Selasa, 18 Agustus 2026

Merdeka

Dalam momen kemerdekaan, selalu ada momen bagiku untuk mengeja kembali makna merdeka.

Kalau dipikir lagi, manusia tak akan pernah benar-benar lepas dari "perbudakan". Kita akan selalu membutuhkan sesuatu untuk "menyetir" diri kita. Harta, tahta, pasangan, anak-anak, bahkan hawa nafsu, sangat mungkin bisa menjadi sesuatu yang menguasai dan memperbudak diri kita.

Namun, manusia memiliki kebebasan untuk memilih si(apa) yang menjadi tuannya. Dan tak ada yang lebih layak untuk kita pertuan selain Dzat yang menciptakan dan memelihara seluruh makhluk: Allah.

Maka, kemerdekaan yang sesungguhnya adalah merdeka dari perbudakan kepada selain-Nya, menuju penghambaan yang penuh kepada Allah.

Merdeka bukan berarti lepas dari status sebagai hamba dan hidup bebas semau kita. Merdeka justru adalah ketika kita berhasil lepas dari segala hal yang menguasai diri kita selain Allah dan memilih untuk hanya dimiliki, dikuasai, dan diatur oleh-Nya.