Selasa, 13 November 2018

Mungkin Kita Hanya Lupa..


Jika datang bertubi pertanyaan;

Kenapa segalanya terasa berat, kenapa masalah seolah tidak berhenti datang, kenapa rasanya lelah dan sulit sekali, kenapa jalan keluar tak kunjung terlihat, dan kenapa-kenapa lainnya yang membuat kita depresi dan frustasi..

Mungkin karena kita lupa.. 

Lupa ada Allah. Lupa bahwa Allah tidak mungkin membebankan sesuatu di luar kesanggupan kita. Lupa bahwa Dia yang menghadirkan masalah, maka Dia juga yang menggenggam solusinya. 

Karena jika kita ingat, mungkin kita akan menghabiskan waktu-waktu senggang kita untuk berdoa pada-Nya, mungkin kita akan membenamkan diri pada sujud-sujud terbaik di sepertiga malam; meminta petunjukNya, memohon kekuatan untuk menghadapi semuanya.

____

Jika datang bertubi pertanyaan;

Kenapa apa yang dikejar tak juga didapatkan, kenapa setiap pencapaian tidak pernah memberi kepuasan, kenapa setiap mendapat sesuatu selalu saja merasa kurang, kenapa kebahagiaan itu terasa jauh, dan kenapa-kenapa lainnya yang membuat kita merasa "haus" atau "kosong"..

Mungkin karena kita lupa..

Lupa tujuan hidup. Lupa kita hidup untuk apa. Lupa bahwa kita ini hambanya Allah yang tugasnya ibadah. Lupa bahwa yang kita inginkan hanyalah ridha-Nya. 

Karena jika kita ingat, segala impian dan cita-cita akan ditujukan untuk-Nya, segala aktivitas penuh oleh perbuatan yang disukai-Nya, waktu dan energi kita tidak akan terbuang untuk tujuan dari selain-Nya, serta kebahagiaan kita tidak akan tersasar pada hal-hal yang semu.

____

Jika datang bertubi pertanyaan;

Kenapa ibadah terasa hambar, kenapa berbuat baik terasa malas, kenapa maksiat tetap saja dijalankan, kenapa untuk berhijrah tak juga mau memulai, dan kenapa-kenapa lainnya yang membuat kita diam di tempat..

Mungkin karena kita lupa..

Lupa bahwa kita akan meninggalkan dunia ini dan kembali ke Allah. Lupa harus menyiapkan bekal pulang. Lupa bahwa segala yang kita lakukan akan diminta pertanggungjawabannya. 

Karena jika kita ingat, masih beranikah kita bermaksiat atau bermalas-malasan sementara giliran kematian kita mungkin tidak sampai sehari lagi? Bukankah kita akan merasa takut jika malaikat maut datang saat kita tidak sedang beribadah kepada-Nya? Bukankah kita akan mengoptimalkan waktu yang kita miliki untuk mempersiapkan amal terbaik sebagai persembahan ketika kelak bertemu dengan-Nya?

____

Jadi, atas semua perkara kehidupan yang kita pertanyakan, barangkali jawabannya tidak rumit: 

Mungkin kita hanya sedang lupa.. 

Maka tak heran jika salah satu kriteria orang yang beruntung yang Allah sebut dalam QS. Al-Ashr adalah mereka yang saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.

Karena kita sering lupa, dan butuh teman untuk saling mengingatkan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar