Kamis, 14 Maret 2013

ibadah (bukan) merupakan kewajiban


tulisan ini sebetulnya tulisan lama.. ditulis april 2012, tapi entah kenapa pengen aku pindahin ke blog, sambil berbagi pemikiran.. :) 
awalnya bingung mau dijudulin apa, tapi entah kenapa judul itu yang keluar, sengaja, biar sedikit kontroversial.hahaha *jadi penasaran pengen baca kan? :P

sebelumnya, tolong jangan baca tulisan ini sebagai tulisanku, tapi bacalah seolah-olah itu dirimu.. karena kita terlahir sama, yaitu sebagai seorang manusia.. :)

***
dulu aku sering berpikir, kenapa aku diciptakan? dan kenapa aku tercipta sebagai seorang manusia?
aku melihat pohon, mengapa aku tidak diciptakan menjadi pohon?
aku mengamati burung, mengapa aku bukan burung ketika aku lahir?
aku mengamati hujan, terbersit dalam benakku, bagaimana rasanya menjadi air hujan?
lalu kudapati diriku sebagai seorang manusia.. kenapa manusia?

jadi manusia itu memusingkan! banyak urusan, banyak masalah.. bahkan dalam al-Qur'an pun malaikat mengatakan bahwa manusia adalah makhluk yang sering membuat kerusakan di muka bumi (QS. 2:30).. 
manusia itu amanahnya berat, bahkan langit, bumi, gunung pun tak sanggup menanggung amanah itu (QS. 33:72).. 
lalu kenapa aku harus menjadi seorang manusia??


aku lalu masuk ke dalam renungan yang sangat dalam..

ternyata.. setelah kupikir lagi.. aku bersyukur terlahir ke dunia sebagai seorang manusia.. manusia adalah makhluk yang Allah ciptakan paling sempurna (QS. 95:4).
bukankah itu sebuah penghargaan yang Agung? maanusia terlahir dengan berbagai macam potensi, bahkan manusia dikaruniai akal - yang tidak dimiliki makhluk Allah yang lain bahkan malaikat sekalipun. manusia diagungkan dan dimuliakan, diangkat derajatnya dari makhluk yang tadinya hina.. segala yang ada di langit dan di bumi, Allah peruntukkan untuk manusia..

di titik ini aku tersadar, ternyata menjadi manusia adalah sebuah kehormatan.. karena diciptakan dengan bentuk yang paling baik, diberi potensi dan akal. tidak semua makhluk lho diberi keistimewaan ini.. bahkan malaikat sekalipun :)


lalu untuk apa semua ini?? semua fasilitas yang Allah berikan lantas untuk apa? kehidupan ini, lahirnya diri ini, untuk apa?
Allah menjawabnya dalam firmannya "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.(QS 51:56), ternyata diriku adalah seorang abid, seorang hamba yang diciptakan dengan tujuan untuk mengabdi kepada-Nya..

awalnya aku bertanya-tanya, untuk apa aku mengabdikan diriku pada Allah? bukankah Allah sudah punya segalanya? kukira aku tak perlu melakukan apa-apa lagi untuk-Nya..
tapi kemudian aku merenung lagi.. betapa beruntungnya aku terlahir sebagai seorang manusia.. 
   begitu baiknya Allah memberikan banyak sekali nikmat-Nya kepadaku.. 
   diri ini milik Allah, harta ini milik Allah, hati dan jiwa ini milik Allah.. 
   segalanya milik Allah.. aku tanpanya bukan apa-apa.. 
   bukan kuasaku menggerakkan tangan ini.. 
   bukan kuasaku membuat jantung ini terus berdetak.. 
   bukan kuasaku untuk membuat darah di dalam tubuh ini terus mengalir..
   bahkan jika bukan atas kuasa-Nya, tak mungkin mata ini dapat berkedip.. 
betapa lemahnya aku tanpa Allah.. aku tak punya kuasa apapun bahkan atas diriku sendiri.. semuanya betul-betul terjadi karena kuasa-Nya.. manusia tidak memiliki daya upaya apapun kecuali tanpa izin-Nya..

karena itulah, aku patut berterima kasih dan bersyukur pada Allah atas hal itu.. jadi -seharusnya- ibadah itu jangan kita sikapi sebagai suruhan Allah kepada kita (nanti jadi beban), tapi sikapi ibadah sebagai wujud syukur dan terima kasih kita atas apa-apa yang telah Allah beri.. 

sangat tidak pantas ketika kita sadar atas nikmat yang Allah beri, tapi kita tidak mensyukurinya.. Allah memang tidak butuh ungkapan rasa "terima kasih" itu, tapi sebagai makhluk yang dulunya bukan apa-apa, bahkan tidak ada, lalu kita diciptakan dan dipelihara oleh-Nya hingga menjadi sebesar ini, secerdas ini, setangguh ini, karena Allah yang memelihara kita..
orang tua hanya sebagai perantara dan mereka tidak berkuasa sedikitpun untuk menjadikan fisik ini berkembang sesempurna ini..

jadi, kukira SANGAT PANTAS apabila kita mengabdi pada-Nya, sebagai wujud syukur atas semua nikmat yang telah Allah berikan hingga detik ini..

dan syukur, tidak hanya diwujudkan dengan ucapan "alhamdulillah" saja.. tapi ada bukti nyatanya, yaitu KARYA. karya yang kita dedikasikan sebagai bentuk pengabdian kita kepada-Nya.. layaknya cinta, yang tidak cukup hanya diucapkan di bibir, tapi juga menuntut bukti dan pengorbanan..

terima kasih ya Allah, telah melahirkanku ke dunia.. terima kasih telah memelihara aku hingga seperti sekarang ini.. nikmat dari-Mu takkan pernah terhitung, apalagi terbalas olehku.. 
aku hanya bisa membalas dengan syukurku, dengan ikhtiarku yang tidak seberapa..
tapi ya Rabb, betapa baiknya Engkau, bahkan bagi orang-orang yang bersyukur, yang mengabdikan dirinya dengan ikhlas kepada-Mu, Kau balas dengan syurga.. betapa luas kasih sayang-Mu ya Rabb..
abdiku seumur hidup pada-Mu bahkan tidak bisa dibandingkan dengan besarnya nikmat-Mu, tapi Engkau menjanjikan kebahagiaan dunia akhirat bagi mereka yang mengorbankan harta dan jiwanya demi Engkau. sungguh luas kemurahan hati-Mu ya Ilahi..
sujudku pada-Mu ya Rabb.. semoga diri yang hina ini kelak mendapat tempat terbaik di sisi-Mu, bersama orang-orang yang kucintai..


Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, bagi mereka surga-surga yang penuh kenikmatan,
Kekal mereka di dalamnya; sebagai janji Allah yang benar. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.

Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan (mu) selain Allah sebenarnya orang-orang yang dzalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". 
(QS. 31 : 9-12)


1 komentar:

  1. Renungan yang benar-benar mendalam memaknai diri sebagai manusia dan hamba Illahi. :')

    BalasHapus