkompromi.
Ada perasaan iba, pada diri yang terkungkung dengan alasan-alasan yang dibuatnya sendiri.
Ada perasaan kecewa, ketika semangat menggebu meraih mimpi namun tubuh menolak diajak beraksi.
Ada perasaan sedih, ketika pada suatu waktu semangat itu datang, kemudian esoknya berselimut lagi.
Dan perasaan lelah yang tak ada habisnya karena semua ini tak juga berakhir.

Hingga muncul pertanyaan teruntuk hati yang meringkuk, buta, menolak melihat kenyataan, “sebenarnya apa yang kau cari?”
Untuk sekian lama aku termenung meresapi pertanyaan itu. Mencoba mentransferkannya pada pikiranku, tapi pikiran itu diam. Kemudian mencari-cari jawabannya seperti mencari dokumen yang hilang namun tak juga tertemukan. Aku pernah menjawabnya, dan aku bisa menjawab itu, tapi seakan jawaban itu terkubur tanpa bisa kutemukan lagi.

Seketika hatiku menangis. Sudah berapa dalam aku jatuh?  Hingga rasanya segelap ini.. sehampa ini.. sesendiri ini..
Dan sudah berapa lama aku berada dalam lubang yang gelap ini? Tak mencobakah aku untuk keluar? Atau jangan-jangan merasa nyaman dalam kegelapan ini? Dalam keadaan dimana tak ada setitikpun cahaya sehingga kau tak lagi tahu dirimu siapa. Yakin merasa nyaman dengan kondisi seperti itu?

Hati ini lalu menangis lagi. Lalu aku harus kemana? Disini gelap sehingga aku tak temukan jalan keluar. Setitik cahaya itu, ada dimana?
Hatiku tiba-tiba bertanya, “Tunggu dulu. Memang siapa aku ini? Dan mengapa aku ada di tempat ini? Untuk apa aku disini?” Tak ada jawaban. Hening..
Entah sudah berapa lama aku melalui keheningan ini. Mataku terasa buta karena tak ada yang dapat kulihat. Telingaku terasa tuli karena tak ada sedikitpun suara yang dapat kudengar. Mulutku rasanya bisu, tak tahu harus bicara apa, tak tahu harus bicara pada siapa.
Ingin menangispun tak bisa. Rasanya air mataku tak dapat keluar sekalipun aku memaksanya untuk keluar. Hanya bisa merintih dalam hati, “keluarkan aku dari kegelapan ini..”

Dalam kelelahan hati yang sangat, aku melamun lagi dalam pikiranku yang kosong. Bahkan dalam pikiranku pun rasanya gelap, sama dengan sekelilingku yang gelap ini.
Dalam lamunan itu, tiba-tiba aku terperanjat. Ada sebuah suara. Suara yang lembut dan menenangkan..

Seketika hatiku merasakan ada harapan. Kutajamkan telingaku, mencoba mendengarnya lagi. Suara itu muncul lagi, kali ini terdengar lebih jelas. Sebuah kalimat yang membuatku merasa tenang luar biasa, “ada Aku disini..”
Tiga kata itu, rasanya membuat sensor kulitku menjadi peka karena merasa dipeluk, direngkuh, dijaga.. Perasaan apa ini? Ini adalah perasaan ternyaman semenjak aku berada dalam kegelapan ini..
Dengan hati-hati kuberanikan hatiku bertanya, “siapa...?” 
“Aku? Aku Tuhanmu..” begitu jawabnya. Keningku mengernyit. Tuhan?

Bersamaan dengan pertanyaanku, muncul setitik cahaya di kejauhan. Aku kemudian berdiri, berjalan mendekati cahaya itu.
Ternyata saat kudekati, cahaya itu makin besar, makin terang. Mataku bersinar memantulkan cahaya yang indah itu. Semakin aku mendekati cahaya itu, semakin tubuhku bermandikan cahaya. Hatiku serasa disiram air yang sangat segar. Aku tak pernah merasakan sensasi seperti ini sebelumnya..

Aku terus berjalan, meninggalkan kegelapan yang mengurungku sekian lama.
Ketika gelap itu lenyap, bibirku refleks menyunggingkan senyum. Menyadari sesuatu.
Ternyata Tuhan jawabannya..
Senyumku semakin lebar, lalu aku berlari. Meninggalkan kegelapan itu sejauh mungkin. Tak berniat untuk kembali ke sana.
Kini.. aku hanya ingin tinggal dalam cahaya ini.. bersama Tuhan..


*sebuah luapan perasaan ketika suatu waktu diri ini menghilang 
hingga sang hati berbisik, "ada Allah.." lalu aku menemukannya lagi :)

Rabu, 11 September 2013

pertemuan yang membawa hikmah

pertemuan siang itu dengan seorang penjual bakso benar-benar masih terngiang dalam ingatanku hingga sekarang. pertemuan yang sama sekali tidak masuk dalam rencanaku, tapi sang sutradara kehidupan pasti telah menakdirkan aku bertemu dengannya.

ibu yang wajahnya teduh itu tersenyum padaku, mempersilakanku duduk dan kita mengobrol.. dia terlihat sangat baik-baik saja walau badannya sedikit gemuk.. aku tak melihat tanda-tanda bahwa kesehatannya bermasalah..

hingga dia bercerita bahwa dia punya penyakit yang bahkan dokterpun tak tahu apa namanya.. dokter-dokter yang pernah didatanginya dari rumah sakit yang berbeda, bahkan kebingungan mendiagnosa penyakit apa itu. semacam kelainan tulang, dan ternyata itu bawaan lahir.. penyakit ini termasuk langka. ibu itu sudah mencoba berbagai macam ikhtiar dari mulai melakukan terapi pengobatan ini itu, mencoba berbagai obat, sampai terapi sugesti sudah dilakukannya.

badannya memang besar, tapi dia tidak bisa mengangkat barang-barang berat lebih dari 3 kg. untuk menggendong bayipun dia tak kuat. pernah ada satu kejadian yang mengharuskan dia memindahkan bayinya karena dirumah sedang tidak ada orang, dan akibatnya pergelangan tangannya terkilir dan baru sembuh setelah 4 tahun. "setiap hari saya pasti diurut," tuturnya, karena tulang-tulangnya sering pegal. perawatan rumah sakit tidak banyak membantu. dokter seringkali tidak memberikan obat karena jika obat yang diberikan salah, dadanya langsung terasa sesak dan dia merasa kesakitan. obat-obat dan terapi yang dijalanankan hanya memberikan dampak sesaat, setelah itu kembali lagi seperti biasa. akhirnya sang ibu sampai pada titik pasrah, beliau menghentikan segala macam pengobatan. yang dilakukannya sekarang hanya menjaga pola makannya dan pola istirahatnya. alhamdulillah masih terlihat sehat.. aku speechless ketika mendengar cerita-ceritanya. dia pasti banyak merasa kesakitan karena penyakitnya, tapi dia menceritakannya kepadaku dengan begitu tenang. ibu ini hebat sekali, sangat strugggle, pikirku saat itu.

beliau melanjutkan ceritanya, "ketika saya lahir dalam keadaan tidak normal, dokter memvonis hidup saya tidak akan bertahan lama. tapi ternyata saya bisa hidup sampai sekarang usia 40 tahun, sebentar lagi 41.." aku merinding mendengarnya. manusia memang tidak bisa mendahului takdir Allah..

vonis dokter yang kedua datang, "ketika saya menikah, dokter bilang saya tidak mungkin punya anak. tapi nyatanya, saya punya 2 orang anak sekarang. anak pertama saya umurnya 13 tahun, dan yang kedua baru 4 bulan..walaupun memang untuk memiliki anak saya harus terapi dulu selama setahun,tapi buktinya saya bisa punya anak," subhanallah.. saya sungguh ga bisa berkata-kata saat itu. ibu ini keren.. ibu ini keren.. saya terus bergumam dalam hati.

banyak sekali yang ibu itu ceritakan, tak terasa kami mengobrol hampir satu jam. banyak sekali pelajaran berharga yang kudapatkan. betapa bersyukurnya aku, aku terlahir dalam keadaan normal dan masih diberi kesehatan sampai sekarang.. 

dan benar ya, jika Allah sudah berkehendak, maka tak ada yang tak mungkin.. sepanjang perjalanan pulang dari sana, saya berdoa untuknya, semoga Allah berikan jalan untuk kesembuhannya dan semoga ia selalu diberi kesehatan.. 

ah ya, namanya bu rita. aku bertemu dengannya di warung bakso sekitar geger kalong..

