Senin, 28 Oktober 2013

tentang mati

Beberapa hari terakhir entah kenapa Allah ingatkan terus dengan kematian. Baca-baca tulisan orang, entah kenapa yang muncul lagi-lagi tentang kematian. 
Masih suka ngerasa sedih dan takut kalau inget mati. padahal kan harusnya seneng ya? :(
(kenapa harusnya seneng? silakan baca tulisan ini)

Semoga bisa sampai pada satu masa dimana mengingat mati justru membuat bahagia..
Bahagia karena cukupnya bekal pulang,
Bahagia karena akan segera terobatinya kerinduan pada Sang Maha.. :)
Ya, semoga..

Jumat, 25 Oktober 2013

aku berdoa

aku berdoa
untuk setiap wajah yang kehilangan senyumnya
untuk setiap binar mata yang kehilangan sinarnya
untuk setiap raga yang kehilangan tenaganya
untuk setiap jiwa yang kehilangan semangatnya
untuk setiap langkah kaki yang kehilangan tujuannya
untuk setiap hati yang kehilangan keyakinannya
untuk setiap nyawa yang kehilangan kehidupannya
semoga Allah segera kembalikan yang hilang itu
karena kehilangan Dia ciptakan untuk menyadari keberhargaannya 
dan untuk lebih mensyukuri apa yang masih ada

Selasa, 15 Oktober 2013

selamat ulang tahun, Fitri Aisyah..

hari ini ulang tahunnya. si arsitek masa depan. mau nulis apa ya bingung? haha
dia terlalu unik untuk bisa aku deskripsikan.
heboh,ekspresif,tapi juga cepet pundungan.haha
maniak baca,jago banget bahasa inggrisnya,dan teman sharing yang menyenangkan :D
kepeduliaannya terhadap orang lain begitu besar, tapi juga cepat terharu terhadap sekecil apapun kepedulian yang orang lain berikan untuknya.
beberapa bulan lalu di hari ulang tahunku, dia menulis ini. sejujurnya, terharu luar biasa. ternyata kamu tukang stalking juga ya pit. hahaha
hey Fitri Aisyah!
bersyukur luar biasa bisa bertemu dan mengenal kamu, menghabiskan waktu 3 tahun bersama-sama di tempat yang kalo inget lagi pasti ngangenin banget :3
terima kasih untuk kehebohan2 kalo nemu sesuatu yang asik, dari mulai maximum ride sampai junsu.hehe
terima kasih juga untuk kegilaan2 yang pernah kita lalui bersama, bahkan sekarang di kepalaku terngiang-ngiang suara cerewetmu yang khas.hehe
terima kasih juga untuk sharing2 bermaknanya, yang selalu jadi pengingat bahwa kita hidup dengan peran, dan terlaksananya peran itulah yang akan menjadi penentu kehidupan kita yang abadi kelak.
selalu mendoakan yang terbaik juga buat mpit, yang punya tempat tersendiri di hati dan ga bisa tergantikan sama yang lain.
Ya Allah,terima kasih karena telah Kau anugerahi saudara seperti dirinya..
pertemukan kami lagi di surga boleh ya? :) *aamiin

Senin, 14 Oktober 2013

masih manusia

beberapa hari yang lalu saya mengirim pesan sms kepada seseorang, "maaf, kemarin2 egonya lagi tinggi banget. tapi alhamdulillah sekarang udah 'idup' lagi,hehe.."
sms ini saya kirim sebagai bentuk permintaan maaf karena saya sempat 'menghilang' sekaligus memberitahu yang bersangkutan bahwa saya 'masih ada' dan masih ingin dibimbing.
saya saat itu berharap-harap cemas menunggu balasannya, saya tahu saya salah dan saya sudah dalam kondisi siap untuk menelan teguran-teguran dari beliau. tapi ternyata beliau tidak melakukannya. 
beberapa saat kemudian saya menerima balasan dari pesan saya itu,isinya:
"Alhamdulillah.. berarti masih manusia.. :)
kemampuan mengelola naik turunnya hati itulah yang membuat sosok manusia itu berharga di sisi Rabb-nya. Bukan malaikat yang selalu taat, karena memang tak dikaruniai gejolak emosi.."
rasanya ingin menangis, terharu. tapi di saat yang sama saya merasa bersemangat lagi. terima kasih pak, untuk pesan singkatnya. maknanya dalam sekali. :)
#feeling grateful