Rabu, 04 September 2013

recharging

perasaan macam apa ini.. bahagia gimanaaaa gitu.. he.. :D
aah, nyesel banget ninggalin buku harian di rumah nenek, padahal biasanya  selalu aku bawa kemana-mana.. pengen nulis tapi ga ada bukunya ya gimana yaaa..haha
mungkin ini sudah skenario-Nya biar aku nulis di blog lagi?hehe.. udah lama banget ya ga muncul di blog? :p

kemarin-kemarin banyak banget berkelana dengan hati, dengan diri.. sekedar mempertanyakan lagi tentang hidup, apa yang kucari, apa yang kutuju.. mengevaluasi apa yang telah dicapai, bekal apa yang sudah dikumpulkan.. dan merancang lagi peta hidup, kemudian melanjutkan perjalanan.

ya, terkadang kita perlu meluangkan waktu untuk 'beristirahat' sejenak dari kesibukan-kesibukan kita, recharging istilahnya.. mengobrol dengan diri sendiri untuk sekedar melihat sudah seperti apa diri kita sekarang, apakah lebih baik dari sebelumnya? dan aku bersyukur Allah memberikan keadaan yang membuatku bisa berada dalam kondisi seperti itu dan membuat prosesnya terasa mudah sekali. perpanjangan tangan-Nya tak henti-hentinya membantuku untuk melewati proses yang mungkin akan terasa berat jika aku menghadapinya sendiri.. 

dan setelah proses itu terlewati rasanya legaaaa sekali. dampak chargingnya terasa sekali. aku mulai menata lagi hal-hal yang selama ini terabaikan, memperbaiki hal-hal yang berjalan tak semestinya, belajar lagi untuk lebih banyak bersyukur dan bersabar. 

Ya Rabb, nikmat-Mu sungguh tak terhingga.. ajari aku selalu arti bersyukur itu, nikmatnya bersabar, dan cara untuk senantiasa mencintai-Mu.. :)

Senin, 24 Juni 2013

Hingga akhirnya kusadari, ini ternyata tentang iman..

Setiap orang pernah mengalami masa terpuruk, jatuh, kecewa, itu wajar.. Karena hal itu merupakan sunatullah yang selalu Allah pergilirkan. Terkadang, jika sudah merasa kecewa seperti itu (yang seringnya kecewa terhadap diri sendiri), aku biasanya mengasingkan diri. Diam di rumah. HP dibiarkan tergeletak, SMS dan telepon tidak kugubris, bahkan jika sampai di titik ekstrim janjipun kubatalkan. Rasanya ingin sendiri saja, tidak mau diganggu.

Apa yang kulakukan? Merenung. Pikiran kembali ke masa lalu, ke masa dimana aku begitu bersemangat. Menganalisanya, mengapa dulu aku bisa sekeren itu, tapi sekarang aku begitu menyedihkan dengan semua belenggu yang mengikat diriku.

Aku kemudian melakukan selftalk, berdebat dengan diriku sendiri, berusaha menyemangati diri sendiri, namun tak berhasil. 
Aku membaca buku, berharap mendapat inspirasi.. inspirasinya sih dapat, tapi tidak menggerakkan, hanya sebatas quote bagus yang kemudian kusimpan di draft HP.
Banyak cara kulakukan, berusaha membuat diriku "hidup" kembali, tapi tak juga berhasil.

Akhrinya, yang ada hanyalah mengeluh. Mempertanyakan keadaan. Mengapa aku tak bisa mengalahkan egoku, mengapa begitu sulit memimpin diri sendiri, mengapa impian-impianku tak mampu menggerakkan, mengapa sulit sekali mendobrak belenggu dalam diri, dan sederet pertanyaan mengapa lainnya.

Biasanya bila sudah begini, aku mengakui bahwa aku dependen, dan aku butuh orang lain untuk maju. Aku ingin ada seseorang yang menarik tanganku, membawaku berlari bersamanya menuju garis finish. Hal itu kujadikan alibi, bahwa selama ini aku tidak maju-maju karena tidak ada yang mau menjadi partnerku, tidak ada yang membantuku, aku merasa aku berjuang sendiri.

Tapi memang tidak ada orang yang tidak butuh orang lain kan? Tidak ada orang yang bisa berjuang sendiri kan? Aku terus saja membela diri. Aku menjadi lupa bahwa menyalahkan keadaan dan membela diri adalah sikap mental seorang pecundang.


Hingga akhirnya kusadari, ini ternyata tentang iman. 
Keyakinan terhadap Allah yang Maha Kuasa. Keyakinan bahwa Dia selalu dekat, selalu membersamai, dan pertolongan-Nya datang secepat kilat bahkan sebelum kita minta.
Keyakinan bahwa Dia memberi masalah untuk membuat kapasitas diri kita semakin besar.
Keyakinan bahwa tak ada yang tak mungkin di dunia ini selama Dia berkehendak. 
Keyakinan bahwa bersama-Nya semua akan baik-baik saja. 
Satu-satunya Dzat yang tidak pernah membuat kecewa karena takdirnya selalu baik.

Jika kita merasakan kehadiran-Nya, tentunya setiap rintangan dan masalah akan terasa kecil dan ringan, karena kita bersama Dia yang Maha Besar dan Maha Kuat.
Jika kita merasakan kehadiran-Nya, kita tidak akan bergantung kepada orang lain, karena Dia satu-satunya tempat bergantung yang takkan pernah membuat kita kecewa..
Jika kita merasakan kehadiran-Nya, tak butuh mencari-cari orang lain untuk berkeluh kesah, ada Dia yang Maha Mengetahui dan Maha Mendengar segala isi hati..
Jika kita merasakan kehadiran-Nya, tak perlu menunggu momentum, tak perlu menunggu uluran tangan orang lain, Dia bersamamu setiap waktu, dan pertolongan-Nya akan datang saat kau butuhkan..

Sesederhana itu jawabannya. Selalu merasakan kehadiran-Nya. Ini ternyata tentang iman. Karena tidak mungkin seseorang yang tidak beriman dapat merasakan kehadiran-Nya, bahkan mungkin meyakini keberadaan-Nya pun tidak.

Jadi pertanyaan besarnya adalah : "Apa kabar imanku saat ini?"

Aku tahu, pahit rasanya mempertanyakan kepada diri sendiri apakah kita masih memiliki iman atau tidak. Karena selama ini ternyata kita hanya mengaku-ngaku tapi mungkin Allah tak mengakui. Ya, pahit.

Tapi kabar baiknya adalah : Dia selalu dekat, dan pintu-Nya selalu terbuka bagi hamba-Nya yang ingin mendekat kembali kepada-Nya..

Sadarilah, ada yang sedang rindu padamu.. ada yang sangat menyayangimu..

Bukankah merupakan bentuk kasih sayang-Nya Dia membuatmu membaca tulisan ini? Dia ingin menyelamatkanmu dan mengeluarkanmu dari kegelapan itu..

Sambutlah uluran tangan-Nya dan berjalanlah bersama-Nya menuju cahaya...

Jumat, 21 Juni 2013

catatan rindu PPL

menyapa dan ngobrol dengan salah satu murid PPL di twitter, langsung terkenang masa-masa PPL selama 4 bulan kemarin..

sebetulnya SMA Angkasa bukan pilihanku, dan memang aku memutuskan untuk tidak memilih, pasrah, dimana saja aku ditempatkan, pasti itu yang terbaik dari Allah. (mengisi 3 pilihan SMA itu kertas itu cuma formalitas aja, dan memang ujung2nya aku ga ditempatin di salah satu SMA yang aku pilih,haha) aku selalu percaya bahwa "seorang guru akan Allah tempatkan dimana muridnya membutuhkannya." so, dimanapun ditempatkan, murid2 yang membutuhkanku sedang menanti :)

ada perasaan cemas sekaligus excited saat itu. cemas karena ada sekelebat perasaan bahwa aku belum pantas menjadi seorang guru dan excited bagaimana proses PPLnya akan berjalan, because i had one step closer to achieve my dream :)

waktu penerimaan mahasiswa PPL, masih inget banget dan terngiang2 sampai sekarang perkataan Bu Kokom waktu itu, "sebelum menanamkan karakter pada anak, tanamkan dulu pada diri kalian." menunjukkan bahwa guru merupakan teladan yang prilakunya dicontoh siswa, maka jadilah contoh yang baik.. :)

tapi jujur, yang membuat diri ini terasa berat adalah jam masuk sekolah yang bahkan lebih pagi dari jam kuliah paling pagi di kampus. ternyata masuk sekolahnya jam 6.45 mas brooo... aku kuliah jam 7 aja masih suka (sering malah) kesiangan, ini jam 6.45, dan perjalanan ke SMA  Angkasa sama jauhnya dengan perjalanan dari rumah ke UPI. duh.. 
tapi semangat pantang mundur! berpikir positif aja, mungkin Allah ingin melatih aku supaya disiplin bangun dan berangkat pagi :D 
awalnya berhasil, sehari, dua hari pertama aku berhasil datang tepat waktu. tapi semakin kesini, jam nyampe di sekolahnya semakin siang.. hahaha.. inilah alasan kenapa aku jarang ikut upacara, lemah banget urusan bangun pagi dan siap2nya lelet :P 

oke, lupakan urusan telat. ketemu guru pamong, dibilangin, "murid2 disini mah luar biasa kreatifnya." haah?? makna kalimat itu sebenarnya ambigu.haha.. yaa ngerti lah, ngajar anak IPS di sekolah swasta itu biasanya butuh tenaga ekstra. hehe.. tapi entah kenapa, dibilangin kaya gitu, bukannya mundur, aku malah pengen maju dan semakin penasaran pengen ngeliat murid2 yang nanti bakal aku ajar. ada perasaan puas, ketika menaklukan kelas yang katanya paling bandel, tapi aku bisa membuat mereka mau belajar :D

pertama masuk kelas XI IPS C, asik, tapi berisik. haha..
entah kenapa, kalau masuk kelas ini, kadang berisik sampe ga bisa diatur, tapi kadang hening dan bikin gurunya salah tingkah.. sepertinya kelas ini moody-an.. haha..
tapi setelah dijalani dan membangun hubungan yang lebih intens dengan para murid, langsung keluar potensi anak2nya yang luar biasa :D

kelas XI IPS D lain lagi, anak2 cowonya pada diem, cewe2nya ribut minta ampun. dan waktu pertama kali ketemu, wajah mereka keliatan sangar2..hahaha.. ^^v
tapi makin kesini, setelah makin kenal sama mereka, mereka semua luar biasa, semangat belajarnya keren, dan kebersamaan dan kekompakannya patut diacungi jempol (termasuk waktu UTS, ulangan harian, dan UAS.haha)

dan kelas yang ga kalah oke, kelas X-H. kelas paling aktif diantara kelas2 yang aku ajar. setiap ngajar, suara aku yang kecil ini selalu kalah sama suara mereka yang terus bersahutan tanpa henti sampai bel tiba.haha.. kelas paling banyak nawar kalau dikasih tugas, dan anak2nya luar biasa unik2.. :D

yang paling ngangenin selama PPL disana adalah pemandangan lapangan udara husein yang tiap pagi dan siang aku lewatin.. :D subhanallah kalau pagi pemandangannya indah luar biasaaaa.. kalau bawa kamera, pengen rasanya puas2in foto pemandangan2 keren disana.. banyak pesawat yang gede2 berjejer.. pemandangan pesawat take off dan landing merupakan hal biasa disana. pernah ngerasain berada 2-3 meter di bawah pesawat yang mau landing? itu rasanya thrilling banget tapi seru :D

guru2 pamongnya juga ngangenin abis, baiknya luar biasa.. walaupun ada beberapa guru yang di depan kelasnya terlihat tegas, tapi aslinya baik bangeeeettt.. ada beberapa guru juga yang gokil. asiklah pokoknya :D

dan kebersamaan sama temen2 PPLnya juga ga bisa lupa. walaupun ada beberapa orang yang ga deket, dan bahkan sampai detik2 terakhir perpisahan aku belum hafal semua nama mereka (haha parah), tapi setidaknya foto studio kemarin, dan pengalaman serupa yang kita alami bareng2 kemarin, menjadi pelajaran dan kenangan yang tidak akan pernah terlupa, bahwa ada satu episode dalam kehidupanku, dimana aku pernah bersama-sama mereka :)


yang paling bikin ga bisa lupa adalah murid2 tentunya.. dan karakter mereka yang unik2 :)
merekalah yang membuat aku mengerti, apa arti seorang guru :)
mungkin selama ini mereka menganggap aku yang mengajar, tapi justru merekalah yang mengajarkan aku banyak hal..
yang paling ingin aku ucapkan terima kasih justru mereka, murid2ku yang luar biasa..

terimakasih untuk murid2 SMA Angkasa, dan semua pihak yang terlibat.. semoga Allah balas kebaikan kalian dengan yang lebih. 

dan murid2ku.. masih ingat pesan terakhirku di saat terakhir mengajar? 
"kebahagiaan seorang guru bukan ketika murid2nya mendengarkannya di depan kelas, tapi ketika 5, 10, hingga 20 tahun ke depan kita bertemu lagi, kalian ribut menceritakan kisah sukses kalian.."

aku tunggu kisah-kisah sukses kalian.. :)