Minggu, 06 Oktober 2013

belajar dari setiap orang

x: bahkan setelah melalui semua masa sulit itu, kau tiba disini.
y: ya, jika aku sendirian, aku tidak akan berada disini sekarang.
x: seseorang...membantumu?
y: ada banyak orang, tapi yang paling berkesan adalah orang yang membuatku menjadi dewasa. kepercayaannya pada orang-orang sangat berlebihan, itu membuatnya tampak sedikit bodoh. namun dengan kepercayaan itu, aku melihat dia mengubah orang, dan membuat aku menghormatinya sebagai orang dewasa dan orang yang hebat.
juga, ada orang yang terlalu percaya pada dirinya sendiri. namun orang semacam itu, mengaku salah dan meminta maaf. aku tahu bahwa orang yang dapat meminta maaf adalah orang yang hebat.
juga, ada seseorang yang menunjukkan jalan dimana aku tidak boleh jalani. dia adalah seseorang yang memilih jalan hidup sebagai binatang. orang itu belum dewasa dan menyedihkan. 
juga, ada saat dimana aku hampir membuat pilihan yang sama. 
y: kau hampir membuat pilihan yang sama?
x: ya, aku juga ingin membalas dendam dan hampir membuat pilihan yang sama. jika 'orang itu' tidak ada untukku, aku mungkin akan hidup seperti binatang sekarang.
y: orang itu?
x: ya. saat itu ada orang yang benar-benar tidak dapat dipercaya, tidak memiliki sopan santun dan benar2 tidak memiliki kerendahan hati. seseorang itu mulai berjuang untuk kebenaran, dan mulai melihat orang lain. juga, hal penampilan yang seperti itu adalah cahayaku dan jalan ketika aku masih dalam gelap. jika orang itu tidak ada, aku mungkin tidak akan mampu untuk sampai sejauh ini. karena orang itu, aku tahu betapa pentingnya melindungi seseorang. karena orang itu juga aku menemukan betapa pentingnya untuk mendengarkan cerita seseorang. itulah kenapa aku yakin aku bisa menjadi seorang polisi yang hebat.

***
"orang2 yang Allah kirimkan untuk melengkapi hidup kita, Dia tidak memberikannya tanpa maksud. ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari setiap orang. siapapun itu."

nice ending :)  
from a drama: I Hear Your Voice.

bersama Tuhan

Ditengah kesibukan orang-orang, aku menyendiri dalam ruangan. Menumpahkan emosi dan pikiran ke dalam untaian kata yang kurangkai dalam tulisan. Hatiku berkata, ada ‘sesuatu’ hari ini. Tapi entah apa. Ada pembelajaran berarti hari ini. Tapi aku belum menyadari itu apa.

Ya Allah, sampai kapan akan begini, gelisah dalam belenggu yang kubuat sendiri..
Sampai kapan akan begini, pura-pura sedang dalam masa pencarian jati diri, namun di waktu yang sama menutup pintu hati saat Kau ketuk..
Sampai kapan akan begini, berbangga akan mimpi-mimpi, tapi membuat alasan-alasan dalam hati..
Sampai kapan?

Ada perasaan marah, pada diri yang tak mau diajak berkompromi.
Ada perasaan iba, pada diri yang terkungkung dengan alasan-alasan yang dibuatnya sendiri.
Ada perasaan kecewa, ketika semangat menggebu meraih mimpi namun tubuh menolak diajak beraksi.
Ada perasaan sedih, ketika pada suatu waktu semangat itu datang, kemudian esoknya berselimut lagi.
Dan perasaan lelah yang tak ada habisnya karena semua ini tak juga berakhir.

Hingga muncul pertanyaan teruntuk hati yang meringkuk, buta, menolak melihat kenyataan, “sebenarnya apa yang kau cari?”
Untuk sekian lama aku termenung meresapi pertanyaan itu. Mencoba mentransferkannya pada pikiranku, tapi pikiran itu diam. Kemudian mencari-cari jawabannya seperti mencari dokumen yang hilang namun tak juga tertemukan. Aku pernah menjawabnya, dan aku bisa menjawab itu, tapi seakan jawaban itu terkubur tanpa bisa kutemukan lagi.

Seketika hatiku menangis. Sudah berapa dalam aku jatuh?  Hingga rasanya segelap ini.. sehampa ini.. sesendiri ini..
Dan sudah berapa lama aku berada dalam lubang yang gelap ini? Tak mencobakah aku untuk keluar? Atau jangan-jangan merasa nyaman dalam kegelapan ini? Dalam keadaan dimana tak ada setitikpun cahaya sehingga kau tak lagi tahu dirimu siapa. Yakin merasa nyaman dengan kondisi seperti itu?

Hati ini lalu menangis lagi. Lalu aku harus kemana? Disini gelap sehingga aku tak temukan jalan keluar. Setitik cahaya itu, ada dimana?
Hatiku tiba-tiba bertanya, “Tunggu dulu. Memang siapa aku ini? Dan mengapa aku ada di tempat ini? Untuk apa aku disini?” Tak ada jawaban. Hening..
Entah sudah berapa lama aku melalui keheningan ini. Mataku terasa buta karena tak ada yang dapat kulihat. Telingaku terasa tuli karena tak ada sedikitpun suara yang dapat kudengar. Mulutku rasanya bisu, tak tahu harus bicara apa, tak tahu harus bicara pada siapa.
Ingin menangispun tak bisa. Rasanya air mataku tak dapat keluar sekalipun aku memaksanya untuk keluar. Hanya bisa merintih dalam hati, “keluarkan aku dari kegelapan ini..”

Dalam kelelahan hati yang sangat, aku melamun lagi dalam pikiranku yang kosong. Bahkan dalam pikiranku pun rasanya gelap, sama dengan sekelilingku yang gelap ini.
Dalam lamunan itu, tiba-tiba aku terperanjat. Ada sebuah suara. Suara yang lembut dan menenangkan..

Seketika hatiku merasakan ada harapan. Kutajamkan telingaku, mencoba mendengarnya lagi. Suara itu muncul lagi, kali ini terdengar lebih jelas. Sebuah kalimat yang membuatku merasa tenang luar biasa, “ada Aku disini..”
Tiga kata itu, rasanya membuat sensor kulitku menjadi peka karena merasa dipeluk, direngkuh, dijaga.. Perasaan apa ini? Ini adalah perasaan ternyaman semenjak aku berada dalam kegelapan ini..
Dengan hati-hati kuberanikan hatiku bertanya, “siapa...?” 
“Aku? Aku Tuhanmu..” begitu jawabnya. Keningku mengernyit. Tuhan?

Bersamaan dengan pertanyaanku, muncul setitik cahaya di kejauhan. Aku kemudian berdiri, berjalan mendekati cahaya itu.
Ternyata saat kudekati, cahaya itu makin besar, makin terang. Mataku bersinar memantulkan cahaya yang indah itu. Semakin aku mendekati cahaya itu, semakin tubuhku bermandikan cahaya. Hatiku serasa disiram air yang sangat segar. Aku tak pernah merasakan sensasi seperti ini sebelumnya..

Aku terus berjalan, meninggalkan kegelapan yang mengurungku sekian lama.
Ketika gelap itu lenyap, bibirku refleks menyunggingkan senyum. Menyadari sesuatu.
Ternyata Tuhan jawabannya..
Senyumku semakin lebar, lalu aku berlari. Meninggalkan kegelapan itu sejauh mungkin. Tak berniat untuk kembali ke sana.
Kini.. aku hanya ingin tinggal dalam cahaya ini.. bersama Tuhan..


*sebuah luapan perasaan ketika suatu waktu diri ini menghilang 
hingga sang hati berbisik, "ada Allah.." lalu aku menemukannya lagi :)